Cara Menjadi Penulis : 3 Cara Melakukan Diferensiasi Dalam Menulis Buku

Agar bisa mendapatkan passive income yang melimpah, seorang penulis harus bisa memastikan bukunya laris manis. Ada beragam cara menjadikan buku Anda laris manis. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar buku Anda laris manis adalah menjadikan orang-orang suka dan berulang kali membeli buku Anda. Semakin banyak pembaca setia karya-karya Anda, maka semakin besar pula royalti yang bisa Anda dapatkan.

Penulis-penulis populer seperti Raditya Dika, Dewi Lestari, atau Andrea Hirata, merupakan sederet penulis yang sudah punya pembaca setia. Artinya, setiap kali penulis-penulis tadi menerbitkan buku, sudah ada banyak sekali pembaca setia yang siap membeli karya-karya mereka. Tak heran, royalti yang didapat oleh penulis-penulis populer sudah pasti besar dan sangat menjanjikan.

Nah bagaimana cara supaya orang-orang mau membeli buku Anda, lalu mereka jadi pembaca setia?

Pada tulisan kali ini saya akan membahas 3 cara ampuh melakukan diferensiasi dalam menulis. Jika tiga cara ampuh ini diterapkan, maka buku-buku Anda berpeluang lebih laris dan Anda bisa punya banyak pembaca setia. Seperti apa cara-caranya? Simak pembahasan menarik berikut ini.

Apa Itu Diferensiasi?

Sebelum membahas teknik diferensiasi dalam menulis, ada baiknya kita satukan pemahaman tentang diferensiasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, diferensiasi adalah proses, cara, perbuatan membedakan.

Singkatnya, diferensiasi adalah upaya untuk membedakan sesuatu dengan hal lain yang mirip. Dalam konteks bisnis, diferensiasi dapat diartikan sebagai cara membedakan produk kita dengan produk pesaing sehingga produk kita unik dan menjadi lebih menarik.

Diferensiasi diperlukan agar produk-produk kita makin menarik dan berbeda dengan produk sejenis yang sudah ada di pasaran. Tanpa melakukan diferensiasi, produk-produk kita akan sama seperti produk pasaran. Ketika produk kita sama dengan produk-produk di pasaran maka dapat dipastikan produk kita akan biasa-biasa saja dan tidak terlalu menarik bagi calon pembeli.

Inti Dari Diferensiasi : Membedakan Karya Anda dengan Karya Lain

Inti dari diferensiasi dalam menulis adalah menjadikan karya (buku) Anda berbeda dengan buku-buku lain yang sudah ada di pasaran. Ambil contoh, Anda menulis tentang pembuatan toko online. Nah, Anda perlu mengemas buku Anda supaya berbeda dengan buku-buku toko online yang sudah ada di pasaran. Tanpa adanya pembeda, maka produk kita akan biasa-biasa saja dan sama seperti produk sejenis di pasaran.

Hadirnya diferensiasi bisa menjadi nilai tambah yang menjadikan produk Anda semakin menarik di mata calon pembeli.

Untuk itu, apabila ingin melakukan diferensiasi dalam menulis, kita perlu menjadikan karya kita berbeda dengan karya-karya lain yang sudah ada di pasaran. Berikut sejumlah cara ampuh menciptakan pembeda dalam menulis buku.

1. Gunakan Judul yang Berbeda

Cara pertama yang dapat digunakan adalah dengan memakai judul yang berbeda dari buku-buku sejenis di pasaran. Di saat buku-buku memulai bisnis lain memakai judul standard seperti : Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal, Langkah Jitu Memulai Bisnis, atau Cara Praktis Memulai Bisnis, kita dapat membuat buku dengan judul yang unik, menarik, dan berbeda. Kita bisa saja pakai judul : Bisnis Anak Muda Modal 1 Juta Untung 100 Juta atau Buka Bisnis Langsung Laris.

Judul yang unik, menarik, dan bahkan nyeleneh kadang lebih mudah mendapatkan perhatian dari calon pembeli buku. Apalagi ketika judul yang unik tadi dikemas dengan desain cover yang eye catching. Berikut contoh-contoh desain cover buku yang eye catching.

 

ranking 1 di Google

cover eye catching 1 cover eye catching 2

cover eye catching 3Strategi penggunaan judul yang berbeda ini pernah saya terapkan dalam penulisan buku panduan blog. Untuk menciptakan kesan yang berbeda dan unik, saya memakai judul 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Blogger. Judul ini termasuk unik karena belum ada penulis buku blog lain yang memakai judul sejenis.

Bahkan, untuk menciptakan efek marketing yang lebih kuat saya memutuskan untuk menjadikan judul buku-buku saya dengan seri 1 Juta Rupiah Pertama Anda. Beberapa buku seri 1 Juta Rupiah Pertama Anda yang lain :

  • 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Facebook,
  • 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Affiliate Marketin, dan
  • 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Twitter.
Buku 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Blogger.

Buku 1 Juta Rupiah Pertama Anda dari Blogger.

2. Berikan Nilai Tambah yang Tidak Disediakan Oleh Buku Lain

Salah satu strategi diferensiasi lain yang dapat dicoba adalah Anda bisa memberikan bonus/nilai tambah yang tidak disediakan oleh buku lain. Contoh sederhananya begini. Ambil contoh Anda adalah seorang penulis buku bisnis. Buku-buku bisnis lain hanya memberikan informasi dan panduan memulai bisnis. Nah, agar dapat menciptakan diferensiasi ada baiknya Anda memberikan bonus-bonus menarik yang tidak ada di buku lain. Misalkan Anda memberikan bonus tiket seminar/workshop dalam buku Anda, memberikan bonus CD berisi puluhan video bisnis yang inspiratif dan dahsyat, atau berbagai jenis hadiah bermanfaat lainnya.

Memperbanyak nilai tambah juga termasuk salah satu strategi membedakan diri Anda dengan pesaing. Salah satu ide yang dapat Anda coba adalah Anda bisa membuat grup khusus di Facebook. Ajak pembaca buku Anda bergabung di grup tersebut. Manfaatkan grup tersebut untuk membangun kedekatan dengan pembaca karya-karya Anda.

Strategi ini sudah saya terapkan dalam grup Online MeetUp Pembaca Buku Jefferly di Facebook. Gunakan grup semacam ini untuk membangun relasi dengan pembaca, manfaatkan grup tersebut untuk berbagi informasi terbaru seputar karya-karya Anda. Jadikan grup sebagai sarana membangun komunitas penggemar karya-karya Anda.

Grup Online MeetUp Pembaca Buku Jefferly

Grup Online MeetUp Pembaca Buku Jefferly

3. Ciptakan Personal Branding  dan Gaya Menulis yang Berbeda dengan Penulis-Penulis Lain

Setiap penulis populer pasti punya branding masing-masing. Antara satu penulis dengan penulis populer lain pasti punya gaya dan ciri khas masing-masing. Bagi Anda pecinta karya-karya fiksi Indonesia pasti Anda bisa membedakan seperti apa gaya menulis Dewi Lestari dengan Andrea Hirata. Bagi Anda yang sudah membaca karya-karya Arswendo Atmowiloto, Anda pasti sudah tahu bedanya gaya menulis beliau dengan penulis novel lainnya.

Setiap penulis punya identitas dan ciri khas masing-masing. Nah gaya menulis dan personal branding yang seperti inilah yang dapat menjadi pembeda antara Anda dengan penulis-penulis lainnya.

Bagaimana menciptakan personal branding sebagai seorang penulis? Pembahasan lebih mendalam tentang cara membangun personal branding sebagai seorang penulis akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

Itulah 3 cara ampuh yang dapat dilakukan untuk menciptakan pembeda dalam menulis. Sudah saatnya penulis melakukan diferensiasi terhadap karya-karya mereka. Dengan melakukan diferensiasi, karya kita akan menjadi lebih menarik dibanding karya-karya sejenis yang sudah ada di pasaran.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

kursus bisnis terlengkap

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *