5 Kiat Sukses Berbisnis Tanpa Menganggu Kuliah

Menjadi pebisnis di usia muda (bahkan di usia sekolah/kuliah) merupakan sebuah hal yang menarik dan sangat bermanfaat. Di saat sebagian orang masih sibuk sekolah atau kuliah, Anda sudah menjadi seorang pebisnis yang mulai membangun kemandirian finansial. Berbisnis sambil sekolah/kuliah memang tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang harus kita hadapi. Tak jarang,  saking tidak mudahnya berbisnis sambil kuliah, ada sebagian orang yang kuliahnya keteteran dan sulit membagi waktu. Saya pun pernah mengalami hal demikian.

23 sks dalam satu minggu, masih harus terlibat sebagai tim majalah kampus, ditambah lagi dengan kegiatan di inkubator bisnis, itulah sederet kegiatan yang menambah panjang daftar kegiatan saya. Belum termasuk waktu yang saya gunakan untuk berbisnis online. Saking padatnya rutinitas, ada kalanya sudah merasa stress dan letih karena banyak hal yang harus dikerjakan.

Lantas, bagaimana cara membagi waktu antara bisnis dengan kuliah/sekolah? Ini dia 5 kiat sukses berbisnis tanpa menganggu kuliah.

1. Biasakan Diri Untuk Berpikir Positif

Ketika kita mengerjakan banyak hal sekaligus, ketika tanggung jawab kita banyak, maka stress lambat laun bisa bersemayam dan kemudian muncul dalam pikiran kita. Ketika stress sudah mulai muncul maka rutinitas kita akan terganggu dan kita cenderung lebih sulit untuk semangat. Padahal, semangat dan positive feeling adalah salah satu hal yang wajib dimiliki oleh orang yang ingin sukses.

Nah, dalam hal inilah seorang pebisnis muda dituntut memiliki kecerdasan intrapersonal yang tinggi. Ia harus mampu mengelola emosinya dengan baik. Bagaimana supaya bisa mengelola emosi dengan baik? Salah satunya adalah dengan membiasakan diri untuk berpikir positif. Berpikir positif menjadikan kita bisa lebih “berdamai” dengan sederet tugas dan tanggung jawab yang kita miliki. Berpikir positif akan memudahkan kita untuk bersyukur.

Berpikir positif bukan lagi sekadar keharusan bagi pebisnis muda, melainkan berpikir positif sudah  menjadi kebutuhan apabila kita tidak ingin stress dan kehilangan positive feeling.

2. Belajarlah Membuat Prioritas

Karena ada banyak hal yang perlu kita lakukan, kita memerlukan skala prioritas. Kita harus tahu hal-hal apa saja yang penting untuk segera dilakukan. Tidak semua hal harus kita ikuti. Contoh, saya membatasi diri untuk tidak terlalu terlibat dalam banyak kegiatan kampus. Mengapa? Karena saya ingin fokus pada apa saja yang benar-benar penting bagi pengembangan bisnis saya. Jika saya melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak saya perlukan maka itu sama saja dengan membuang tenaga dan waktu.

Milikilah daftar yang berisi prioritas Anda. Lakukanlah hal-hal yang penting bagi Anda.

3. Milikilah Kemampuan Membaca dan Belajar Cepat

cara mudah belajar

Tidak semua orang harus memiliki kemampuan ini. Hanya saja, kalau Anda punya kemampuan yang satu ini Anda pasti akan sangat terbantu. Saya termasuk figur yang lebih memprioritaskan bisnis dibanding kuliah. Alhasil, porsi waktu untuk berbisnis jauh lebih banyak dibanding porsi waktu saya untuk kuliah. Pun demikian ketika mengerjakan tugas ataupun belajar untuk ujian. Saya adalah tipe orang yang belajar “seperlunya saja” plus dalam tempo yang relatif cepat.

Ambil contoh, saat UTS semester 2 saya baru belajar dua atau satu setengah jam menjelang ujian. Apa yang saya lakukan? Saya hanya membaca catatan dan mempelajari hal-hal penting. Dengan berpedoman pada kisi-kisi, saya bisa belajar dengan relatif cepat. Alhasil waktu saya bisa dihemat dan dialihkan untuk kegiatan bisnis.

Nah apa yang menjadi rahasia belajar “cepat” tadi? Rahasianya adalah kemampuan membaca cepat dan kemampuan untuk mempelajari sesuatu dengan cepat. Dengan adanya kemampuan ini kita bisa menghemat waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah.

Bagaimana cara mendapakan kemampuan ini? Saya berasumsi bahwa kemampuan ini saya dapatkan dari seringnya saya membaca buku lalu menerapkan teknik membaca cepat pada buku-buku tersebut. Alhasil, saya terbiasa untuk mengambil inti dari sebuah konsep/materi yang ada dalam buku.

Tips lain yang juga dapat diterapkan guna memiliki kemampuan membaca dan belajar cepat adalah bacalah banyak buku yang berkaitan dengan bidang kuliah Anda. Ambil contoh saya mengambil kuliah Ilmu Komunikasi. Nah, di luar kelas saya sering membaca berbagai buku seputar marketing, psikologi, bisnis, dan berbagai bidang sosial lainnya. Alhasil ketika menjawab soal saat ujian, saya tidak hanya mengandalkan penjelasan yang saya dapat dari dosen. Saya dapat menjadikan buku-buku bacaan saya sebagai salah satu sumber ide dan inspirasi saat menjawab soal. Bacalah banyak buku. 🙂

4. Kurangi Waktu Untuk Menonton Televisi dan Memantau Media Sosial

Berkaitan dengan prioritas, maka waktu kita harus digunakan dengan bijak. Semenjak awal kuliah saya sudah membatasi diri untuk tidak menonton televisi. Saya hanya menonton televisi saat saya butuh hiburan atau ada sesuatu yang menarik. Contoh, saya hanya menonton televisi saat ada pertandingan sepak bola klub Barcelona. Selain itu saya hanya menonton acara-acara tv yang menarik bagi saya. Itu pun saya tidak menontonnya di televisi. Saya menontonnya di YouTube. Mengapa? Karena menonton di YouTube jauh lebih praktis dan cukup membantu untuk menghemat waktu.

Acara televisi yang berkaitan dengan Maudy Ayunda (idola saya) yang kerap kali saya tonton.

Acara televisi yang berkaitan dengan Maudy Ayunda (idola saya) yang kerap kali saya tonton.

Selain itu, saya juga mulai jarang memantau media sosial, seperti Facebook atau Twitter. Saya hanya memantau media sosial kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan bisnis online yang saya jalankan. Saya biasanya membuka Facebook saat saya sudah selesai mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan saya. Saya buka Facebook hanya kalau sedang butuh refreshing sejenak. Kalaupun online di Facebook, saya berusaha menjadikannya untuk kegiatan yang produktif, seperti :

  • membagikan posting di grup Facebook yang saya kelola,
  • memantau kegiatan Facebook marketing (Facebook Ads) yang sedang saya jalankan,
  • memantau halaman Facebook.

Hindari menghabiskan waktu dengan men-scroll linimasa dan newsfeed akun media sosial Anda. Gunakan waktu dengan bijak.

5. Tunda Dulu Pacaran

Terlepas dari pro dan kontra terhadap pacaran, saya pribadi adalah orang yang tidak anti pacaran. Hanya saja, dalam hal tertentu memang lebih baik apabila pacaran itu ditunda. Jika pacaran hanya untuk sekadar mengisi waktu tanpa ada rencana untuk menikah di masa depan maka hal itu sama saja buang-buang waktu. Pacaran yang seperti itu sebaiknya dihindari. Apalagi bagi Anda yang sedang membangun bisnis. Waktu Anda terlalu berharga untuk dihabiskan bersama orang yang belum tentu akan menjadi pasangan masa depan Anda.

Ada waktu untuk segala sesuatu, termasuk untuk membangun hubungan kekasih.

Ada waktu untuk segala sesuatu, termasuk untuk membangun hubungan kekasih.

Lantas, kapan waktu untuk pacaran? Bagaimana mau dapat pasangan kalau kita tidak pacaran? Ada strateginya. 🙂

Begini strateginya.

Kapan waktu untuk pacaran?

Pacaran itu idealnya saat kita sudah memutuskan untuk “Oke.. aku mau mengenal dia lebih jauh. Aku berharap dialah orang yang akan menjadi bagian dari masa depanku.” Jika hal itu sudah terjadi maka barulah kita menginvestasikan waktu, tenaga, dan pastinya uang untuk orang tersebut. Kenali ia lebih jauh. Syukur-syukur kalian sudah punya komitmen untuk meneruskan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Strategi mendapatkan pasangan tanpa harus repot-repot pacaran.

Strateginya adalah dekatkan diri Anda ke banyak lawan jenis yang sesuai dengan kriteria Anda. Contoh, Anda adalah pria yang menyukai wanita yang taat ibadah, cantik, bersih, sehat, rajin, terdidik, punya jiwa bisnis. Nah, dekatkanlah diri Anda pada wanita-wanita seperti itu. Cari tahu di mana mereka berkumpul. Cari tahu komunitas apa yang mereka ikuti. Nah, dekatkalah diri Anda paa mereka. Buat diri Anda dikenal oleh mereka. Jadikan diri Anda biasa berkomunikasi dengan orang-orang seperti itu.

Ketika Anda sudah diketahui, dekat, dan bahkan diingat oleh wanita-wanita tadi maka Anda berpeluang besar menggaet mereka sebagai pasangan. Intinya tebarkanlah dulu benih-benih kebaikan dan niat membangun hubungan yang baik. Mudah-mudahan dengannya Anda lebih mudah mendapatkan pasangan.

Itulah dua strategi dasar yang saya terapkan dalam kehidupan pribadi saya. Intinya, manfaatkan waktu Anda dengan baik. Kalau bisa tunda dulu pacaran agar Anda bisa lebih fokus pada membangun kehidupan yang baik di masa depan.

Nah rekan pembaca sekalian, itulah 5 kiat sukses berbisnis bagi Anda yang masih sekolah/kuliah. Intinya Anda harus bisa :

  • berpikir positif,
  • membagi waktu dengan efektif,
  • memanfaatkan waktu dengan baik,
  • mengerjakan prioritas dan tanggung jawab,
  • plus Anda terus menerus belajar.

Ketika semua hal di atas sudah Anda lakukan secara rutin maka dapat dipastikan Anda akan menjadi figur yang sukses.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *