Cara Menjadi Penulis : 5 Tahap Menulis dan Menerbitkan Buku

Ada banyak hal yang memotivasi orang untuk menjadi seseorang menjadi penulis. Ada yang menjadi penulis karena panggilan hati ingin berbagi. Ada pula yang menjadi penulis karena ingin mendapatkan passive income, ada pula yang menulis karena ingin membangun personal branding. Karir kepenulisan seseorang akan terasa kian lengkap ketika ia berhasil menulis dan kemudian menerbitkan buku. Akan sangat menggembirakan ketika melihat nama kita terpajang di cover buku, yang mana buku-buku tersebut terpajang indah di rak buku toko Gramedia.

Agar bisa menulis dan menerbitkan buku maka seseorang perlu memahami proses yang harus dilalui. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas 5 tahap yang harus dilalui agar seseorang bisa menulis dan menerbitkan buku.

Apa saja 5 tahapan menulis dan menerbitkan buku? Temukan jawabannya dalam sajian menarik berikut.

Tahap 1 : Prewriting

Tahap pertama adalah tahap prewriting. Pada tahap ini seorang penulis akan mencari ide yang akan ia tulis. Tahap prewriting ini punya perananan penting dalam proses menulis dan menerbitkan sebuah buku. Mengapa? Karena kalau ide tidak berhasil didapat maka tentu saja sang penulis tidak dapat berkarya.

Ada banyak cara seorang penulis menemukan ide bukunya. J.K. Rowling (penulis Harry Potter) menemukan ide saat ia sedang dalam perjalanan di kereta api. Penulis lain barangkali menemukan idenya saat ia sedang berkencan dengan kekasihnya. Ada pula penulis yang terbiasa mendapatkan ide saat ia membaca buku-buku bagus.

J.K. Rowling sang penulis Harry Potter

J.K. Rowling sang penulis Harry Potter.

Artikel berjudul Cara Menjadi Penulis : Topik yang Laris dan Dapat Anda Tulis dapat Anda baca sebagai tambahan referensi agar Anda menemukan ide buku laris. Berikut sejumlah cara menemukan ide menulis :

  • Bacalah banyak buku. Semakin banyak buku yang kita baca maka tentu saja wawasan dan sudut pandang kita akan semakin bertambah. Semakin banyak wawasan maka semakin mudah seseorang untuk menulis.
  • Jalan-jalanlah. Kegiatan traveling (jalan-jalan) membuat diri kita merasa fresh, membuat diri kita menjelajah. Ketika kita berada dalam kondisi fresh, ketika kita merasa sangat bebas, kita cenderung mudah menemukan ide. Tak jarang, ide menulis datang saat kita sedang dalam perjalanan.
  • Amati dunia sekitar Anda. Penulis juga perlu peka dengan dunia sekitarnya. Contoh, Anda memiliki banyak teman wanita yang cantik (cantik hati ataupun cantik parasnya). Nah, fenomena kecantikan teman-teman Anda tadi dapat diangkat sebagai ide menulis sebuah buku. Profesi penulis merupakan profesi yang tidak bisa lepas dari kreativitas. Dengan kreativitas, Anda akan mampu mengangkat fenomena sederhana menjadi tulisan yang menarik dan bahkan inspiratif. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Dee Lestari. Penulis serial novel Supernova ini pernah membuat sebuah buku berjudul Filosofi Kopi. Buku ini membahas tentang filosofi dari kopi. Topiknya amat sederhana yakni kopi yang sehari-hari diminum. Meskipun hanya membahas tentang “kopi”, Filosofi Kopi ini termasuk salah satu tulisan yang sangat saya sukai. Dewi Lestari tidak hanya cantik tulisannya, tapi juga cantik suaranya. 🙂
Filosofi Kopi yang ditulis oleh Dee Lestari.

Filosofi Kopi yang ditulis oleh Dee Lestari.

Ada banyak cara lain untuk menemukan ide. Hanya saja, 3 cara tadi adalah cara favorit yang saya gunakan.

Setelah seorang penulis menemukan ide, maka ia perlu mengembangkan ide tersebut menjadi kerangka tulisan (outline). Hadirnya outline akan memudahkan seorang penulis saat menulis naskah bukunya.

2. Drafting

Tahap kedua adalah drafting. Pada tahap inilah seorang penulis akan mulai menulis naskah bukunya. Saat drafting penulis akan menulis naskahnya dengan bebas. Ia harus menulis dengan sebebas-bebasnya. Menulis dengan bebas artinya kita menulis tanpa beban, kita benar-benar menumpahkan segala kreativitas yang kita miliki.

Dalam proses drafting, sikap kreatif harus betul-betul dijunjung tinggi. Dengan kreativitas inilah seorang penulis akan membuat karya-karyanya. Oleh karena itu, saat proses drafting teknik menulis betul-betul diperlukan. Kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, semuanya perlu dikeluarkan agar tercipta tulisan yang menarik dibaca.

Setelah seorang penulis menyelesaikan proses drafting maka ia akan memiliki draft pertama dari tulisannya.

3. Revising

Tahap ketiga dalam menulis dan menerbitkan buku adalah tahap revising. Di tahapan ini seorang penulis akan mulai merevisi draft pertamanya. Saat proses revising inilah seorang penulis akan mencari tahu di mana letak kekurangan tulisannya. Di tahap revising ini seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya.

Intinya, melalui tahap revising inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

4. Editing

Setelah naskah sang penulis melalui proses revisi, maka barulah si penulis akan menjalankan proses editing. Dalam tahap editing ini, penulis akan melakukan editing (pengeditan) terhadap karyanya. Ia akan memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nantinya tulisan akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap perlu melakukan editing sendiri.

Dalam proses editing ini jugalah seorang penulis non fiksi perlu memverifikasi data-data yang ia tampilkan di buku. Jika ada data-data yang meragukan (belum pasti), maka data tersebut harus diverifikasi ulang. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari adanya kesalahan data dalam buku kita. Apabila buku sudah terbit dan ternyata ditemukan kesalahan data maka urusannya bisa tidak sederhana.

Karena perlu melakukan proses editing sendiri, seorang penulis dituntut memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

5. Publishing

Setelah seorang penulis menyelesaikan editing terhadap naskahnya, maka dapat dikatakan bahwa naskah tersebut siap untuk dibawa ke penerbit. Di tahap publishing inilah seorang penulis akan masuk ke tahap publikasi naskahnya. Ia akan mulai mencari penerbit. Setelah menemukan penerbit yang tepat, maka sang penulis akan mengajukan naskah ke penerbit tersebut.

Jika naskahnya diterima oleh penerbit, maka naskah tersebut akan diproses. Selanjutnya naskah tersebut akan melalui proses dan alur penerbitan di penerbit. Naskah akan dibaca oleh editor, naskah akan diedit, naskah akan di-layout, dibuatkan cover, ditambah ilustrasi tertentu, dan kemudian diproduksi.

Ketika proses publishing sudah dilalui maka buku sang penulis akan terbit. Setelah terbit, buku akan mulai didistribusikan. Distribusi ini tergantung dari siapa yang mendistribusikan. Apabila Anda menerbitkan buku di kelompok penerbitan Kompas Gramedia, maka pihak yang akan mendistribusikan adalah pihak Gramedia. Dengan demikian, dapat dipastikan buku Anda akan masuk ke toko buku Gramedia.

Rekan pembaca sekalian, itulah 5 tahap yang perlu dilalui guna menulis dan menerbitkan sebuah buku. Perlu Anda ketahui bahwa tahapan tadi tidaklah mutlak. Antara satu penulis dan penulis lain bisa saja ada perbedaan tahap menulis dan menerbitkan buku. Kendati demikian, kelima proses tadi dapat menjadi acuan apabila Anda ingin segera menulis dan menerbitkan buku.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

Sumber gambar : alicesullivan.com.

Klik di sini jika Anda ingin dipandu langkah demi langkah untuk menjadi seorang penulis buku.

19 Comments

  1. victo

    asslamualaikum,
    kebetulan saya pengen banget punya buku karya sendiri, tp gak tau cara cetak nya kmna,mohon bantuan,

  2. vonny nuris

    kebetulan saya sudah menulis novel tapi baru setengah ,,,saya ingin jadi penulis

  3. rusliza sianturi

    Novel saya udah selesai sya tulis… Saya pengen menerbitkan tapi saya tidak tau kmana saya ajukan….. Bantu aq donk ka. Bg..

  4. Meilin

    assalamu`alaikum wr.wb

    saya sangat senang menulis,dan menjadi penulis adalah cita-cita saya no.2.saya mau tanya,bagaimana saya dapat menerbitkan kepada penerbit?apakah harus saya mengirimnya kepenerbit2? tolong bantuannya……………….terimakasih

  5. Julia

    Nice info, makasih.

  6. Alfiya Azzahra

    Thanks a lot ats informasi n motivasi nya. , ,👌

  7. Passive07 (Post author)

    @Meilin. Untuk menerbitkan buku, ada dua opsi yang tersedia. Satu kita bekerja sama dengan penerbit mayor (spt : Kelompok Gramedia). Kedua, kita bisa menempuh jalur self publishing. Kita memublikasikan sendiri karya kita.

    Sebagian orang cenderung lebih suka menerbitkan lewat penerbit. Jadi mereka mengirimkan naskah tersebut ke penerbit. Namun ada pula yang lebih tertarik mencoba self publishing.

    Kalau saya boleh menyarankan, maka akan lebih baik jika Ibu menghubungi langsung penerbit yang dituju. Selanjutnya Ibu bisa menanyakan prosedur penerbitan di penerbit tersebut.

  8. Andy

    Saya sudah punya novel, tapi baru setengah, saya bsa selesaikan novelnya tapi yg jadi masalah, klu novel saya jadi, bgamana cara saya menerbitkannya, tolong ksi saran lebih bagus mana.. Bekerja sma dngan penerbit atau self publishing? Mkasih

  9. Habib

    saya baru mau bikin buku.tapi bingung kalau jadi mau di terbitkan di mana,terus kalau nerbitkan kertasnya pakai kertas biasa yang di pakai nulis atau yang bentuk buku yang sudah jadi editnya .emank harus diedit kalau mau ke penerbit.balasanya terima kasih

  10. Passive07 (Post author)
  11. arlan

    tahap 1 sampai 4 bisa kita usahakan. Di tahap lima, bagaimana cara agar diterima dipublising? dan apakah ngaruh penerbit terkenal atau kurang terkenal

  12. nana

    saya ade buat satu citer tapi x tahu macam mana nk tebitkn blh tolong x

  13. farid

    Bermanfaat sekali terimakasih bang.

  14. Penerbitan Buku

    Website kami juga menyediakan banyak artikel tentang seluk beluk buku dan penerbitan

  15. Khairani

    Terima kasih ya karna kebetulan saya menulis novel tapi belum selesay saya tulis

  16. Ramdhan

    Saya mulai terinspirasi buat nulis sebuah novel, udh ada beberapa karya. Untuk tindak lanjut penerbitan nya jika boleh saya ingin meminta link kontak para penerbit, barangkali dapat di terima.
    Terimakasih.

  17. Sisca Amelia Hermawan

    Ka aku suka bikin Cerbung di Fanpage,dan ada niatan kalo tamat bakalan aku Terbitin tpi aku gatau caranya ka

  18. Septi widiyani

    Saya sudah membuat cerita. Tapi saya tidak tau cara menerbitkannya.cara self publishing itu bagaimana. Bukankah setiap menerbitkan buku, Harus dapat izin dri pemerintah. Saya kurang mengerti.

  19. fany

    saya ingin sekali membuat buku penglaman hidup saya agar dapat memberikan manfaat bagi seorang yg merasakan seprti saya dan bermanfaat dalam khidupan ini ..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *