3 Kesibukan Sederhana Nan Mengasyikkan yang Sedang Saya Kerjakan

Cara untuk menghindari galau adalah dengan berusaha tetap sibuk.

Saya ingat nasihat yang sering saya dengar dalam program televisi Mario Teguh Golden Ways. Salah satu nasihat Pak Mario Teguh yang saya ingat betul adalah cara untuk menghindari galau yang tidak perlu adalah dengan menjadi sibuk. Sayangnya, acara Mario Teguh Golden Ways sudah tak ada. Semenjak kepindahannya ke MNC, Mario Teguh hadir dalam acara baru bernama Mario Teguh Super Show.

Bicara soal kesibukan, kali ini saya akan cerita tentang tiga kesibukan sederhana nan mengasyikkan yang sedang saya kerjakan. Posting ini lebih bersifat cerita, semoga Anda bisa memetik inspirasi.

Kesibukan ini bukan sekadar kesibukan biasa. Kalau sibuk mah, sehari-hari saya juga sibuk kuliah. Namun ini berbeda dengan mengerjakan tugas kuliah–yang kadang membosankan, kesibukan ini cukup menantang dan asyik. Apa saja tiga kesibukan tersebut? Ini dia ulasan selengkapnya. Sudah tentu tiga kesibukan ini pasti berkaitan dengan dunia passive income.

1. Aktif Bikin dan Upload Video di YouTube

Kesibukan pertama adalah saya mulai rajin memproduksi video untuk diunggah ke YouTube. Terhitung sejak April 2016, saya mulai serius menekuni dunia YouTube. Sebenarnya saya sudah mulai memproduksi video YouTube sejak tahun 2015 lalu. Namun baru semenjak April 2016 ini saya mulai membangun komitmen untuk aktif di YouTube.

Inilah sejumlah alasan mengapa saya ingin aktif di YouTube;

  • Era konvergensi media. Sudah saatnya pelaku media (termasuk para blogger) menyediakan konten yang beragam di website mereka. Sudah tidak zaman lagi jika konten blog hanya sekadar tulisan. Untuk itu, blogger dapat menerapkan konvergensi media. Mereka bisa menciptakan konten yang variatif. Tidak hanya berupa tulisan, bisa berupa infografis, video, ataupun karya-karya digital lainnya. Karena ingin menciptakan variasi konten blog, maka saya pun mulai serius menekuni produksi video YouTube.
  • Investasi untuk masa depan. Kedepannya akan semakin marak penggunaan media visual sebagai sarana komunikasi. Tak sekadar komunikasi visual, namun komunikasi visual yang berbasis digital. Makin hari semakin banyak orang yang jarang menonton televisi. Sebagai gantinya mereka justru menonton tayangan di internet (entah itu YouTube, situs streaming, ataupun berbagai tayangan media baru lainnya). Ketika orang-orang akan beralih ke tayangan digital, maka tentu membangun komunitas yang besar di YouTube adalah investasi yang tepat.
  • Peluang bisnis dan passive income. Jangan kira mengunggah video ke YouTube hanya sekadar kegiatan iseng. Lebih dari itu, video yang kita unggah dapat  dimonetisasi. Ada berbagai cara monetisasi video YouTube, bisa dengan bekerja sama dengan sponsor, ikut program periklanan Google AdSense untuk YouTube, atau berbagai model bisnis lainnya.

Karena tiga alasan tadilah saya mulai aktif menekuni dunia YouTube.

Dengan demikian, setiap minggungnya saya selalu meluangkan waktu untuk mengelola channel YouTube. Saya mulai rajin membuat video, melakukan editing, dan tentunya mengembangkan channel YouTube. Salah satu channel YouTube saya (channel Jefferly Helianthusonfri) sudah mendapatkan 500 subscriber.

Channel Jefferly Helianthusonfri. Di channel ini saya membuat video seputar passive income, marketing, bisnis, dan menulis.

Channel Jefferly Helianthusonfri. Di channel ini saya membagikan fvideo seputar passive income, marketing, bisnis, dan menulis.

Kesibukan ini jadi asyik karena saya memang punya hobi dalam bidang videografi. Tak sekadar mengisi waktu luang, memproduksi video menjadikan saya bisa mengaktualisasikan pelajaran yang dapatkan di perkuliahan.

2.  Menulis Naskah Buku Baru

Semenjak akhir Agustus 2015, saya sudah tidak menulis naskah buku baru. Sempat vakum selama beberapa bulan, pada awal April 2016 saya kembali terjun ke dunia penulisan buku. Menariknya, buku yang sedang saya kerjakan juga berkaitan dengan dunia YouTube. Naskah yang saya kerjakan seputar YouTube marketing. Dalam buku baru ini, saya menulis berbagai kiat, panduan, dan inspirasi untuk Anda yang ingin belajar YouTube marketing.

Salah satu bagian dari draft buku Panduan YouTube Marketing yang saya kerjakan.

Salah satu bagian dari draft buku Panduan YouTube Marketing yang saya kerjakan.

Hingga tulisan ini dimuat, saya sudah merampungkan 90 % naskah buku YouTube marketing tersebut. Dalam hitungan minggu, naskah tadi akan jadi dan siap dikirimkan ke penerbit. Mudah-mudahan bulan Juni atau Juli 2016 mendatang buku tersebut sudah bisa beredar di pasaran.

3. Mengembangkan Blog PanduanYouTubeMarketing.com

Berkaitan dengan kesibukan nomor dua, saya juga mulai mempersiapkan sebuah website yang beralamat di PanduanYouTubeMarketing.com. PanduanYouTubeMarketing.com ini adalah blog yang berisi sharing seputar YouTube marketing dan produksi video. Tak sekadar tempat sharing, blog ini akan dijadikan sebagai salah satu media promosi untuk buku terbaru saya nantinya.

Website PanduanYouTubeMarketing.com.

Website PanduanYouTubeMarketing.com.

Fokus saya saat ini adalah menyediakan konten-konten berkualitas di PanduanYouTubeMarketing.com. Sembari menjalankan hal tersebut, saya juga mulai membangun komunitas pembaca. Ketika komunitas pembaca sudah terbentuk, maka tentu media ini dapat dimaksimalkan untuk kegiatan promosi buku yang sedang saya kerjakan.

Lebih dari itu, harapan saya tentang blog ini adalah PanduanYouTubeMarketing.com dapat menginspirasi banyak orang untuk mulai mekenuni passion mereka. Dari sana mereka bisa berkarya dan mengekspresikan diri lewat media digital, salah satunya lewat YouTube.

Saya bersyukur bisa melakukan kesibukan yang saya sukai. Kesibukan-kesibukan tadi menjadikan saya produktif dan bisa berkarya secara fleksibel. Sangat menyenangkan dapat berkarya tanpa perlu terikat jadwal kantoran, tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai di tempat kerja, dan dapat dilakukan sambil saya kuliah.

Saya memang punya cita-cita untuk bisa berkarya secara fleksibel. Salah satu tokoh anutan saya ialah Raditya Dika. Semenjak SMA, saya mengagumi sosok komedian satu ini. Raditya Dika punya banyak karya, mulai dari buku, film, stand up comedy, dan karya-karya visual lain (seperti Serial Malam Minggu Miko). Sejak lama, saya bertekad suatu saat saya perlu mencontoh Raditya Dika, bisa berkarya secara bebas, fleksibel, dan sesuai passion.

Saat ini semakin banyak peluang bisnis nan kreatif yang dapat kita kerjakan secara fleksibel. Bekerja di bidang industri digital sangat menarik, Anda dapat berkarya sesuai passion dan hobi Anda. Untuk itu, bagi Anda yang ingin bekerja secara fleksibel, mari ikuti passion Anda, lakukan, dan jelajahi dunia Anda. Tak perlu takut salah, Anda bisa mulai mencoba dan melangkah.

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *