Cara Menjadi Penulis : Cara Supaya Menulis Jadi Mudah

Kembali lagi berjumpa dalam seri tulisan cara menjadi penulis. Di beberapa seri tulisan cara menjadi penulis sebelumnya, saya sudah membahas tentang beragam hal, mulai dari bagaimana cara menerbitkan buku, cara menemukan ide menulis buku, dan lain sebagainya. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas bagaimana cara supaya kegiatan menulis jadi mudah dan bahkan menyenangkan.

Beberapa teman pernah bertanya pada saya seperti ini.

Jeff… kamu udah bikin lebih dari 20 buku. Apa kamu nggak pernah kekeringan ide? Kok kamu bisa nulis terus?

Ketika mendapatkan pertanyaan seperti ini saya tersenyum dan menceritakan bahwa menulis itu merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus mencerahkan. Mengapa? Karena saat menulis saya menjalankan passion saya. Dan sudah kita ketahui bahwa ketika kita melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan passion maka rasanya asik banget, rasanya kita masuk ke dimensi sendiri, tahu-tahu waktu berjalan cepat dan kita sangat puas dengan pekerjaan kita.

Teman-teman saya juga kadang bertanya, bagaimana cara supaya menulis itu menjadi mudah. Mereka bercerita bahwa kadang mereka kesulitan menuliskan gagasan-gagasan mereka.

“Jeff.. aku sudah pernah nyoba nulis novel, tapi baru 3 halaman aku bingung mau nulis apa lagi.. gimana solusinya?”

Saya juga pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu. 🙂

Rata-rata mereka yang baru pertama kali menulis mengalami kebingungan apa yang harus mereka tulis. Dalam sejumlah seminar kepenulisan yang saya bawakan, sebagian peserta juga ada yang mengalami hal semacam itu.

Lantas, bagaimana cara supaya menulis jadi mudah? Ini dia caranya.

Banyaklah Membaca Buku dan Karya-Karya Sastra

Inti dari kegiatan menulis adalah mentrasnfer pengetahuan, pengalaman, dan cerita kita kepada pembaca. Agar bisa berkomunikasi lewat tulisan dengan baik, kita perlu memiliki kemampuan pemilihan dan penggunaan kata yang baik.

Mari kita kembali ke masa SD dulu.

Saat SD kita pasti pernah diminta untuk menulis karangan. Bagaimana tulisan kita sewaktu SD?

Bisa dibilang tulisan saya sewaktu SD pasti tidak terlalu bagus. Mengapa? Karena penggunaan kata-katanya masih belum sempurna, struktur kalimatnnya masih banyak yang salah. Alhasil tulisan menjadi kurang menarik.

Seiring berjalannya waktu, beberapa orang terus berlatih menulis dan kemampuan menulisnya makin terasah.

Kunci saya bisa terus menulis dan menikmatinya adalah saya banyak membaca buku dan karya-karya sastra.

Ketika kita banyak membaca, maka kosa kata kita akan bertambah. Semakin banyak kata yang kita ketahui maka semakin mudah kita untuk menulis. Mengapa? Karena dengan banyaknya kata yang kita ketahui, kita bisa memilih kata-kata yang pas untuk dipakai dalam tulisan kita.

Tak hanya itu, rajin membaca juga menjadikan kita tahu seperti apa kalimat yang menarik, seperti apa kalimat yang mudah dipahami. Dengan demikian,  setelah banyak membaca pola komunikasi tulisan kita akan semakin baik. Alhasil kita tidak akan kesulitan ketika diminta menulis. Oleh karena itu, mari rajin membaca buku.

Selain membaca buku-buku non fiksi, saya juga membiasakan diri untuk secara rutin membaca karya-karya sastra. Andrea Hirata, Dewi Lestari, Arswendo Atmowiloto, Jonas Jonasson, Alberthine Endah, adalah contoh-contoh penulis yang saya kagumi. Dengan membaca karya-karya mereka, saya menjadi tahu seperti apa  teknik menulis yang menarik dan menyentuh pembaca. Alhasil saya belajar dari mereka.

Salah satu buku Jonas Jonasson yang amat saya sukai.

Salah satu buku Jonas Jonasson yang amat saya sukai.

Sebuah tulisan akan semakin menarik ketika dibumbui dengan gaya penulisan sastra. Dalam tulisan yang kita buat, kita bisa menyisipkan gaya-gaya sastra, seperti menambahkan dialog dalam tulisan kita, menambahkan perumpamaan (analogi), pemakaian kata-kata yang agak puitis, penggunaan majas. Adanya unsur sastra menjadikan tulisan kita semakin menarik. Karya-karya akademik seperti diktat kuliah kurang menarik untuk dibaca sebab tidak ada unsur sastranya. 🙂

Miliki Banyak Pengalaman

Sebagian besar penulis, pasti mengandalkan pengalamannya untuk menulis. Semua buku yang saya tulis pun berawal dari pengalaman pribadi. Ketika saya menulis buku-buku internet marketing, semua tulisan tersebut bersumber dari pengalaman saya dalam menjalankan kegiatan internet marketing.

Semakin banyak pengalaman yang kita miliki maka kita akan semakin kaya. Kita akan punya banyak pengalaman, cerita, dan pelajaran yang bisa dibagikan.

Tak hanya itu, menulis berdasarkan pengalaman pribadi juga sangat mengasyikkan.

Bayangkan kita sedang menulis sebuah novel tentang kisah percintaan di Paris. Orang yang sudah pernah ke Paris pasti akan lebih mudah untuk menggambarkan seperti apa Paris itu, seperti apa suasana sekeliling menara Eifel, seperti apa dinginnya salju di sana. Dengan demikian, karena ia lebih mudah menggambarkan keadaan Paris, tentu ia akan lebih mudah untuk menulis tentang Paris.

Pengalaman ini bisa didapat dari banyak hal. Bisa dari kejadian yang kita alami sehari-hari, dengan banyak traveling, dengan banyak melakukan eksperimen, dengan berguru kepada orang lain, dan masih banyak lagi.

Seorang penulis perlu memperkaya diri dengan pengalaman.

Terus Berlatih Menulis

Sama seperti kemampuan-kemampuan lainnya, menulis juga perlu dilatih.

Bagaimana supaya tahan lari marathon sejauh 42 km? Tentu seseorang harus rutin berlari.

Bagaimana supaya pandai matematika? Tentu seseorang perlu belajar dan berlatih matematika.

Menulis bukanlah tentang bakat, tetapi menulis adalah tentang berlatih. Sekalipun seseorang berbakat menulis, ia tidak akan pernah jadi penulis andal jika ia tidak berlatih. Bakat memang penting, tetapi latihan jauh lebih penting.

Dengan kemajuan teknologi, kita semakin mudah untuk berlatih menulis. Kita bisa berlatih menulis dengan menggunakan blog. Banyak penulis yang mengawali latihan menulis mereka dari menulis buku harian. Zaman dulu orang-orang berlatih menulis dengan terbiasa menulis buku harian. Nah beruntunglah kita, sebab saat ini sudah ada blog. Blog merupakan tempat berlatih menulis yang sangat bagus. Tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Kita bisa mendapatkan dukungan semangat ketika tulisan-tulisan kita bermanfaat bagi pembaca blog.

So, kalau Anda ingin mengawali karir kepenulisan, pastikan Anda sudah mulai membangun blog dan rutin menulis di sana.

Jadi, jika ditanya bagaimana cara supaya menulis jadi mudah maka jawabannya adalah :

  1. Banyak membaca (buku dan sastra).
  2. Memperbanyak pengalaman.
  3. Terus berlatih menulis.

Jangan hanya percaya apa yang baru saya tulis, silakan Anda buktikan sendiri. Teruslah membaca, memperbanyak pengalaman, dan berlatih. Itu kunci supaya menulis jadi menyenangkan dan mudah.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

kursus manajemen terlengkap

 

1 Comment

  1. fadil

    Setuju banget.

    Semakin banyak ilmu bisa membantu kita saat membuat sebuah tulisan

    Salam hangat

    Fadil

    Dari iblognesia.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *