Analisis Marketing Mix Untuk Meningkatkan Penjualan

Ketika kita berbicara tentang menghasilkan income tambahan atau meraih passive income, maka salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan membuka bisnis sendiri. Memulai bisnis itu relatif mudah, namun mengembangkan bisnis adakalanya tidak mudah.

Salah satu tantangan yang kerap dijumpai oleh mereka yang baru memulai bisnis adalah bingung bagaimana memasarkan produk mereka. Tanpa adanya pemasaran, penjualan akan sedikit. Ketika penjualan sedikit maka bisa jadi pendapatan juga akan sedikit. (Baca juga : Bagaimana Cara Memasarkan Bisnis Baru. )

Dalam memasarkan produk, ada pendekatan yang dinamakan dengan marketing mix. Marketing mix adalah sekumpulan variabel pemasaran yang dapat dikendalikan dan dimaksimalkan perusahaan guna mencapai tingkat penjualan yang tinggi. Ada empat aspek utama yang populer dalam marketing mix. Empat aspek tersebut antara lain : product, price, promotions, place.

Nah marketing mix ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang baru memulai bisnis. Melakukan analisis terhadap marketing mix dapat membantu meningkatkan penjualan produk Anda. Lantas, bagaimana cara memanfaatkan marketing mix untuk peningkatan penjualan? Kita akan membahas jawaban lengkapnya dalam tulisan berikut.

Keberhasilan Penjualan = Keberhasilan 4 Aspek Pemasaran

Pasti Anda kenal betul dengan dua produk ini.

Indomie.

coca cola

Kira-kira apa yang menyebabkan Indomie begitu laris di Indonesia? Apa pula yang menyebabkan Coca-Cola sangat dikenal di Indonesia?

Keberhasilan pemasaran produk-produk tadi tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan mereka mengoptimalkan 4 P (Product, Price, Promotions, dan Place). Penjelasannya sebagai berikut.

Kita ambil contoh produk Indomie. Indomie merupakan salah satu produk yang paling populer di Indonesia. Orang-orang dari Sabang sampai Merauke pasti kenal dengan produk ini. Kalau kita analisis dari pendekatan marketing mix, maka berikut keunggulan Indomie.

  • Product. Kenapa orang-orang senang mengonsumsi Indomie? Sudah tentu karena produk ini cocok dikonsumsi masyarakat Indonesia. Mulai dari masyarakat kelas bawah hingga masyarakat kelas atas pasti pernah mengonsumsi Indomie. Artinya produk ini dapat diterima oleh semua kalangan. Singkatnya, produsen Indomie sudah berhasil membuat produk yang disukai. Ketika produk kita disukai, maka kemungkinan besar orang-orang akan terus membeli dari kita.
  • Price. Harga jual Indomie termasuk terjangkau. Dengan harga kira-kira 2.000 – 2.500 Rupiah per bungkus, orang-orang dapat dengan mudah membeli Indomie. Singkatnya, strategi pricing Indomie sudah sangat baik.
  • Promotions. Sejak puluhan tahun yang lalu hingga hari ini, kita sudah biasa menjumpai iklan Indomie di berbagai media. Entah itu di media cetak (macam koran, majalah, dsb), televisi, atau bahkan di media baru (internet). Dengan upaya promosi yang gencar, produsen berhasil mengenalkan Indomie ke banyak orang. Bisa dibilang Indomie termasuk berhasil dalam aspek promosi.
  • Place. Selain unggul dalam tiga aspek yang sudah saya sebutkan, Indomie juga unggul dalam aspek place. Produk-produk Indomie dapat dengan mudah kita dapatkan. Mulai dari di warung pinggir jalan, minimarket, hingga supermarket, kita bisa dengan mudah mendapatkan produk Indomie. Artinya distribusi produk Indomie sudah sangat baik.

Perpaduan dari empat aspek di ataslah yang menajdikan produk Indomie sukses di pasaran. Selain itu, brand Indomie yang sudah sangat kuat tentu menjadi keunggulan tersendiri dibanding produk-produk pesaing. Jika saja Indomie gagal di satu aspek maka sudah pasti produknya tidak akan seberhasil sekarang. Singkatnya, agar produk kita sukses di pasaran kita harus bisa mengoptimalkan keempat aspek di atas.

Kegagalan Marketing Mix Berarti Kegagalan Produk

Ketika kita gagal di salah satu aspek dalam marketing mix, kemungkinan besar produk kita juga akan gagal di pasaran. Contoh produk yang gagal dalam marketing mix misalnya jejaring sosial Google Plus. Google Plus adalah situs jejaring sosial milik Google yang diluncurkan pada tahun 2011. Awalnya Google mengembangkan media sosial ini sebagai upaya untuk menyaingi Facebook. Sayangnya, hingga kini Google Plus tidak terlalu berhasil.

Jumlah akun terdaftar di Google Plus memang sangat banyak (mencapai lebih dari 1 miliar akun). Hanya saja, jumlah pengguna aktif tidak sampai 10 %. (Hal ini sesuai data dari Edward Mobis yang saya lansir dari Liputan6.com.)

google plus

Dari sini dapat kita lihat bahwa ternyata Google Plus belum mampu mengalahkan Facebook sebagai jejaring sosial nomor satu dunia.

Jika dilihat dari aspek 4 P maka kegagalan Google Plus ada pada produk.

  • Untuk aspek price, Google Plus tidak mengalami masalah sebab layanan mereka disediakan secara gratis.
  • Selain itu, untuk place, Google Plus juga tidak mengalami masalah sebab produk ini dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja yang terkoneksi ke internet.
  • Demikian pula dengan aspek promotions, Google sudah mempromosikan jejaring sosial ini dengan berbagai cara. Jejaring sosial ini juga sudah cukup dikenal di kalangan pengguna internet.

Kekurangan Google Plus adalah pada produk jejaring sosial mereka. Fitur yang ditawarkan memang sudah komplit. Hanya saja, produk Google Plus tetap saja tidak mampu menyedot pengguna untuk beralih dari Facebook. Banyak yang menganggap bahwa media sosial Google Plus tidak benar-benar original. Mereka (Google Plus) tidak punya ciri khas. Alhasil sampai saat ini, Google Plus belum mampu menggusur posisi Facebook dan Twitter sebagai jejaring sosial yang paling banyak digunakan.

Pelajaran yang Bisa Kita Petik

Startup Stock Photos

Dari dua contoh kasus di atas, terlihat bahwa keberhasilan suatu produk di pasaran hanya akan tercapai kalau si perusahaan mampu mengoptimalkan empat aspek marketing tadi. Dengan demikian, jika ingin produk kita sukses di pasaran maka kita harus mengoptimalkan empat aspek marketing mix.

Jika saat ini produk kita masih kurang laku, maka pasti ada komponen marketing mix yang tidak terpenuhi. Mungkin produk kita kurang sesuai dengan selera pasar, mungkin distribusi produk kita yang masih kacau, atau justru promosi yang kurang.

Poin penting yang ingin saya sampaikan adalah analisis lah produk Anda. Jika produk Anda belum terlalu laku, cari tahu di mana kelemahan produk Anda. Apakah di promosi yang kurang, penetapan harga yang salah, distribusi dan penempatan produk yang kurang, atau justru produk Anda yang memang tidak sesuai kebutuhan market?

Setelah kita mengetahui kelemahan produk kita, barulah kita melakukan perbaikan. Jika misalkan promosi produk kita masih kurang, maka tingkatkan promosi. Jika misalkan produk kita yang bermasalah, maka tingkat kualitas produk kita. Pastikan produk Anda ditujukan untuk target market yang tepat. Intinya, Anda perlu tahu betul siapa target pasar produk Anda. Anda juga harus tahu masalah apa yang sebenarnya dihadapi oleh target pasar Anda. Jadikan produk Anda sebagai solusi atas masalah mereka.

Nah teman, tujuan tulisan ini adalah untuk mengajak kita semua merenung. Selanjutnya kita mencari tahu di mana kelemahan produk kita. Berikutnya segera perbaiki kekurangan tersebut. Mudah-mudahan dengannya produk kita akan semakin laris manis.

Jefferly Helianthusonfri

Follow akun Instagram @JefferlyHelian untuk mengikuti update tulisan saya via Instagram.

banner 4

1 Comment

  1. Lisunews

    Pada prakteknya penerapan ilmu marketing mix memang tidak mudah. Konsepnya sering dipelajari di bangku kuliah..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *