Ide Bisnis : Cerita Tentang PanduanMembuatWebsite.com

11 April 2016 lalu saya baru saja merilis sebuah website baru.Website tersebut beralamat di http://PanduanMembuatWebsite.com.

Bagi Anda yang rutin mengecek blog JagoanPassiveIncome.com, mungkin Anda bertanya mengapa saya jarang mengupdate blog ini di awal tahun 2016. Sejak Januari sampai April 2016, saya baru dua kali menulis posting. Dua posting tersebut antara lain :

Lantas, apa yang menyebabkan saya kurang produktif menulis di JagoanPassiveIncome.com?

Selain sibuk kuliah, kesibukan lain yang saya kerjakan adalah saya baru saja merampungkan proyek dua website. Ya, di Januari dan Februari 2016 lalu saya baru saja menyelesaikan website BelajarListBuilding.com. Sedangkan di bulan April 2016 ini saya baru menyelesaikan website PanduanMembuatWebsite.com.

Nah khusus dalam tulisan ini saya mau cerita tentang website PanduanMembuatWebsite.com. Dalam tulisan ini saya juga akan membagikan inspirasi untuk Anda yang ingin membangun bisnis edukasi secara online. Semoga menginspirasi.

Apa Itu PanduanMembuatWebsite.com?

PanduanMembuatWebsite.com adalah sebuah kursus online yang menyediakan tutorial LENGKAP untuk Anda yang ingin belajar membuat website. Singkatnya, ketika seseorang bergabung di PanduanMembuatWebsite.com, ia dapat mengakses 35 tutorial yang memandu dia untuk belajar membuat website dan toko online.

Website PanduanMembuatWebsite.com.

Website PanduanMembuatWebsite.com.

Ide Tentang PanduanMembuatWebsite.com

Ide tentang PanduanMembuatWebsite.com berawal dari adanya ide untuk menulis buku seputar tutorial pembuatan website dan toko online. Saya sudah hendak mempersiapkan proposal buku yang akan diajukan ke penerbit. Namun setelah melalui beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak menyelesaikan proposal buku tersebut. Alih-alih merealisasikan ide tadi menjadi buku, saya justru membuat tutorial dalam bentuk video dan ebook.

Selanjutnya ebook dan video tadi saya jadikan sebagai materi pembelajaran di PanduanMembuatWebsite.com.

Materi pembelajaran yang ada di PanduanMembuatWebsite.com.

Materi pembelajaran yang ada di PanduanMembuatWebsite.com.

Mengapa saya lebih memilih menghadirkan tutorial melalui kursus online? Berikut beberapa pertimbangannya.

  • Profit yang lebih tinggi. Jika tutorial tadi saya hadirkan dalam bentuk buku, maka keuntungan yang saya dapatkan adalah 10 % per penjualan. Andaikan harga buku saya nanti sebesar 50 ribu Rupiah, maka royalti yang akan saya dapatkan adalah 5 ribu Rupiah per penjualan. Berbeda dengan buku, persentase profit yang saya dapatkan dari kursus online bisa mencapai hampir 100 %. Sekadar gambaran, harga kursus online PanduanMembuatWebsite.com adalah 145 ribu Rupiah. Andaikan royalti saya 5 ribu Rupiah, maka untuk mendapatkan 145 ribu, saya harus menjual sebanyak 29 buku. Bandingkan dengan kursus online, untuk setiap member yang saya dapatkan setara dengan saya sudah menjual 29 buku! 🙂
  • Ketersediaan stok. Problem klasik penjualan buku fisik adalah ketersediaan stok. Adakalanya stok buku kita kosong. Problem semacam ini tidak akan terjadi jika kita menjual video tutorial/ebook. Karena filenya berbentuk digital, kita tidak perlu memusingkan stok tersedia atau tidak. Selagi video/ebooknya ada di internet, maka video/ebook tersebut dapat diakses kapan saja.
  • Minim biaya produksi. Dalam sekali proses cetak, biasanya penerbit akan mencetak buku sebanyak 1000 – 3000 eksemplar. Beberapa penerbit ada yang mencetak hingga 3000 eksemplar, namun yang lain hanya di kisaran 1000 eksemplar. Untuk mencetak ribuan eksemplar tadi tentu diperlukan modal yang tidak sedikit. Minimal uang puluhan juta harus dikeluarkan untuk proses cetak. Belum lagi ditambah dengan ongkos distribusi buku ke toko-toko. Hal berbeda justru terjadi ketika kita menerbitkan tutorial lewat kursus online. Kita tidak perlu biaya cetak dan biaya distribusi nyaris minim sekali.
  • Menjangkau seluruh Indonesia (bahkan dunia). Keterbatasan menjual buku secara fisik adalah keterbasan jangkauan. Jika di suatu daerah tidak ada toko buku, maka tentu akan sulit bagi warga daerah tersebut untuk membeli buku saya. Namun dalam bisnis kursus online, materi dibagikan melalui internet. Ketika seseorang terkoneksi ke internet (entah dia di daerah apapun), ia pasti bisa mengakses materi kursus online kita.
  • Proses produksi yang lebih cepat. Untuk memproduksi sebuah buku diperlukan waktu berbulan-bulan. Mulai dari proses riset, penulisan naskah, pengeditan oleh penerbit, pengaturan tata letak buku, proses pencetakan, sampai distribusi. Semua proses tadi akan memakan waktu berbulan-bulan (bahkan bisa sampai tahunan). Paling cepat dibutuhkan waktu sekitar 2 – 3 bulan untuk bisa menerbitkan sebuah buku. Namun untuk kursus online, kita tidak harus menunggu berbulan-bulan. Untuk PanduanMembuatWebsite.com, saya hanya menghabiskan waktu sekitar 2 minggu. Satu minggu untuk pembuatan materi pembelajaran dan satu minggu lagi untuk penyelesaian website.

Inspirasi Untuk Anda

inspirasi

Dari pengalaman dan cerita di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa saat ini sudah saatnya kita beralih ke bisnis digital. Termasuk dalam hal bisnis edukasi. Ada banyak keunggulan kalau kita berbisnis edukasi secara digital. Keunggulannya seperti saya sebutkan, biaya produksi yang lebih murah, jangkauan pasar yang lebih luas, fleksibilitas dalam mengakses materi pembelajaran, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, bagi Anda yang punya ide untuk membangun bisnis edukasi, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menghadirkan kursus Anda dalam bentuk digital dan online. Bagi Anda yang sudah punya bisnis edukasi berbasis offline, Anda bisa melebarkan sayap ke ranah digital.

Untuk membangun sebuah bisnis edukasi secara online, kita membutuhkan tiga hal berikut.

  • Website yang oke. Website ini akan digunakan untuk dua kegiatan utama. Pertama akan dipakai untuk menjual (menawarkan) produk kursus online kita. Kedua, website tersebut akan dijadikan sebagai tempat belajar dari member kursus online kita. Nantinya member tinggal login ke memer area web kita, berikutnya mereka bisa segera mengakses materi pembelajaran yang tersedia.
  • Produk/Materi Kursus Online. Anda juga harus menyediakan materi pembelajaran dalam bentuk digital. Materi pembelajarannya bisa berupa video ataupun ebook. Nantinya meteri ini tinggal Anda unggah ke server web Anda. Selanjutnya, materi tersebut dapat diakses melalui internet.
  • Sarana pemasaran. Sarana pemasaran merupakan channel/saluran yang akan Anda pakai untuk memasarkan bisnis edukasi Anda. Contoh sarana pemasaran ini misalnya : blog, website penjualan, list email yang Anda miliki, akun media sosial, dan lain sebagainya.

Jika tiga hal di atas sudah dimiliki, maka dapat dipastikan Anda akan menuai sukses dalam bisnis edukasi secara online.

Jefferly Helianthusonfri

Bagi Anda yang ingin panduan LENGKAP untuk belajar membangun bisnis edukasi online silakan kunjungi : Bisnis Kursus Online.

 

2 Comments

  1. franky honda

    pagi Pak Jeff, salam suskes selalu, saya senang bisa membaca artikel Pak Jeff yang baru, saya merasa bahwa setiap posting artikel yang bapak buat benar-benar sangat membantu saya, terima kasih.

  2. Lisunews

    Hebat bisa ngelola 3 website sekaligus. Sya aja ngelola 1 masih repot 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *