Cara Menjadi Penulis : Topik yang Laris dan Dapat Anda Tulis

Di artikel Bagaimana Cara Mendapatkan Passive Income dari Royalti, saya sudah mengulas bahwa profesi penulis buku sangat layak untuk Anda tekuni apabila Anda ingin menghasilkan income dengan bekerja dari rumah atau bekerja secara fleksibel. Banyak orang yang ingin menjadi penulis, tetapi dari sekian banyak orang tersebut, banyak juga di antara mereka bingung harus memulai dari mana.

Tahap pertama yang harus dilakoni oleh seseorang yang ingin menjadi penulis adalah tahap mencari ide. Dalam proses menulis kreatif, tahap mencari dan menemukan ide merupakan tahap pertama yang harus dilalui. Tanpa adanya ide, mustahil seseorang bisa meneluarkan karya kreatif dalam bentuk tulisan. Mengapa? Lha kalau ndak ada ide, apa yang mau ditulis? 🙂

Dalam tulisan ini, saya akan mengulas topik apa yang laris dan dapat Anda tulis apabila Anda ingin menjadi seorang penulis. Jika Anda ingin menjadi penulis andal dan jago, pastikan Anda membaca tulisan berikut.

Delapan Kebutuhan Dasar Manusia

Untuk menentukan topik buku apa yang akan kita tulis ada salah satu sumber rujukan yang dapat kita gunakan. Sumber rujukan tersebut adalah delapan (8) kebutuhan dasar manusia. Ada 8 kebutuhan dasar yang melekat dalam diri seorang manusia. Ini dia delapan kebutuhan tersebut :

  1. mempertahankan hidup,
  2. kebutuhan makanan dan minuman,
  3. kebebasan dari rasa takut, sakit, dan bahaya,
  4. kebutuhan seksual,
  5. kondisi hidup yang nyaman (termasuk hiburan),
  6. aktualisasi diri,
  7. perlindungan dan kenyamanan terhadap orang-orang yang ia cintai,
  8. pengakuan dari lingkungan sosial.

Buku termasuk salah satu produk yang dibeli oleh manusia (ya iyalah kalau bukan manusia siapa lagi?). Artinya, saat kita menulis buku kita perlu berorientasi pada kebutuhan manusia (kebutuhan target pembaca kita). Delapan kebutuhan dasar yang tadi saya sebutkan dapat menjadi acuan Anda untuk membuat sebuah produk/karya yang nantinya akan dijual kepada orang lain. Ketika produk/karya Anda mampu memenuhi salah satu atau beberapa kebutuhan di atas maka dapat dipastikan orang akan membeli produk Anda.

Ambil contoh, manusia butuh kebebasan dari sakit. Dapat diartikan bahwa semua manusia pasti ingin sehat (ingin hidupnya sehat). Nah, berangkat dari hal tersebut, Anda dapat membuat buku tentang kesehatan. Buku kesehatan tidak harus berupa buku cara sembuh dari penyakit, melainkan buku kesehatan bisa berupa hal-hal seputar hidup sehat. Contoh buku semacam ini misalnya : buku dengan topik diet. Ketika kita membuat buku yang memandu orang lain supaya mereka bisa lebih sehat, sudah pasti akan ada orang yang mau membeli buku kita.

Contoh lain, mengapa banyak penulis yang membuat buku tentang properti?

Sangat mudah jawabannya. Karena semua orang butuh tempat tinggal. Semua orang ingin menjadi lebih kaya, semua orang ingin hidup nyaman. Bagaimana bisa hidup nyaman kalau sampai tua seseorang tidak punya rumah sendiri? Karena banyak yang butuh panduan membeli/investasi properti, maka banyak pula penulis yang membuat buku tentang investasi properti.

Intinya, ketika kita menulis buku, berorientasilah pada delapan kebutuhan dasar manusia tadi. Usahakan buku yang kita tulis dapat menjadi solusi dan menjadi pemuas dari salah satu atau beberapa kebutuhan dasar tadi.

Tiga Hal yang Layak Dijual Dalam Buku

Ketika kita bicara menulis dalam konteks bisnis maka sudah pasti akan berkaitan langsung dengan yang namanya jualan. Profesi penulis termasuk salah satu profesi yang menjual, dalam hal ini menjual ide, menjual pengetahuan dan pengalaman.

Lantas, topik apa yang layak kita jual sehingga bisa layak menjadi sebuah buku?

Ini dia 3 hal yang layak dijual lewat buku.

  1. Pengalaman Anda. Seorang penulis yang baik haruslah menjadi pelaku/orang yang mengalami apa yang ia tuliskan. Ambil contoh, si A menulis tentang cara menjadi kaya dari investasi properti. Nah sebagai seorang penulis buku investasi properti, sudah tentu si A perlu menjadi seorang investor properti. Jika si A sama sekali bukan investor properti dan tidak pernah berkecimpung dalam investasi properti maka bisa dikatakan bahwa bukunya si A hanya teori saja. Akan lebih baik apabila saat kita menulis, kita berangkat dari pengalaman pribadi. Kendati demikian, tidak harus pengalaman pribadi kita yang menjadi sumber ide menulis. Pengalaman orang lain juga bisa jadi sumber ide menulis. Penulis biografi seperti Alberthine Endah kerap kali menulis berdasarkan kisah hidup/pengalaman orang lain.
  2. Pengetahuan Anda. Seorang penulis menjual pengetahuan yang ia miliki lewat buku-buku yang ia tulis. Saat menulis, kita harus bisa mentransfer pengetahuan kita kepada pembaca. Esensi dari kegiatan menulis buku adalah mentransfer informasi/pengetahuan kita kepada pembaca. Ketika kita berhasil mentransfer pengetahuan kepada pembaca maka saat itu juga kita sudah berhasil sebagai seorang penulis. Jadi, jika Anda punya kompetensi dan pengetahuan dalam suatu bidang, maka Anda bisa menulis tentang bidang tersebut. Kalau Anda punya kompetensi dalam bidang marketing, Anda bisa menulis buku tentang marketing.
  3. ContagiousHasil riset Anda. Selain menjual pengetahuan dan pengalaman, akan lebih baik apabila seorang penulis bisa melengkapi bukunya dengan hasil riset yang telah ia lakukan. Salah satu buku yang berisi hasil riset penulisnya adalah buku Contagious: Why Things Catch On dari Jonah Berger. Dalam buku Contagious tadi, Jonah Berger juga menuliskan tentang hasil riset yang ia lakukan terhadap berbagai fenomena penyebaran informasi (viral) di masyarakat. Dengan adanya hasil riset tersebut, buku Contagious ini benar-benar menarik dan bahkan saya sangat menyukai buku ini.

Jadi, jika Anda ingin menjadi penulis maka ada banyak sekali topik yang dapat Anda angkat ke dalam sebuah buku. Pengalaman Anda, pengetahuan, ataupun hasil riset Anda, semua bisa dibukukan. Dalam memilih topik, berorientasilah pada delapan kebutuhan dasar manusia tadi. Ketika Anda mampu membuat buku yang memenuhi kebutuhan dasar manusia, maka buku Anda pasti dibeli orang.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

 

Sumber gambar : Jacqueline Torres LĂłpez.

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *