4 Cara Riset Pasar Untuk Validasi Ide Bisnis Online Anda

Saat baru memulai sebuah bisnis online, pasti terlintas pikiran semacam ini.

“Kira-kira produk ini bakal laku nggak ya?”

“Kalau aku jual ini, kira-kira pasar mau beli nggak ya?”

“Kalau aku kembangkan website ini, ada yang baca/gunakan gak ya?”

Saya yakin, pertanyaan-pertanyaan bernada seperti tadi sering menghampiri Anda.

Ketika hendak memilih produk afiliasi, hendak membuat produk digital, ataupun memulai website baru, kita pasti bertanya-tanya kira-kira produk kita akan dibeli orang atau tidak.

Nah, oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan riset pasar guna memvalidasi ide bisnis online. Dengan riset ini, kita akan tahu seperti apa kebutuhan orang-orang di internet, apakah market-nya ada, dan seperti solusi yang sebaiknya kita tawarkan.

Inilah 4 cara riset pasar untuk validasi ide bisnis online. 4 cara ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Survei

Cara pertama adalah survei. Survei ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan melihat bisnis-bisnis sejenis yang sudah lebih dulu ada. Contoh, misalkan Anda hendak memulai sebuah website dengan topik diet dan hidup sehat. Nah Anda bisa lakukan survei di Google. Anda bisa Googling untuk melihat apakah sudah cukup banyak website di niche (ceruk pasar) tersebut.

Dengan melakukan survei, kita bisa tahu kira-kira kondisi pasarnya seperti apa. Kalau misalkan pemainnya cukup banyak, maka berarti ada permintaan terhadap topik tersebut. Artinya pasarnya ada.

Selain itu, dengan survei, kita juga bisa tahu seperti apa saja solusi/produk yang sudah ada saat ini. Kita bisa cari tahu apa yang sudah ditawarkan pemain lain. Selanjutnya, kita bisa pikirkan diferensiasi apa yang bisa kita tawarkan.

Melakukan survei lewat pencarian Google.

Melakukan survei lewat pencarian Google.

Selain dengan cara survei langsung di “lapangan”, kita juga bisa melakukan survei terhadap target pasar kita.

Misalkan Anda hendak membuat toko online di bidang fashion, maka Anda bisa lakukan survei terhadap orang-orang yang kelak akan jadi target market Anda. Anda bisa buat survei di Google Forms. Selanjutnya sebarkan survei tadi ke orang-orang yang merupakan target pasar Anda. Anda bisa bagikan survei tersebut di media sosial Anda, di list email yang Anda miliki, di blog, grup WhatsApp dan lain sebagainya.

Saya sering melakukan cara ini. Ketika ingin memahami kondisi target pasar, saya pasti mengadakan survei. Dengan adanya internet, survei menjadi cukup mudah dan murah.

Google Forms, salah satu tool yang membantu melakukan survei di internet.

Google Forms, salah satu tool yang membantu melakukan survei di internet.

Dalam survei yang Anda buat, ketahui apa poin-poin yang ingin Anda dapatkan. Contoh poin ini misalnya :

  • Anda ingin tahu seberapa besar daya beli target market,
  • Anda ingin tahu pola perilaku mereka saat hendak membeli sesuatu,
  • Anda ingin tahu jenis produk apa saja yang dibutuhkan oleh target market,
  • Anda ingin tahu apa saja yang mempengaruhi keputusan mereka dalam membeli sesuatu,
  • dan lain sebagainya.

Setelah Anda menyusun apa saja poin yang ingin dicapai, maka susunlah pertanyaan survei yang mengarah ke poin-poin tadi.

Jangan lupa untuk memahami karakteristik tiap segmen target pasar Anda. Ketahui usia mereka, jenis kelamin mereka, usia, latar belakang pekerjaan, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya.

2. Uji Coba dengan Tes Pasar

Cara ke-2 untuk validasi adalah dengan melakukan tes pasar. Caranya  dengan mencoba menjual produk Anda sesegera mungkin. Jika produk Anda berupa website, maka luncurkanlah versi minimal dari website Anda. Versi minimal ini bisa mencakup fitur-fitur utama /konten awal web Anda.

Jika produk Anda berupa barang, maka coba lakukanlah penjualan tahap awal. Anda bisa menjual beberapa item produk. Buat halaman penawaran produk tersebut, lalu datangkan trafik ke halaman tadi. Gunakan sumber daya yang tersedia, Facebook Ads, promosi di akun media sosial Anda, di blog, dan sebagainya. Lakukan tes pasar ini dalam jangka waktu tertentu (misal : 2 minggu).

Berdasarkan tes pasar tadi, kita bisa melihat seperti apa selera pasar terhadap produk kita. Jika produk kita terjual (bahkan cukup banyak) maka tentu produk tadi sangat cocok untuk kita tindaklanjuti. Jika ternyata penjualannya belum memuaskan, maka cek lagi apakah pemasaran yang kita lakukan sudah tepat? Apakah produknya kurang tepat? Atau justru ada masalah apa?

Cara lain untuk mengetahui minat pasar adalah dengan bertanya pada diri Anda sendiri. Bayangkan posisi Anda sebagai si calon pembeli produk. Lihat produk Anda dan tanyakan pada diri Anda sendiri, jika Anda menjadi calon pembeli, apakah Anda akan membeli produk tersebut?

Jawablah hal tersebut dengan jujur. Jika misalkan Anda yakin Anda akan membeli produk Anda, maka kemungkinan besar calon pembeli juga akan berpikir demikian.

3. Nasihat dari Mentor/Senior + Ngobrol dengan Target Pasar Anda

Cara ketiga untuk riset pasar adalah dengan mendengarkan nasihat dari para mentor/senior Anda. Terutama mereka yang sudah lama berkecimpung di bidang bisnis Anda. Bagi Anda yang hendak memulai sebuah bisnis online, maka Anda bisa belajar dari orang-orang yang sudah lebih dulu sukses/menjalani bidang tersebut.

Tak harus dari senior dalam satu bidang, tapi Anda juga bisa ngobrol dan belajar dari senior-senior lain di bidang bisnis lain. Pengalaman mereka pasti bisa menjadi pembelajaran berharga bagi Anda. Jika Anda punya akses kepada para senior/mentor, ajaklah mereka minum kopi/bertemu, minta mereka untuk meluangkan waktu guna ngobrol dengan Anda. Belajarlah dari mereka, ceritakan tentang bisnis yang hendak Anda bangun.

Selain belajar dari para senior, yang tak kalah penting adalah belajar dari target pasar Anda. Sebab target pasar inilah yang nantinya akan membayar atas produk yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, perbanyaklah waktu Anda untuk bertemu, ngobrol, dan mempelajari masalah yang dihadapi oleh target pasar Anda. Bahkan dari obrolan santai sekalipun, Anda bisa menemukan banyak inspirasi/pembelajaran untuk pengembangan bisnis Anda.

Contoh, di tahap awal pengembangan situs Filobuku.com, saya kerap menyempatkan diri untuk sekadar ngobrol dengan teman-teman saya (sesama pecinta buku). Saya kadang bertanya bagaimana cara mereka mendapatkan rekomendasi buku, saya tanya tentang sumber informasi mereka seputar buku, saya tanya tentang komunitas yang mereka ikuti, dan lain sebagainya.

Filobuku.com - Situs tentang review dan rekomendasi buku.

Filobuku.com – Situs tentang review dan rekomendasi buku.

Hasil obrolan tadi memberi saya inspirasi terkait pengembangan Filobuku.com.

Hal yang sama juga bisa Anda lakukan. Anda bisa ngobrol dengan target pasar Anda. Tanyakan pada mereka, apakah produk yang akan Anda kembangkan kelak dapat menjadi solusi atas masalah mereka.

4. Lakukan Riset di Google Trends

Cara riset yang ke-4 adalah dengan memakai Google Trends. Google Trends ini adalah sebuah tool yang dapat kita gunakan untuk mencari tahu tren pencarian di Google. Dengan mengetahui tren suatu kata kunci di Google, kita bisa memperkirkan seberapa banyak orang yang mencari tentang suatu topik/produk.

Misalkan Anda hendak mengembangkan website dengan topik A. Nah Anda bisa gunakan Google Trends untuk mencari tahu seperti apa tren topik A tadi. Apakah topik tadi dicari orang-orang? Apakah pasarnya ada?

Berikut cara melakukan riset di Google Trends.

  • Silakan kunjungi situs https://www.google.com/trends dari web browser Anda.
  • Setelah situs terbuka, isi kotak yang ada dengan topik produk Anda. Contoh, di sini saya isi dengan kata kunci “rekomendasi buku”.

riset-di-google-trends-1

  • Dalam hal ini, website yang saya kembangkan adalah situs tentang rekomendasi dan review buku.
  • Selanjutnya Google Trends menampilkan grafik tren pencarian terhadap kata kunci tadi. Anda bisa pantau tren tersebut dari tahun ke tahun seperti apa. Jika trennya cukup tinggi (bisa di atas 80) maka berarti ada cukup banyak orang yang melakukan pencarian terkait kata kunci tersebut.
Tren pencarian kata kunci "rekomendasi buku" dari tahun ke tahun.

Tren pencarian kata kunci “rekomendasi buku” dari tahun ke tahun.

  • Di bagian atas, Anda bisa lakukan pengaturan variabel tren. Misalkan kita bisa atur berdasarkan negara, waktu, kategori, ataupun jenis pencarian tertentu. Contoh, kita bisa lihat tren untuk waktu 12 bulan terakhir.

riset-di-google-trends-3

  • Selanjutnya Google Trends menampilkan data tren yang Anda minta.

riset-di-google-trends-4

  • Gulirkan halaman ke bawah, di bagian region, Anda bisa melihat negara atau wilayah mana saja yang punya ketertarikan terhadap topik Anda.

riset-di-google-trends-5

  • Di bagian related topics dan related queries Anda bisa kata kunci/topik apa saja yang dicari oleh pegguna Google terkait tren yang sedang Anda analisis.

riset-di-google-trends-6

  • Selain itu, Anda juga bisa membandingkan satu topik dengan topik lain. Untuk menambahkan topik lain, silakan klik tombol compare yang ada di bagian atas halaman. Selanjutnya tambahkan topik yang ingin Anda amati trennya.riset-di-google-trends-7
  • Berikutnya Google langsung menampilkan perbandingan tren tersebut. Terlihat, di sini topik rekomendasi film (warna merah) cenderung lebih dicari dibanding rekomendasi buku (warna biru).

riset-di-google-trends-8

  • Gulirkan halaman ke bawah maka Anda akan menemukan berbagai data terkait tren yang Anda analisis. Anda bisa memantau kata kunci yang populer, region para pencari, dan lain sebagainya.

Jadi, dengan memakai Google Trends kita akan tahu seperti apa tren pencarian terhadap topik/kategori produk yang hendak kita hadirkan. Kalau trennya tinggi, berarti topik tersebut dicari oleh orang-orang.

Itulah beberapa cara melakukan riset pasar untuk validasi ide bisnis online. Semoga membantu dan bisa menginspirasi Anda. 🙂

Anyway, jika Anda sedang mencari panduan lengkap untuk belajar blog marketing (pemasaran melalui blog), Anda bisa baca ebook saya yang berjudul : Dapat Jutaan dari Blog Gratisan.

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *