Cara Menerbitkan Buku : Memilih Jalur Penerbitan

Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan seputar cara menerbitkan buku.

Pertanyaan tadi datang dari berbagai sumber, ada yang dari pembaca blog, followers di Twitter, dan email. Rata-rata pertanyaan tersebut bernada sama, isi pertanyaannya adalah seputar bagaimana cara menerbitkan buku.

Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, akhirnya saya memutuskan membuat sebuah video berjudul Cara Menerbitkan Buku : Pilih Self Publishing atau Major Publishing. Video tadi sudah saya unggah ke channel YouTube saya.

Untuk itu, bagi Anda yang ingin menerbitkan buku atau bagi Anda yang ingin memulai menjadi seorang penulis, Anda bisa ikuti pembahasan dalam tulisan berikut.

Memilih Jalur Penerbitan yang Tepat

Salah satu tantangan terbesar penulis pemula adalah memilih jalur penerbitan yang tepat. Nah bagaimana cara memilih jalur penerbitan yang tepat? Bagaimana cara mengajukan naskah ke penerbit? Silakan temukan jawabannya dalam video berikut.

Inti dari Video Tadi

Berikut inti dari video di atas.

Self publishing adalah cara menerbitkan buku dengan kita bertindak sebagai penerbit. Jadi kita akan mengerjakan berbagai hal, mulai dari penulisan naskah, produksi, distribusi, dan marketing, semua akan menjadi urusan kita. Keunggulan jalur penerbitan ini antara lain :

  • Lebih fleksibel. Dalam arti kita bisa lebih bebas sebab kita tidak terikat kerja sama dengan penerbit tertentu. Ketika kita kehabisan stok buku kita dapat dengan mudah melakukan cetak ulang. Ketika kita punya ide khusus yang ingin diaplikasikan, kita tidak harus konsultasi dengan penerbit. Intinya kita bisa lebih fleksibel dan bebas.
  • Margin profit yang lebih tinggi. Jika menempuh self publishing maka keuntungan akan seutuhnya menjadi milik kita. Kalau di penerbit biasa (major publishing) kita hanya mendapatkan royalti 10 %. Andaikan kita bisa kreatif dalam pemasaran plus didukung dengan kinerja yang baik, tentu self publishing lebih menanjikan keuntungan dibanding major publishing.

Kekurangan self publishing antara lain :

  • Butuh modal awal yang cukup besar. Modal awal ini untuk biaya produksi (seperti jasa editor, jasa penata letak, jasa desainer cover, biaya cetak buku) dan biaya distribusi.
  • Lebih kompleks. Hal ini dikarenakan ada beberapa fungsi yang akan kita kerjakan. Mulai dari fungsi produksi, distribusi, marketing, semuanya akan jadi tanggung jawab kita.

Major publishing adalah jalur penerbitan di mana kita bekerja sama dengan penerbit. Alhasil tugas kita sebagai penulis lebih terfokus pada penulisan naskah dan marketing. Setelah buku terbit, kita tinggal membantu penerbit untuk memasarkan buku kita.

Keunggulan major publishing :

  • Tidak butuh modal awal yang besar. Sebab produksi dan distribusi dibiayai oleh penerbit.
  • Pekerjaan yang relatif lebih praktis. Kita tidak harus memusingkan bagaimana mendesain cover, mencetak buku, pengurusan ISBN, distribusi, dan sebagainya.

Kekurangan major publishing :

  • Margin profit yang kecil. Royalti buku biasanya adalah 10 %. Artinya untuk setiap penjualan yang terjadi pada buku kita, kita hanya mendapatkan 10 %.
  • Tidak se-fleksibel self publishing. Karena kita bekerja sama dengan penerbit, artinya ada kesepakatan-kesepakatan yang terjadi antara kita dengan penerbit. Dengan demikian, kita tidak akan sefleksibel jika menerbitkan buku sendiri. Misalkan ketika stok buku kita kosong, maka kita tidak bisa seenaknya minta cetak ulang segera. Sebab untuk urusan cetak ulang ada di tangan penerbit.

Mana yang harus dipilih, major atau self publishing? Semua kembali kepada kebutuhan dan kondisi Anda saat ini.

Omong-omong, kalau Anda punya pertanyaan seputar dunia menulis, marketing, internet marketing, atau passive income, Anda bisa tanyakan ke saya. Jika saya ada waktu luang, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda lewat video.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan sampai jumpa! 🙂

Jefferly Helianthusonfri

3 Comments

  1. galih agus

    Bolehkah saya nanya cara mengirimkan ke penerbit itu bagaimana ya? Lalu itu ditulis tangan apa diketik di word

  2. Passive07 (Post author)

    @Galih Agus
    Untuk mengirimkan naskah ke penerbit, kita bisa ikuti prosedur di redaksi penerbit tersebut. Lebih jelasnya, bisa ditanyakan ke penerbit langsung. Anda bisa kontak penerbitnya via telepon langsung ke redaksinya.

    Untuk naskah, pasti diketik ya. 🙂

  3. galih agus

    Lalu anda pernah menerbitkan buku tidak?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *