11 Cara Menghasilkan Uang Bagi Remaja – Terbukti Ampuh

Kapan waktu terbaik untuk memulai bisnis?

Bagi saya, waktu terbaik untuk memulai bisnis adalah ketika remaja/semuda mungkin. Kenapa? Sebab ketika masih remaja, seseorang masih punya banyak waktu untuk belajar dan gagal. Bayangkan, ketika seseorang memulai bisnis di usia 55 tahun, lalu bisnis tersebut gagal dan menguras uang orang tersebut. Berapa banyak risiko dan tanggungan yang harus ia tanggung?

Kendati demikian, bukan berarti kita tidak bisa memulai bisnis di usia tidak muda. (baca juga : Memulai Bisnis di Usia Tidak Muda.)

Lantas, jika masih muda dan ingin memulai bisnis, langkah apa saja yang harus dilakukan? Apa saja bisnis yang bisa dimulai oleh remaja? Inilah jawaban lengkapnya. Jika usai membaca tulisan ini Anda punya pertanyaan/ingin diskusi, Anda bisa hubungi saya via email. Silakan kontak saya di halaman ini : halaman kontak.

Saya pertama kali berbisnis di usia 14 tahun. Ketika itu saya masih SMP kelas tiga, hendak masuk ke SMA. Bisnis yang saya jalankan adalah menjual jasa pembuatan blog. Jadi, saya menyediakan service bagi siapapun yang ingin membuat blog. Waktu itu, klien-klien saya antara lain para pelaku bisnis mikro-UKM dan pelaku MLM (Multi Level Marketing). Meski hasil yang saya dapatkan dari bisnis tadi tak banyak, tapi saya dapat banyak pelajaran berharga.

Inilah ide bisnis/cara-cara yang dapat digunakan oleh remaja untuk menghasilkan uang. Remaja yang saya maksud di tulisan ini adalah mereka yang berusia 12 – mendekati usia 20 tahun.

1. Menjadi Guru Les Privat

Ketika tahun pertama kuliah, saya menjumpai beberapa teman yang kuliah sambil mengajar. Mereka bekerja sebagai guru les privat. Umumnya, mereka bekerja secara paruh waktu. Jadi, di pagi sampai siang mereka kuliah, lalu sore harinya mereka mengajar. Bidang yang diajarkan pun beragam. Ada yang mengarjakan pelajaran sekolah umum (seperti Matematika, Fisika, Kimia, dsb) hingga pelajaran khusus (seperti musik atau bahasa asing).

Jika Anda punya pengetahuan yang cukup (bahkan banyak) dalam suatu bidang, maka Anda bisa mengajar. Apalagi jika Anda memang suka berinteraksi dengan anak-anak atau teman seusia, Anda bisa jadi guru les privat. Untuk memulai, Anda bisa menghubungi penyedia kursus/les di sekitar Anda. Tanyakan apakah mereka punya lowongan untuk guru paruh waktu. Jika tersedia, maka Anda bisa mulai dari sana.

2. Menjual Jasa Desain

Nah ini cocok bagi Anda yang gemar atau punya keterampilan dalam bidang desain. Saya beberapa kali menggunakan jasa desainer di internet. Rata-rata yang saya pekerjakan adalah desainer-desainer yang masih sekolah/kuliah. Jasa desain yang Anda hadirkan misalnya : jasa desain cover buku, jasa desain logo, jasa desain banner, jasa desain website, dan banyak lagi.

Yang paling Anda butuhkan untuk memulai jasa ini adalah keterampilan desain. Pastikan Anda mampu menggunakan aplikasi seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, atau aplikasi pengolah gambarnya. Jika Anda mampu membuat logo, cover buku, ataupun bentuk desain lainnya, Anda bisa mulai menjual jasa Anda. Anda dapat menjual jasa melalui akun media sosial Anda (misal : di Facebook), di blog Anda, ataupun memakai situs-situs seperti Sribu.com, Projects.co.id, dan lain sebagainya.

Situs Projects.co.id.

Untuk tahu berapa harga yang sebaiknya Anda tawarkan, Anda bisa riset di situs-situs freelancer di internet. Anda bisa memilih untuk menjual sesuai harga pasaran, atau Anda menambahkan komponen khusus dalam harga Anda. Contoh komponen khusus ini misalnya otentisitas desain Anda, lamanya waktu kerja, tingkat kesulitan kerja, dan lainnya.

3. Menjadi Penulis Artikel

Salah satu teman kuliah saya menjadi penulis di Trivia.id. Ia pun mendapatkan income dari tulisan-tulisan yang ia muat di media tersebut. Kemunculan banyak media online menjadikan potensi bisnis ini tumbuh. Anda dapat jadi penulis di media online yang banyak bermunculan. Anda bisa bekerja sebagai penulis/kontributor paruh waktu.

Atau cara lainnya adalah Anda menyediakan jasa penulisan artikel. Tugas Anda adalah membuat konten untuk website perusahaan/bisnis tertentu. Anda akan dibayar berdasarkan banyaknya artikel yang Anda tulis.

Biasanya, tarif yang digunakan adalah per 100 kata. Misalkan tarif per 100 kata adalah 4000 Rupiah. Dalam sebulan, Anda menulis 20 artikel, yang mana tiap artikel isinya 600 kata.

Dengan demikian, selama sebulan Anda menulis 12.000 (20 artikel x 600 kata). Jika per 100 kata, Anda dibayar 4.000 Rupiah, maka dalam sebulan income Anda adalah  120 x 4.000 Rupiah = 480.000 Rupiah. Itu jika Anda melayani satu klien, bayangkan jika Anda melayani beberapa klien sekaligus. Makin banyak jumlah pesanan artikelnya, maka tentu makin besar pendapatan Anda.

Saya pun pernah menjalankan bisnis ini (ketika SMA). Keterampilan yang Anda butuhkan adalah keterampilan menulis. Jika Anda memang hobi menulis dan mau banyak membaca, maka Anda bisa terjun ke bisnis ini. Yang perlu Anda lakukan adalah tawarkan jasa Anda. Anda bisa menawarkan jasa lewat blog, akun media sosial, ataupun situs-situs freelancer yang ada di internet.

4. Berjualan Online

Berbisnis online shop menjadi salah satu tren di anak muda. Anak muda memang familiar dengan media sosial, maka mereka pun memanfaatkan medsos untuk berjualan. Ketika saya SMA (bahkan sewaktu kuliah), beberapa teman saya pun menekuni bisnis online shop. Ya meskipun ada yang berhasil ataupun gagal, hal itu lumrah dalam bisnis.

Yang perlu Anda lakukan adalah Anda bisa menjual barang tertentu di internet. Barang yang Anda jual bisa berupa fashion, aksesoris, buku, produk-produk DIY (Do it yourself), kerajinan tangan (seperti hiasan flanel, gantungan kunci, pin, dsb), maupun produk-produk lainnya. Untuk yang suka main game bisa jualan aksesoris game, peralatan pendukung (seperti mouse dan perlengkapan lain).

Untuk mendapatkan produk, Anda bisa bekerja sama dengan toko online tertentu yang sudah besar ataupun dari pemasok produk lain. Bentuk kerja sama yang dilakukan bisa berupa dropshipping, reseller, dan lainnya.

Untuk media penjualan, Anda bisa berjualan memakai media sosial, blog/toko online Anda sendiri, forum jual beli, atau bahkan akun WhatsApp atau LINE Anda.

5. Menjadi Affiliate Marketer

Ini mirip seperti jualan online. Hanya saja, tugas Anda lebih kepada memasarkan suatu produk. Contohnya begini. Saya punya kursus menulis online di KeajaibanMenulis.com. Di kursus ini saya memandu orang-orang untuk jadi penulis dan menerbitkan buku. Nah, Anda bisa membantu mendapatkan member untuk kursus ini. Setiap kali Anda berhasil mendatangkan member untuk kursus saya tadi, Anda akan mendapatkan komisi dari saya. Nah, komisi itulah yang jadi income Anda.

Jadi, tugas Anda adalah memasarkan suatu produk. Ketika produk itu terjual berkat upaya Anda, Anda akan mendapatkan komisi. Salah satu pembaca buku saya, masih SMK, berhasil mendapatkan 500 ribu pertamanya ketika menjalankan affiliate marketing.

Testimoni salah satu pembaca buku Affiliate Marketing Modal Dengkul.

Untuk menjadi seorang affiliate marketer, Anda perlu bekerja sama dengan pemilik produk tertentu. Pemilik produk ini bisa berupa toko online besar (seperti Amazon, Lazada, Mataharimall, dsb), website tertentu (seperti web saya tadi), ataupun pihak-pihak lainnya. Setelah Anda terdaftar sebagai affiliate marketer mereka, Anda bisa mulai memasarkan produknya.

Jika Anda tertarik mempelajari affiliate marketing, silakan baca buku saya yang ini : Affiliate Marketing Modal Dengkul.

6. Menjadi Blogger

Jika Anda suka menulis, maka Anda bisa jadi blogger. Anda bisa membuat blog dengan topik tertentu, lalu Anda memonetisasi blog tersebut. Teman saya, seorang mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, membuat blog tentang pembelajaran bahasa Inggris. Blog tersebut ia mulai ketika masih kuliah di jurusan pendidikan bahasa Inggris. Ketika ia lulus pun, blog tersebut tetap menghasilkan income bagi-nya.  Teman saya tadi memonetisasi blog dengan program Google AdSense.

Jika Anda punya blog yang dikunjungi banyak orang, Anda bisa bekerja sama dengan para pemilik bisnis. Anda bisa mengajak para pemilik bisnis tadi untuk beriklan di blog Anda. Atau, bisa juga Anda menjadi penerbit iklan PPC (Pay Per Click) di internet. Dengan menjadi penerbit iklan PPC, Anda akan menayangkan iklan-iklan di blog Anda. Ketika iklan tersebut diklik oleh pengunjung, Anda akan dibayar dengan sejumlah uang. Contoh penyedia layanan iklan PPC misalnya : Google AdSense, Infolinks, IdBlogNetwork, dan banyak lagi.

Mau jadi blogger? Mau dipandu langkah demi langkah? Mari belajar di situs ini : PanduanBlogging.com. Anda bisa belajar secara gratis.

Kursus online blogging gratis, kunjungi situs PanduanBlogging.com.

7. Menjadi Admin Media Sosial

Teknologi bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi generasi milineal. Kenapa? Sebab kita memang sudah familiar dengan teknologi sejak kita lahir/tumbuh. Salah satu ide bisnis di bidang teknologi adalah Anda menyediakan jasa admin media sosial. Anda bertugas mengelola akun media sosial untuk akun-akun di internet (entah itu halaman Facebook, Instagram, Twitter, LINE official, dsb). Klien-klien Anda bisa para pemilik bisnis UKM di sekitar Anda, pemilik blog/web yang tak punya waktu mengelola akun media sosial, atau pihak-pihak lain yang membutuhkan.

Tugas admin media sosial biasanya :

  • memposting konten untuk akun media sosial,
  • membalas pesan/komentar dari followers/audiens,

Untuk menjalankan bisnis ini, keterampilan yang Anda butuhkan antara lain : kemampuan menggunakan media sosial untuk tujuan pemasaran, keterampilan untuk menghadirkan konten, dan pastinya Anda harus familiar dengan media sosial yang Anda kelola.

Untuk urusan konten Anda tak perlu kuatir. Kenapa? Sebab konten-konten biasanya bisa didapat di internet. Anda tinggal menulis ulang/mereproduksi ulang konten tersebut.

Saran saya : jadikan bisnis ini sebagai batu loncatan. Maksudnya, setelah Anda terbiasa mengelola akun media sosial, tingkatkan keterampilan Anda. Bukan tidak mungkin suatu hari Anda akan menjadi seorang social media specialist atau bahkan konsultan digital marketing yang melayani perusahaan-perusahaan besar. Jangan lupa pula untuk mempelajari keterampilan komunikasi dan public relations.

8. Menjadi Buzzer/Influencer/Endorser

Anda pasti pernah melihat akun Instagram, Twitter, ataupun media sosial lain yang mengendorse suatu produk/tokoh tertentu. Apalagi di musim menjelang pemilu, maka mulai bertebaran buzzer yang mengampanyekan tokoh politik tertentu. Jika Anda tertarik, Anda bisa menjalani profesi semacam ini. Tugas Anda adalah mengendorse suatu produk/tokoh/suatu ide (gagasan) tertentu.

Agar bisa melakukan kegiatan endorse, Anda perlu punya banyak pengikut di media sosial. Kenapa? Sebab makin banyak pengikut Anda, maka si perusahaan/tokoh akan makin tertarik untuk menggunakan jasa Anda. Biasanya, buzzer/influencer/endorser ini banyak dijalani oleh para artis/publik figur. Tarif mereka pun mahal untuk sekali endorse. Per endorse bisa mencapai jutaan Rupiah.

Jika Anda tertarik menjalani bisnis ini, maka mulailah mengembangkan akun media sosial dengan segmen tertentu. Misalkan targetkan akun media sosial Anda untuk segmen anak muda, segmen ibu-ibu muda, pekerja kantoran, dsb. Setelah itu, tingkatkan jumlah pengikut Anda. Setelah pengikut Anda cukup banyak, maka tawarkan jasa endorse. Jasa endorse bisa Anda tawarkan lewat deskripsi/bio akun media sosial Anda, lewat website khusus, ataupun dengan bergabung di platform/pelantar tertentu, seperti misalkan di Sociabuzz.com.

Situs Sociabuzz.com dapat Anda gunakan untuk mendapatkan klien yang mau memakai jasa endorse Anda.

9. Menjadi YouTuber

YouTuber juga termasuk profesi yang dapat Anda tekuni. Profesi ini identik dengan pekerjaan penuh passion, semangat berkarya, dan anak muda banget. Selain menjadi blogger, saya pun turut menekuni kegiatan menjadi YouTuber. Anda pun bisa melakukan hal yang sama.

Dari mana uangnya?

Penghasilan seorang YouTuber biasanya didapatkan dari iklan/sponsor. Iklan/sponsor ini bisa didapatkan dari :

  • ikut program Google AdSense untuk YouTube/YouTube Ads.
  • sponsorship dari perusahaan/brand tertentu.

Untuk cara pertama, si YouTuber akan memonetisasi channel dan video-videonya. Jadi, ketika Anda menonton video si YouTuber tadi, Anda akan melihat iklan. Iklan ini iklan dari YouTube, iklannya bisa ditampilkan di awal video, berupa iklan banner di sisi kanan halaman, ataupun iklan banner di dalam video. Setiap kali Anda menonton iklan/mengklik iklan tersebut, si YouTuber akan mendapatkan penghasilan.

Sedangkan untuk cara kedua, YouTuber bisa bekerja sama dengan pemilik bisnis/produk tertentu. Nah, nantinya produk si pemilik bisnis tadi akan dipromosikan di video si YouTuber. Bentuk promosinya bisa berupa video review, penempatan produk, dan lain sebagainya. Tentu, si pemilik bisnis harus membayar si YouTuber.

Contoh video-video yang saya unggah ke YouTube.

Jika tertarik menjadi YouTuber, yang perlu Anda lakukan antara lain :

  • Mulailah channel YouTube Anda. Fokuskan channel Anda pada satu topik tertentu, bisa topik yang Anda minati. Misalkan kalau Anda suka fotografi, maka Anda bisa buat channel tentang fotografi. Selanjutnya, isilah channel tersebut dengan video-video buatan Anda.
  • Tingkatkan jumlah penonton video Anda. Setelah Anda rutin mengunggah video ke YouTube, maka bagikan pula video tersebut di tempat lain (seperti di Instagram, Facebook, Twitter, dsb). Tujuannya agar Anda segera mendapatkan penonton video. Tak lupa, ajak penonton tadi untuk subscribe di channel Anda.
  • Mulailah memonetisasi video. Setelah penonton Anda cukup banyak, maka Anda bisa mengaktifkan fitur monetisasi yang ada di YouTube. Dengan demikian, Anda bisa segera menayangkan iklan di channel Anda.

Jika Anda tertarik mempelajari seputar YouTube secara lebih mendalam, Anda bisa baca dan langganan artikel di blog saya yang ini : PanduanYouTubeMarketing.com.

Website PanduanYouTubeMarketing.com.

10. Menjadi Penulis

Ide ini cocok untuk Anda yang punya impian menulis dan menerbitkan buku sendiri. Dari mana uangnya? Uangnya akan didapat dari hasil penjualan buku-buku yang Anda tulis. Intinya, penghasilan Anda didapatkan dari royalti.

Seperti apa sih konsep kerja seorang penulis? Berapa besar pendapatan seorang penulis, dan bagaimana cara memulai jadi penulis? Silakan simak artikel-artikel berikut ini.

11. Menjadi Fotografer/Videografer Freelancer

Ide ini cocok untuk Anda yang punya keterampilan fotografi/videografi. Tugas Anda adalah melayani klien-klien yang butuh jasa fotografi/videografi. Anda bisa memilih salah satu, entah itu fotografi atau videografi. Atau jika memang Anda menguasai keduanya, maka Anda jalankan kedua jasa ini.

Tentu keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan fotografi ataupun videografi. Untuk keterampilan videografi ini misalnya  kemampuan membuat konsep video yang menarik, keterampilan mengambil gambar, hingga termasuk keterampilan editing video. Anda bisa melayani jasa fotografi/videografi untuk pernikahan, event perusahaan (misal : gathering dengan customer), wisuda, dan lain sebagainya. Atau bisa juga Anda menjadi spesialis dalam fotografi produk fashion, produk kuliner, dan lain sebagainya.

Lagi-lagi, salah satu teman kuliah saya pun ada yang menekuni bisnis ini. Ia sudah jadi fotografer freelance sejak masih SMA. Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba hal yang sama.

Hal Penting Lainnya…

Dari semua ide di atas, tiap ide punya tingkat kesulitan dan proses yang berbeda. Jika Anda ingin uang dengan cepat, maka ide-ide seperti membuka online shop, menjual jasa fotografi, menjual jasa desain, menjual jasa artikel merupakan ide-ide yang cocok. Kenapa? Sebab Anda bisa langsung memulai dan langsung menjual. Ketika jasa/produk Anda terjual, Anda akan langsung dapat uang.

Namun untuk ide-ide seperti menjadi penulis, blogger, YouTuber, atau menjadi endorser bukanlah proses instan dalam hitungan hari atau minggu. Sebagai contoh, untuk mengembangkan sebuah blog yang menarik, punya banyak pengunjung, butuh waktu berbulan-bulan.

Pertimbangan lain dalam memilih ide bisnis untuk anak muda adalah cari tahu bisnis yang kira-kira cocok untuk Anda. Saya memilih untuk menjadi blogger, YouTuber, dan penulis karena memang saya menyukai dan punya keterampilan di bidang tersebut. Anda bisa memilih bidang bisnis yang paling sesuai dengan minat Anda.

Soal keterampilan tak perlu risau. Asalkan Anda tekun dan mau belajar, Anda pasti menguasai keterampilan tersebut. Saya sudah membuktikan hal ini. Sebagian dari keterampilan-keterampilan saya (seperti kemampuan menulis, mengembangkan website, digital marketing), saya pelajari secara otodidak.

Yang paling penting adalah Anda berani memulai dan mau belajar di bidang tersebut.

Jefferly Helianthusonfri

1 Comment

  1. Chyntia Rasya Aisyah

    terima kasih atas sarannya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *