Bagaimana Cara Mendapatkan Passive Income dari Royalti?

Royalti merupakan salah satu bentuk passive income. Ketika seseorang menerima royalti maka orang tersebut menerima passive income. Mengapa? Karena ia mendapatkan uang (dalam bentuk royalti) saat ia tidak sedang aktif bekerja. Nah, pada tulisan kali ini saya akan membahas secara mendalam mengenai cara mendapatkan passive income dari royalti. Setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda menjadi tertarik dan siap menuangkan kreativitas Anda ke dalam bentuk sebuah karya yang nantinya dapat menjadi sumber royalti Anda.

Sumber-Sumber Royalti

Ada banyak sumber royalti. Biasanya, royalti di dapat dari penggunaan suatu karya yang hak ciptanya kita miliki. Contoh, kita menulis buku, lalu buku tersebut diterbitkan dan dijual di Gramedia. Nah, di luar dugaan ternyata buku kita tadi laris manis. Setiap kali buku kita terjual kita akan mendapatkan imbalan berupa royalti. Royalti ini nantinya akan dibayarkan dalam periode tertentu. Profesi penulis buku termasuk salah satu profesi yang menerima royalti.

Selain buku, karya lain seperti musik, desain ataupun karya-karya dengan hak cipta lainnya juga bisa menjadi sumber royalti. Intinya, ketika kita ingin dibayar dengan royalti, kita harus membuat karya yang bermanfaat bagi orang lain. Karya ini bisa berupa lagu, musik, buku, ataupun berbagai penemuan lainnya. Hanya saja, karya saja tidak cukup. Karya kita tadi harus memiliki hak cipta. Sebab tanpa hak cipta, orang-orang bisa dengan bebas menggunakan karya-karya kita.

Apakah Profesi Penulis Buku Menjanjikan Passive Income yang Besar?

Pertanyaan yang sangat menarik.

Apakah penulis buku merupakan profesi yang menjanjikan passive income yang besar?

Ya.

Hanya saja, tidak semua penulis bisa hidup dari menulis. Sebagian besar penulis tidak bisa hidup dari menulis. Maksudnya adalah penghasilan yang mereka dapatkan dari kegiatan menulis masih tidak seberapa bila dibanding dengan biaya hidup yang harus ditanggung. Contoh biaya hidup yang harus ditanggung misalnya : biaya pendidikan anak, biaya kebutuhan bulanan, biaya cicilan rumah, mobil, dan sebagainya.

Mengapa hal ini terjadi?

Hal tersebut terjadi karena dua hal.

  1. Penjualan buku sang penulis tidak banyak .
  2. Royalti yang didapat oleh sang penulis tidak terlalu besar persentasenya.

Faktor penyebab mengapa tidak semua penulis bisa hidup dari hasil menulis adalah penjualan buku mereka tidak banyak. Ketika seorang penulis mencapai level best seller dan bukunya laris manis (misal laku sebanyak 100.000 eksemplar) maka bisa jadi biaya hidup si penulis dapat ditutupi dari royalti. Hanya saja, berapa banyak sih penulis buku yang bisa mencapai level best seller dan bukunya laku 100.000 eksemplar?

Faktor kedua yang menjadi penyebab mengapa kita sulit kaya dari menulis buku adalah tingkat royalti hanya sebesar 10 %. Biasanya seorang penulis akan mendapatkan royalti 10 % untuk setiap bukunya yang laku. Contoh, buku si penulis dipasarkan dengan harga 50.000 Rupiah. Nah setiap kali bukunya laku terjual, sang penulis tadi hanya mendapatkan 5000 Rupiah. Jika buku sang penulis laku sebanyak 1000 eksemplar maka ia akan mendapatkan royalti kotor sebesar 5.000.000 Rupiah (5000 x 1000).

Tunggu dulu, itu berupa royalti kotor ya. Royalti kotor artinya tidak semua jumlah tersebut akan diterima penulis. Mengapa? Karena sang penulis masih harus membayar pajak pada pemerintah. Pajak royalti buku di Indonesia adalah sebesar 15 %. Jadi uang 5.000.000 Rupiah tadi masih harus dipotong dengan pajak sebesar 15 % (750.000 Rupiah).

Nah, pertanyaannya, berapa banyak penulis yang bukunya bisa laku lebih dari 1000 eksemplar?

Singkatnya, dapat dikatakan bahwa profesi penulis buku bukanlah profesi yang mudah untuk dijalani. Mengapa? Karena untuk bisa kaya dari menulis buku, kita perlu menulis banyak judul buku dan semua judul yang kita tulis harus laris manis.

Kendati demikian, bukan berarti penulis tidak bisa kaya. Penulis tetap bisa kaya, hanya saja ia harus kreatif mencari jalan lain di luar sekadar menulis dan menerbitkan buku. Meskipun demikian, profesi penulis tetap merupakan profesi yang menarik. Mengapa? Sebab dengan menjadi penulis kita bisa mendapatkan passive income.

Bagi Anda Ibu rumah tangga, atau Anda yang ingin bekerja dari rumah maka profesi penulis bisa Anda tekuni. Sebab profesi sebagai penulis dapat dijalankan secara paruh waktu dan sifatnya fleksibel. Seorang penulis bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja, asalkan ia bersama komputer/laptop yang tersambung ke internet.

Berapa Kali Royalti Dibayarkan?

Royalti akan terus dibayarkan selagi buku Anda laku di pasaran. Jika sampai 10 tahun mendatang buku Anda tetap laku dan laris, maka royalti akan tetap dibayarkan. Lain halnya kalau kita menerbitkan buku tahun ini, lalu tahun depan buku tersebut sudah tidak dibeli orang. Itu artinya royalti tidak akan dibayar lagi. Intinya, selagi buku kita laku, kita akan tetap dibayar dengan royalti.

Untuk periode pembayaran royalti, antara satu penerbit dengan penerbit lain bisa berbeda-beda. Kalau di tempat saya (Elex Media Komputindo), royalti dibayarkan setahun dua kali (yakni saat bulan Februari dan Agustus).

Bagaimana Cara Menjadi Penulis yang Mendapatkan Royalti?

Untuk bisa menjadi penulis yang mendaparkan royalti maka Anda harus menulis buku. Selanjutnya, buku tersebut harus diterbitkan dan kemudian dijual. Singkatnya, kalau Anda mau mendapatkan royalti ya Anda perlu jadi penulis.

Lantas, bagaimana cara supaya bisa menjadi penulis buku dan mendapatkan royalti?

Untuk menjadi seorang penulis yang bisa mendaparkan royalti, ada sejumlah proses yang perlu dilalui. Proses tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Proses menulis naskah buku. Untuk menjadi seorang penulis tentu Anda harus membuat buku. Nah di tahap ini, Anda sebagai penulis akan berupaya menulis naskah buku yang sangat ciamik, menarik dan bermanfaat bagi publik.
  2. Proses mengajukan naskah ke penerbit (proses menerbitkan buku). Setelah naskah kita rampung maka barulah kita akan mengajukan naskah tersebut ke penerbit untuk diterbitkan. Sebenarnya tidak harus melalui penerbit mayor untuk menerbitkan buku. Kita sendiri pun bisa menjadi penerbit. Menerbitkan buku tanpa melalui penerbit mayor dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni melalui layanan vanity publishing (kita membayar perusahaan jasa penerbitan) atau kita menerbitkan buku lewat penerbit yang kita bentuk sendiri (self publishing).
  3. Proses distribusi dan promosi buku Anda. Setelah buku Anda terbit maka tahap berikutnya adalah tahap distribusi. Buku Anda akan didistribusikan ke jaringan penerbit. Kalau Anda menerbitkan buku di kelompok penerbitan Gramedia, maka buku Anda dipastikan akan beredar di toko buku Gramedia seluruh Indonesia. Setelah buku Anda dijual di berbagai tempat (misal di Gramedia) maka tahap berikutnya adalah Anda sebagai penulis harus mempromosikan buku-buku Anda. Penulis perlu mengambil tanggung jawab pribadi untuk memasarkan buku-bukunya sendiri. Mengapa? Karena jika bukan Anda yang memasarkan buku, lantas siapa lagi? Seiring dengan semakin banyaknya jumlah penulis di Gramedia, maka Gramedia sudah tidak bisa menangani promosi semua judul buku. Oleh sebab itu, kalau mau buku Anda laris maka jelas Anda perlu mengambil tanggung jawab pribadi. 🙂
Buku obral dan tidak laku salah satunya disebabkan karena penulis tidak mempromosikan bukunya sendiri. (sumber gambar : dokumentasi pribadi)

Buku obral dan tidak laku salah satunya disebabkan karena penulis tidak mempromosikan bukunya sendiri. (sumber gambar : dokumentasi pribadi).

Itulah 3 proses untuk bisa menghasilkan uang dengan menjadi seorang penulis buku. Pada tulisan kali ini saya masih membahas 3 proses di atas secara garis besar. Pembahasan lebih mendalam tentang langkah-langkah menghasilkan royalti dari menulis buku akan saya ulas di berbagai tulisan berikutnya. So, pastikan Anda selalu membaca berbagai tulisan terbaru saya di blog ini.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri


Sumber gambar : Nick Ares.

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

6 Comments

  1. Jay

    Thanks Jefferly atas sharing tulisannya. Bagi saya pribadi saya masih belajar menulis melalui blog, kalau untuk membuat buku sepertinya belum terpikirkan, mudah-mudahan suatu saat nanti bisa membuat buku sendiri.. aammin.

  2. honda bogor

    siap..terima kasih atas share-nya Pak, menulis pasti asik ya pak… tetapi saya rasaya belum mampu pak, say a akan coba menulis di blog atau web saja dulu ya pak..hahhaa, salam sukses pak Jef

  3. Yusuf

    Siip terimakasih

  4. Nuvli aldi

    Saya sangat tertarik untuk mrnjadi penulis, bgmn caranya

  5. kebijakanpublikindonesia

    Thanks, Mr. Jefri for your information. I wanna start to write, but I still confuse to start. Maybe, Mr. Jefferly can make an article about writing. Thanks

  6. Passive07 (Post author)

    @KebijakanPublik

    You’re welcome. 🙂

    I am glad hear you want to start writing. Thanks for your idea. Next time, I’ll write a post about “how to start writing.” Keep blogging, you have a great blog.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *