5 Tips Untuk Kamu yang Berbisnis Sambil Kuliah/Kerja

Di era saat ini, berbisnis di usia muda bukanlah hal yang aneh. Tak sedikit generasi muda yang sudah mandiri dengan berbisnis sendiri. Entah itu mereka yang masih SMA, kuliah, ataupun yang mulai menapaki tangga karir di perusahaan.

Lantas, bagaimana tips untuk yang berbisnis sambil kuliah/kerja?

Dalam posting ini saya akan bagikan 5 tips untuk Anda yang berbisnis sambil kuliah/kerja.

1. Pilih Bidang Bisnis yang Anda Nikmati

Menurut saya, inilah tips yang paling penting. Usahakan agar Anda memilih bidang bisnis yang Anda nikmati. Bidang ini bisa bidang yang berkaitan dengan passion atau hobi Anda. Kenapa? Sebab ketika Anda menjalani bisnis yang Anda nikmati, tingkat stres Anda bisa berkurang. Anda akan lebih enjoy menjalaninya. Dengan demikian, Anda tidak merasa terbebani.

Hal inilah yang saya lakukan. Saya menjalani bisnis online. Kegiatan yang saya lakukan antara lain mengembangkan website dengan berbagai topik, membuka kursus online, dan menulis buku. Saya tidak terbebani melakukan hal-hal tadi, karena itu merupakan passion saya. Saya senang mengajar/memberikan edukasi, saya senang menulis, saya senang membangun komunitas pembaca di internet. Alhasil, ketika saya libur atau  kuliah pun saya tetap dengan enjoy menjalankan semua aktivitas tersebut.

Lantas, bagaimana dengan Anda?

Solusi lain yang juga menarik adalah Anda bisa bekerja atau kuliah di bidang yang Anda sukai. Dengan demikian, Anda tidak akan terbebani saat menjalani kuliah/kerja.

2. Istirahat dan Beri Hiburan yang Cukup Untuk Anda

Untuk berbisnis sambil kuliah/kerja, butuh tenaga yang luar biasa besar. Bukan, ini tidak seperti saat Anda harus mendorong mobil sendirian. Yang saya maksud adalah tenaga dalam arti lain. Anda harus mencurahkan energi, pikiran, dan waktu Anda pada beberapa hal sekaligus.

Saya pun mengalami betapa tidak mudahnya berbisnis sambil kuliah. Di saat tugas-tugas kuliah menumpuk, pekerjaan bisnis menunggu, maka di situlah kekuatan saya (dan Anda) diuji. Sanggupkah kita mengatasi tekanan-tekanan tersebut?

Bagi saya, tips untuk menghadapi tekanan dan tuntutan tadi adalah beristirahat dengan cukup. Meskipun tidak mudah, tapi cobalah sebisa mungkin Anda tidur 7 – 8 jam per hari. Saya tahu ini tidak gampang, tapi dengan manajemen waktu yang baik, harusnya kita bisa menyisihkan waktu yang cukup untuk istirahat.

Pada orang lain mungkin berbeda. Mungkin ada yang sanggup tidur hanya 4 – 5 jam per hari. Namun, bagi saya, tidur cukup itu penting untuk kesegaran.

Selain itu, berikan juga diri Anda hiburan. Hiburan ini bisa berupa liburan yang Anda jalankan di waktu senggang (liburan 3 hari ke Bali di akhir pekan itu sangat bagus), melakukan hobi, mendengarkan musik, menonton serial atau film favorit Anda, dan lain sebagainya. Sibuk boleh, produktif harus, tapi jangan lupa nikmati hidup Anda.

Pengalaman saya, setiap kali menjalankan aktivitas bisnis online, saya selalu ditemani musik-musik favorit. Salah satunya, saya sering memutar lagu-lagu The Scritp dengan cukup keras. Alunan musik tadi membuat saya lebih nyaman untuk bekerja. Ini salah satu lagu The Script favorit saya.


Saya sudah mengalami sendiri betapa menantangnya berbisnis sambil kuliah. Belum lagi jika di kampus/di tempat kerja kita harus melakukan hal lain, seperti mengurus organisasi, mengerjakan project perusahaan, mengerjakan tugas kelompok, dan banyak lagi. Belum lagi jika teman sekelompok kita tidak terlalu kompatibel dengan kita. Wah tambah menantang lagi itu. Tapi yakinlah, itu ujian untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan keterampilan Anda.

3. Buat Skala Prioritas dan Disiplin

Buatlah skala prioritas. Dari sekian banyak aktivitas yang harus Anda lakukan, pilihlah mana yang paling penting, mendesak, dan harus segera diselesaikan. Untuk aktivitas yang penting tapi tidak mendesak, Anda bisa tunda dulu hal tersebut.

Pisahkan aktivitas Anda menjadi dua, yakni aktivitas bisnis dan aktivitas kuliah/kerja. Anda harus tahu mana yang paling penting. Di antara kuliah atau bisnis, bagi saya, bisnis yang lebih penting. Untuk itu, semua energi terbesar saya curahkan untuk bisnis. Tugas-tugas kuliah, bagi saya, adalah yang nomor dua.

Dengan strategi ini, saya sesegera mungkin menyelesaikan tugas kuliah. Begitu tugas dan urusan kuliah selesai, saya punya lebih banyak waktu untuk urusan bisnis. Saat mengerjakan tugas tadi, orientasi saya adalah yang penting selesai dulu. Saya mengerjakan tugas sebaik mungkin, tapi saya tidak mengincar kesempurnaan. Porsi terbesar energi dan fokus saya arahkan ke bisnis.

Kita juga perlu terbiasa berkata tidak pada hal-hal yang menganggu skala prioritas kita. Misalkan, ada tawaran untuk mengerjakan hal lain, ada permintaan untuk melakukan hal lain, maka saya akan menghindari hal tersebut. Saya akan berkata tidak untuk hal-hal yang bukan prioritas saya.

Yang tak kalah penting adalah disiplin. Disiplin dalam menggunakan waktu dan menepati komitmen + skala prioritas Anda.

4. Miliki Kebiasaan

Tubuh manusia bekerja dalam sebuah sistem yang tertatur dan terbiasa. Maksudnya begini. Bagi orang yang hidupnya teratur, maka segala sesuatu akan teratur. Contoh, jika selama 4 hari Anda terbiasa bangun jam 5 pagi, maka seterusnya Anda akan dengan mudah bangun di jam 5 pagi. Tanpa perlu dibangunkan alarm pun Anda akan bisa bangun jam 5 pagi. Hal ini terjadi karena tubuh kita sudah terbiasa dengan sistem tersebut.

Namun jika Anda memaksakan tubuh Anda untuk tidur jam 1 malam, bangun jam 11 siang selama berhari-hari, maka itu akan jadi kebaisaan Anda. Jam tidur Anda akan berubah.

Kebiasaan ini penting agar kita memberi tahu tubuh kita kapan harus merasa lelah, kapan harus menyediakan semangat dan energi super besar, kapan harus olahraga, kapan harus menikmati hiburan, dan sebagainya.

Tiap orang pasti punya prime time-nya. Prime time adalah istilah yang saya gunakan untuk menyebut kapan waktu terbaik dalam sehari. Bagi sebagian orang, mereka jauh lebih produktif dan semangat mengerjakan sesuatu di pagi hari (misal jam 6 – jam 9). Nah jika itu adalah prime time Anda, maka lakukanlah aktivitas utama dan paling penting di jam tersebut. Namun jika prime time Anda justru pada jam 4 sore – 8 malam, maka lakukanlah aktivitas terpenting di jam tersebut.

Hanya Anda yang tahu kapan waktu terbaik Anda. Jadi bersikaplah secara fleksibel sesuai diri Anda.

5. Bijak Dalam Memanfaatkan Waktu Akhir Pekan

Di akhir pekan, biasanya kita akan punya lebih banyak waktu. Jika Anda belum berkeluarga, maka sudah tentu weekend Anda akan lebih bebas. Anda tidak harus menghabiskan waktu bersama pasangan (apalagi jika Anda single), atau bermain bersama anak-anak. Jika demikian, maka waktu tersebut bisa Anda fokuskan untuk urusan bisnis.

Saya pun melakukan hal demikian. Saya punya jadwal kuliah yang sudah saya susun. Selama Rabu – Sabtu saya kuliah. Selain hari tersebut saya bisa memfokuskan diri pada urusan bisnis. Meskipun tak selalu ideal (misal : di hari Senin saya harus menyelesaikan tugas liputan), jadwal ini cukup membantu. Di akhir pekan pun, saya melakukan lebih banyak hal untuk meningkatkan produktivitas. Tak jarang, dari pagi hingga sore (bahkan malam), saya menghabiskan waktu untuk urusan dan pengembangan bisnis. Saya tak terbebani, sebab kembali ke poin nomor 1, bisnis merupakan sesuatu yang saya nikmati.

Hal Penting Lainnya…

Apa yang saya bahas tadi adalah tips berdasarkan pengalaman saya. Setiap orang punya pengalaman, kebiasaan, dan tuntutan yang berbeda. Untuk itu, hanya Anda yang tahu bagaimana mengatur dan memanfaatkan waktu Anda. Namun mudah-mudahan tips tadi bisa memberi inspirasi ataupun ide bagi Anda.

Hal penting lainnya adalah jika Anda berbisnis sambil kuliah/kerja, upayakan memilih bisnis yang bisa dikerjakan secara fleksibel. Maksudnya adalah bisnis tersebut tidak harus menuntut kehadiran Anda sepanjang hari, sepanjang minggu. Contoh bisnis semacam ini misalnya bisnis yang berkaitan dengan teknologi digital (misal : menjual jasa desain, menyediakan jasa pembuatan web, menjadi YouTuber/blogger, bisnis toko online, dsb), bisnis perkebunan/peternakan, dan banyak lagi.

Salah satu kerabat saya punya kebun kelapa sawit. Di hari kerja ia bekerja di kantoran. Namun di akhir pekan, ia mengurusi kebun tersebut. Kalau tak salah, kelapa sawit ini bisa dipanen hanya dalam hitungan minggu. Nah, ia hanya turun ke kebun saat masa panen itulah. Jadi, ia tidak harus sepanjang hari dan pekan ada di kebun tersebut.

Cara lain adalah delegasikan pekerjaan Anda pada orang/teknologi. Anda dapat mempekerjakan orang untuk mengurusi hal-hal yang bisa Anda delegasikan. Misal hal seperti pengemasan barang, pengiriman barang, mendesain iklan Anda, dsb. Dengan demikian, Anda punya lebih banyak waktu  untuk mengerjakan hal lainnya.

Semoga sharing kali ini menginspirasi.

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *