Cara Mengatasi Kekeringan Ide Menulis Blog

Mengatasi kekeringan ide menulis, itulah topik yang akan kita bahas kali ini.

Bagi Anda yang aktif mengelola blog, kekeringan ide bukanlah hal baru. Saking seringnya terjadi, kekeringan ide menulis adalah fenomena lazim yang akan dijumpai oleh para blogger/penulis/pembuat konten dalam waktu tertentu.

Ketika kekeringan ide menulis melanda, kita akan bingung harus membuat konten apa. Ketika kita bingung, maka bisa saja produktivias menjadi menurun.

Lantas, bagaimana solusi menghadapi kekeringan ide menulis?

Dalam tulisan berikut saya akan bagikan kiat-kiat yang dapat digunakan kalau kita mengalami kekeringan ide menulis.

1. Pahami Betul Siapa Target Pembaca Blog Anda

Salah satu kegiatan penting yang harus kita lakukan dalam blogging adalah memahami betul siapa target pembaca blog kita. Pemahaman ini akan menjadikan kita lebih peka terhadap kebutuhan pembaca.

Ambil contoh seperti blog JagoanPassiveIncome ini. Target pembaca JagoanPassiveIncome adalah anak muda (SMA, mahasiswa, pekerja muda), ibu rumah tangga, dan orang-orang yang tertarik pada dunia passive income. Segmen pembaca terbesar dari JagoanPassiveIncome adalah mereka yang rentang usianya antara 17 – 30 tahun.

Dengan demikian, ketika menulis di JagoanPassiveIncome, saya harus mampu menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan target pembaca tadi. Nah, dengan memahami betul apa saja kebutuhan target pembaca, saya akan punya banyak ide untuk membuat konten. Contoh, kalau pembaca butuh panduan untuk memulai bisnis online, maka saya akan menghadirkan panduan tersebut. Kalau pembaca butuh motivasi untuk memulai bisnis, maka saya akan hadirkan konten tersebut.

Lantas, bagaimana cara memahami target pembaca?

Ada dua cara yang sering saya gunakan. Dua cara tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Mempelajari psikologis mereka (target pembaca). Saya mencari tahu, orang-orang usia 17 – 30 tahun itu kebutuhannya apa saja. Untuk mencari tahu hal tersebut saya banyak membaca buku yang relevan dengan target pembaca tadi. Ambil contoh, kalau target pembaca buku saya adalah orang-orang kelas menengah dengan usia 17 – 30 tahun, maka saya membaca buku-buku yang membahas tentang kelas menengah di Indonesia. Dengan membaca buku semacam ini, saya jadi makin memahami psikologis target pembaca. Selain karena saya memang suka membaca buku, kegiatan ini juga bermanfaat untuk riset guna memahami kebutuhan pembaca. Kita juga bisa mengamati kehidupan target pembaca secara langsung. Kalau target pembaca Anda adalah anak-anak muda penggemar fotografi, maka Anda dapat mengamati langsung kehidupan mereka. Kalau perlu, Anda terlibat langsung dalam kehidupan mereka.
  • Membaca/menonton media yang digunakan oleh target pembaca. Contoh, kalau target pembaca saya adalah ibu-ibu rumah tangga, maka saya akan membaca media-media yang digunakan oleh mereka. Barangkali mereka membaca Kompas Female, majalah wanita, dsb. Sesekali saya menyempatkan diri untuk membaca media tersebut. Saya ingin tahu konten-konten apa saja yang dicari oleh ibu-ibu tadi.

Setelah kita paham betul kebutuhan target pembaca, kita akan punya banyak ide. Nah, ketika ide sudah datang, saya langsung mencatat ide tersebut. Jika waktunya pas, saya akan langsung menulis berdasarkan ide tersebut.

2. Mencari Ide dari Media Lain yang Relevan

Cara praktis untuk menemukan ide menulis adalah mencari ide dari media lain yang relevan. Contoh, kalau blog Anda tentang tips-tips hidup sehat, maka Anda dapat membaca media lain yang juga membahas tentang hidup sehat. Misalnya Anda baca blog, media online, ataupun media offline yang mengupas tentang hidup sehat. Dengan melakukan hal ini, kita juga bisa membandingkan konten blog kita dengan konten media tersebut.

Sebagai seorang blogger, saya juga berlangganan artikel dari blogger-blogger favorit saya. Contohnya saya mengikuti blognya Pat Flynn. Mereka (blogger-blogger favorit saya) selalu menyajikan konten yang bermanfaat. Setiap kali mereka memublikasikan konten, mereka akan mengirimkan pemberitahuan ke email saya. Dengan demikian, saya bisa langsung membaca konten tersebut. Dari sana, ide akan datang. 🙂

3. “Mendengarkan” Pembaca Blog Kita

Selain aktif ngeblog, saya juga mengelola beberapa grup di Facebook. Salah satunya adalah grup JagoanPassiveIncome. Grup ini saya buat untuk mengumpulkan pembaca JagoanPassiveIncome. Jadi, mereka yang suka dengan konten-konten JagoanPassiveIncome dapat bergabung di grup ini.

Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan oleh sebagian pembaca adalah mereka mengirimkan pertanyaan ke grup. Contohnya seperti pada gambar-gambar berikut.

pertanyaan di grup JagoanPassiveIncome 1pertanyaan di grup JagoanPassiveIncome 2

Apa yang saya lakukan?

Saya dengan senang hati menjawab pertanyaan tersebut. Selain bisa berbagi manfaat, menjawab pertanyaan ini juga mendatangkan ide bagi saya. Tak jarang saya jadi mendapatkan ide menulis usai menjawab pertanyaan pembaca di grup. Saya senang melakukan hal ini karena saya jadi bisa dapat banyak teman baru. 🙂

Hal yang sama juga dapat Anda lakukan. Kalau Anda punya blog tentang fotografi, Anda dapat membuat grup tentang fotografi. Selanjutnya, jadikan grup Anda sebagai sebuah komunitas. Biarkan orang-orang bergabung, bertanya, dan berdiskusi. Siapa tahu dari sana Anda bisa mendapatkan banyak ide untuk blogging.

4. Dengarkan Diri Anda

menulis berdasarkan pengalaman pribadiKetika Anda menulis dari pengalaman pribadi, maka kegiatan ini (mendengarkan diri) sangat perlu Anda lakukan. Ya, kita perlu mendengarkan diri. Hal ini sering saya lakukan. Saya melakukan refleksi, saya menggali lagi semua yang telah saya alami. Kegagalan saya saat membangun sebuah bisnis, pengalaman rugi, keberhasilan mengisi seminar, kesuksesan penjualan buku, dan berbagai pengalaman lainnya. Berbagai pengalaman tadi menjadi sumber ide menulis.

Saat menulis saya senang bercerita. Nah, adakalanya saya menceritakan pengalaman-pengalaman tadi. Bahkan, pengalaman pribadi dapat menjadi daya tarik dalam sebuah tulisan.

Hal yang sama juga dapat Anda lakukan. Anda dapat menggali kembali pengalaman-pengalaman pribadi Anda. Dari penggalian pengalaman tersebut, Anda dapat menemukan ide menulis. Contoh, kalau blog Anda tentang fotografi, Anda dapat menggali pengalaman pertama Anda belajar fotografi, pengalaman Anda saat melakukan hunting foto, dan berbagai pengalaman lainnya. Jadikan pengalaman sebagai bahan tulisan Anda.

Rekan pembaca sekalian, itulah beberapa kiat yang dapat digunakan untuk mengatasi kekeringan ide menulis. Silakan diterapkan dan semoga Anda semakin produktif.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *