Cara Jadi Pebisnis Sukses : Jadikan Bisnis Sebagai Sebuah Permainan

Bagaimana cara berlatih untuk menjadi pebisnis sukses?

Bagaimana cara mendidik anak supaya mereka punya jiwa entrepreneurship?

Bagaimana cara jadi pebisnis sukses?

Jawabannya adalah dengan menjadikan bisnis sebagai sebuah permainan. Jadikan bisnis sebagai sebuah permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Bagaimana cara menjadikan bisnis sebagai sebuah permainan? Bagaimana cara belajar bisnis yang ampuh lewat permainan? Temukan pembahasan menariknya pada tulisan berikut ini.

Robert Kiyosaki Mengajak Orang-Orang Untuk “Bermain”

Salah satu pemikiran yang sangat mempengaruhi pola pikir saya dalam berbisnis adalah pemikiran-pemikiran dari Robert Kiyosaki. Hal ini tidak mengherankan sebab buku-buku bisnis dan pengembangan diri yang saya baca di awal-awal proses pembelajaran saya adalah buku-buku dari Robert Kiyosaki. Kalau tidak salah, saya pertama kali membaca buku Robert Kiyosaki saat saya masih SMP kelas 3. Waktu itu buku yang saya baca adalah Cashflow Quadrant.

4 quadrant robert kiyosaki

Cashflow Quadrant merupakan sebuah buku yang membahas tentang 4 tipe kuadran dalam kegiatan kita menghasilkan uang. Ada 4 tipe kuadran, yakni sebagai berikut.

  • E untuk Employee (karyawan). Orang-orang yang ada di kuadran ini menghasilkan uang dengan cara menjadi karyawan (dibayar dengan gaji tetap oleh perusahaan).
  • Self Emolyed (pekerja lepas, orang yang jadi bos dari diri sendiri). Orang-orang yang ada di kuadran ini menghasilkan uang dengan cara menjual keahliannya kepada orang lain. Ia punya bisnis, tetapi ia sendiri yang menjalankan bisnis tersebut. Contoh orang-orang S misalnya : dokter, desainer, montir, dan masih banyak lagi.
  • Business (pemilik bisnis). Sumber penghasilan mereka dari aset bisnis yang mereka miliki. Contoh figur  : Mark Zuckerberg (pendiri Facebook) dan Bill Gates (pendiri Microsoft). Orang-orang di kuadran ini bisa menghasilkan uang tanpa harus aktif bekerja (karena mereka punya passive income). Mereka memiliki bisnis yang bisa berjalan tanpa campur tangan pemiliknya.
  • Investor. Penghasilan mereka berasal dari portofolio investasi yang mereka miliki. Entah itu dari saham, properti, reksadana, dan berbagai bentuk investasi lainnya.

Nah tidak hanya mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang 4 kuadran tadi, setelah membaca buku-buku Robert Kiyosaki saya pun semakin menyadari bahwa permainan adalah bentuk pembelajaran yang sangat efektif. Robert Kiyosaki memang menjual permainan lewat perusahaannya. Permainan yang ia jual adalah permainan Cashflow dan berbagai permainan edukatif seputar finansial. Tak heran ia sering mengampanyekan bahwa proses belajar yang efektif itu lewat permainan. Terlepas dari beragam pro dan kontra terhadap Robert Kiyosaki, saya menganggap pemikiran beliau banyak mengilhami saya yang waktu itu masih SMP dan menjelang masuk SMA.

Saya pun sependapat bahwa permainan merupakan bentuk pembelajaran yang efektif. Mengapa? Sebab kalau kita hanya belajar dengan membaca buku atau mendengarkan guru, atau ikut seminar doang, maka kita baru sampai pada batas tahu. Tahu teknik yang dahsyat, tetapi tidak digunakan ya sama aja boong. Ada 3 tahapan pembelajaran, yakni :

  • tahu,
  • paham (mengerti),
  • melakukan.

Untuk sekadar tahu kita cukup membaca buku atau mendengarkan kuliah. Nah untuk sampai pada tahap paham maka kita harus berpikir lebih mendalam. Untuk tahap yang paling penting (tahap melakukan) maka kita harus praktik. Praktik ini bisa dengan berbagai cara, bisa dengan praktik langsung di lapangan atau praktik lewat simulasi.

Dalam konteks bisnis, permainan seperti monopoli merupakan sebuah bentuk simulasi. Saat kita melakukan simulasi, kita belajar seolah-olah kita sedang praktik langsung. Tentu saja, jelas bahwa belajar lewat simulasi akan lebih efektif dibanding kalau belajar dengan hanya sekadar membaca atau ikut seminar. Sebab dalam simulasi peserta didik terlibat langsung dan ikut praktik.

Bahkan saat saya bertemu dan ikut workhsop dari Arief Widhiyasa (founder dan CEO Agate Studio ) pada Maret 2015, beliau menyampaikan bahwa permainan itu sarana belajar yang sangat efektif. Mengapa? Karena melalui permainan seseorang bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Permainan yang edukatif bisa menjadi solusi agar anak-anak semakin semangat untuk belajar.

Menjadikan Bisnis Sebagai Sebuah Permainan

Sebagai seorang yang usianya masih amat muda (18 tahun), saya merasa beruntung sebab saya belum punya tanggung jawab sebesar orang-orang tua. Selain karena saya masih single, usia saya masih begitu muda sehingga saya seolah “bebas” untuk membuat kesalahan. Alhasil dengan hal-hal ini saya dapat menganggap bisnis sebagai sebuah permainan monopoli di dunia nyata. Tentu hal ini tidak akan mudah bagi mereka yang telah berkeluarga, punya tanggung jawab terhadap anak dan istri. Kalau mereka gagal maka keluarga akan menanggung dampaknya.

Untuk itu bagi Anda yang masih muda, maka mari belajarlah sebebas mungkin. Jangan takut gagal. Anggap bisnis sebagai sebuah permainan monopoli di dunia nyata. Sementara itu, bagi Anda yang mungkin tidak semuda saya atau teman-teman yang masih sangat muda, Anda juga bisa memandang bisnis sebagai sebuah permainan monopoli di dunia nyata.

Ketika kita memandang bisnis sebagai sebuah permainan kita akan lebih enjoy dalam menjalankan bisnis. Dalam sebuah permainan, terkadang hasil akhir bukanlah sesuatu yang begitu didewakan. Dalam sebuah permainan, kerja tim dan proses mencapai keberhasilanlah yang paling penting.

Bisa punya uang 1 milyar Rupiah itu pasti enak sekali. Hanya saja, lebih enak mana, dapat 1 milyar yang tiba-tiba seolah jatuh dari langit atau dapat 1 milyar karena proses belajar dan kerja keras Anda?

Lebih nikmat yang mana?

Bagi saya pribadi nilai uang bisa sama, tetapi rasanya bisa berbeda. Rasa terhadap nilai uang sangat dipengaruhi bagaimana kita mencapai hasil tersebut. Menikmati perjalanan dan proses itu adalah salah keindahan yang kita dapatkan dari hidup. Seseorang yang tahu-tahu langsung kaya sejak lahir mungkin tidak menjalani proses belajar, tidak tahu rasanya pahit manis kehidupan, dan berbagai proses pembentukan lainnya. Beda dengan orang yang berjuang mulai dari nol, jelas ia akan tahu betul seperti apa proses hidup itu. Saya yakin hidupnya juga pasti akan sangat berwarna.

Bagaimana cara menjadikan bisnis sebagai sebuah permainan?

Jadikan rutinitas Anda dalam berbisnis seperti layaknya Anda bermain monopoli. Saat Anda membeli aset baru jadikan itu seperti layaknya Anda sedang main monopoli. Saat Anda membayar biaya atas liabilitas maka anggap sedang membayar biaya di permainan monopoli.

Saat anak Anda ingin mencoba berbisnis maka modali dan bekali mereka dengan pengetahuan yang tepat. Biarkan mereka mencoba dan menghabiskan jatah gagal mereka.

Mulai sekarang mari kita lebih bergembira dalam membangun karir dan bisnis. Nikmati prosesnya sebab bisnis itu seperti sebuah permainan. Teruslah belajar dan jadilah lebih baik dalam permainan Anda. 🙂

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *