Bagaimana Cara Marketing Bisnis Baru?

cara marketing bisnis baru

Memulai bisnis itu relatif mudah. Yang tidak mudah adalah mengembangkan bisnis tersebut.

Pada dasarnya, siapapun dapat memulai bisnis. Namun yang kerap jadi persoalan adalah cara menjadikan bisnis tersebut dikenal dan kemudian kita punya banyak pelanggan.

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh mereka yang baru memulai bisnis adalah : bagaimana cara memasarkan bisnis yang baru? Bagaimana cara marketing bisnis baru?

Dalam tulisan ini, saya akan berbagi tips dan kiat untuk memasarkan bisnis yang baru dimulai.

Ketahui Siapa Target Pasar Anda

Saya akan membahas strategi marketing dari pendekatan komunikasi. Marketing dan public relations adalah dua pokok bahasan yang kita ulas dalam tulisan ini.

Langkah pertama untuk memasarkan bisnis adalah dengan mengetahui inti dari bisnis Anda. Setelah memahami inti (esensi) bisnis Anda, barulah Anda harus mengetahui siapa target pasar Anda.

Apa itu esensi bisnis? Sederhananya, Anda harus tahu apa yang sebenarnya Anda jual.

Contoh, perbankan adalah bisnis kepercayaan. Kepercayaan adalah inti dari bisnis perbankan. Ya, memang produk perbankan itu bermacam-macam. Entah itu tabungan, deposito, pinjaman, kartu kredit, dan lain sebagainya. Namun, inti dari semua itu adalah bisnis kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, mustahli sebuah bank bisa berdiri dan melayani nasabahnya. Tanpa adanya kepercayaan, mana mungkin orang mau menyimpan dananya di bank. Jika mau menghancurkan sebuah bank, maka hilangkanlah kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut. Ketika kepercayaan hilang, otomatis sebuah bank akan ambruk.

Anda harus tahu betul apa yang sebenarnya Anda jual. Ambil contoh, Anda punya warung makan di dekat kampus. Apa yang sebenarnya Anda jual? Yang Anda jual adalah makanan untuk mahasiswa, dosen, ataupun orang-orang di sekitar kampus tersebut.

cara marketing bisnis baru

Untuk menemukan ide-ide pemasaran yang kreatif, kita harus tahu dulu siapa target pasar kita.

Dengan memahami inti bisnis, Anda akan tahu siapa target pasar Anda. Tak hanya itu, Anda juga akan tahu layanan/produk seperti apa yang harus dihadirkan untuk si target pasar. Hal ini nantinya akan mempengaruhi positioning bisnis/brand Anda.

Misalkan Anda buka warung makan di sekitar kampus A. Target pasar Anda adalah mahasiswa kampus A tadi. Nah, Anda perlu mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh mahasiswa kampus A tadi. Apakah makanan yang mahal, kualitas premium, dengan fasilitas super lengkap (seperti AC, musik live, ruangan yang sangat elegan dan mewah)? Atau justru makanan yang enak, relatif murah, dan sesuai selera mahasiswa?

Jika target pasar Anda adalah mahasiswa yang mau makan siang, maka kemungkinan besar produk yang Anda hadirkan adalah produk yang kedua (makanan yang enak, relatif murah, dan sesuai selera mahasiswa). Dengan demikian, positioningnya adalah warung Anda merupakan warung makan yang pas untuk kantong dan selera mahasiswa. Alhasil, fokus utama Anda adalah menyediakan warung makan yang sesuai dengan positioning tadi.w

Tentu positioning ini akan berbeda jika target pasar Anda beda. Mungkin target pasar Anda adalah para eksekutif muda yang butuh tempat makan siang, yang mana tempat tersebut nyaman untuk dipakai meeting. Jika mereka merupakan target pasar Anda, tentu positioning dan kemasan produk Anda juga harus diubah.

Sampai di sini, yang ingin saya tegaskan adalah kita harus tahu betul apa esensi produk kita. Lalu kita juga harus tahu siapa target pasar produk kita.

Cara Menjangkau Target Pasar

Untuk bisa menjangkau target pasar, maka kita perlu melakukan yang namanya komunikasi. Komunikasi ini bisa bermacam-macam, entah itu komunikasi massa, komunikasi publik, ataupun komunikasi antarpribadi. Agar lebih jelas, berikut berbagai saluran komunikasi yang dapat Anda manfaatkan untuk memasarkan sebuah bisnis baru.

  • Media massa, seperti koran, televisi, radio, atau media online.
  • Ruang publik, seperti blog dan media sosial (Facebook, twitter, Instagram, dsb).
  • Referensi pribadi.
  • Lokasi yang dekat dengan target pasar.

Media massa adalah media yang dipakai untuk kegiatan komunikasi massa. Contoh media massa : koran, media online, televisi, dan radio. Jika Anda ingin memasarkan bisnis melalui media massa, maka ada dua strategi utama yang bisa digunakan. Dua stragei tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Publisitas. Dengan strategi ini, Anda berupaya menjadikan bisnis Anda diliput oleh media. Ketika bisnis Anda diliput oleh media, bisnis Anda akan mendapatkan publisitas secara gratis. Anda tidak perlu membayar untuk iklan, tapi bisnis Anda akan tampil di media. Strategi ini kerap kali diandalkan oleh para public relations suatu perusahaan. Contoh nama yang sering mendapatkan publisitas misalnya Go-jek, Tokopedia, ataupun Mataharimall.com. Di tahun 2015, Go-jek sering sekali diberitakan oleh media (khususnya media online). Ketika Go-jek diberitakan di media online, Go-Jek mendapatkan publisitas. Go-jek makin dikenal tanpa perlu membayar si media. Hal yang sama juga dapat Anda lakukan. Jadikan bisnis Anda sering diliput secara positif oleh media.
Contoh publisitas yang didapat oleh Go-Jek. Go-Jek sering diberitakan oleh Kompas.com.

Contoh publisitas yang didapat oleh Go-Jek. Go-Jek sering diberitakan oleh Kompas.com.

  • Iklan. Dengan cara ini, Anda akan membayar untuk spot di media. Entah itu spot dalam bentuk advertorial ataupun dalam bentuk iklan. Intinya, Anda akan membayar media guna mempromosikan bisnis Anda. Cara ini juga bisa dilakukan jika memang pas dan Anda punya budget untuk iklan.

Referensi pribadi. Untuk bisnis apapun, referensi pribadi termasuk salah satu sarana pemasaran yang paling ampuh. Ketika kita ingin membeli suatu produk (misalkan hapndphone), kita biasanya akan bertanya kepada orang lain. Entah itu kepada keluarga, teman, rekan, dan sebagainya. Kita cenderung membeli produk/jasa yang direkomendasikan oleh orang-orang dekat kita.

Dalam bisnis jasa, referensi pribadi punya peranan yang sangat penting. Ketika butuh jasa tertentu (misal jasa desain), sebagian orang biasanya akan meminta referensi dari teman mereka. Sudah tentu, bagi Anda yang berbisnis jasa, jasa Anda harus direkomendasikan oleh orang-orang.

Bagi Anda yang menjalankan bisnis dengan konsep B2B (bisnis to bisnis), maka tentu referensi pribadi sangat penting. Keputusan pembelian dari seorang direktur/pembuat kebijakan pasti dipengaruhi oleh orang-orang di dekat mereka. Untuk itu, ketika bisnis Anda bisa direkomendasikan oleh orang-orang dekat si direktur/pebuat kebijakan, tentu si pembuat kebijakan akan lebih yakin untuk membeli dari Anda.

Lokasi. Lokasi termasuk salah satu faktor terpenting dalam pemasaran, khususnya bagi Anda yang berbisnis secara offline. Contoh, jika Anda punya usaha warung makan, akan lebih baik kalau usaha Anda berlokasi di tempat yang cocok. Misalkan di dekat kantor, kampus, atau kos-kosan.

Ketika usaha Anda berlokasi di jalur yang sering dilalui oleh target pasar, maka itu sudah jadi marketing. Makin sering target pasar lewat di depan toko/warung Anda, mereka akan semakin ingat dengan usaha Anda. Alhasil, ketika mereka butuh sesuatu, mereka akan membeli dari Anda. Kenapa? karena mereka ingat Anda dan mereka bisa dengan mudah menjangkau lokasi usaha Anda.

Lokasi termasuk salah satu faktor penting dalam bisnis. Oleh karena itu, penting berinvestasi pada properti.

Lokasi termasuk salah satu faktor penting dalam bisnis. Oleh karena itu, penting berinvestasi pada properti.

Oleh karena itulah, bagi Anda yang berbisnis secara offline, penting untuk berinvestasi pada properti yang terletak di lokasi strategis. Bahkan, ada kalanya lebih baik berinvestasi pada lokasi dibanding investasi ke biaya iklan atau marketing.

Teman-teman, itulah beberapa saluran promosi yang dapat kita gunakan untuk me-marketingkan bisnis baru. Tadi kita baru membahas cara promosi dengan memanfaatkan media massa dan sedikit tentang refernsi pribadi.

Namun jangan kuatir, pembahasan kita belum selesai. Lanjutan dari pembahasan ini dapat Anda baca di artikel seri ke-2. Di artikel seri ke-2 nanti, saya akan membahas secara lebih mendalam tentang cara memanfaatkan internet marketing untuk pemasaran bisnis baru. Nantikan artikel seri ke-2 di posting berikutnya.

Salam Super Suskes!

Jefferly Helianthusonfri

kursus bisnis terlengkap

4 Comments

  1. Bekam Sinergi

    utk mendapat publisitas apakah kita harus membayar si media online tersebut?

  2. Passive07 (Post author)

    @Bekam Sinergi. Ada beberapa tipe publisitas. Ada yang berbayar, ada pula yang tidak harus membayar. Kalau perusahaan/bisnis kita mengadakan event, lalu event tersebut diliput oleh media, maka itu sudah jadi salah satu publisitas buat kita. Supaya event bisa diliput media, maka bisa melakukan media partnership.

    Kendati demikian, ada juga contoh di mana kita membayar media online supaya konten kita dimuat di media tersebut (dalam bentuk advertorial).

  3. franky honda bogor

    Pak Jeff saya ingin bertanya bagaimana peluang internet marketing dengan banyaknya bisnis Internet marketing yang sangat menonjol sekali saat ini, dimana para anak-anak muda dengan kemampuan IT yang luar biasa bisa melihat peluang bisnis yang luar biasa luas ini dan sekarang menguasai sekali dunia marketing..terima kasih Pak Jeff

  4. Masmino

    Mantaappp artikelnya terima kasih jagoan pasif income, sdh berbagi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *