Gurihnya Passive Income dari Royalti Buku

Ada berbagai macam bentuk passive income, salah satunya adalah royalti. Passive income berupa royalti bisa didapatkan ketika kita memiliki hak cipta atas suatu karya, lalu karya tersebut digunakan oleh orang lain. Salah satu profesi yang mendapatkan imbalan berupa royalti adalah penulis. Dengan menjadi seorang penulis, kita bisa menulis dan menerbitkan buku.

Selanjutnya, buku tersebut akan dijual secara luas. Setiap kali buku kita terjual, kita akan mendapatkan royalti.

Menjadi seorang penulis termasuk salah satu pilihan karir yang sangat cocok untuk mereka yang ingin mendapatkan passive income. Entah itu ibu rumah tangga, pelajar, PNS, karyawan, atau pebisnis sekalipun.

Profesi sebagai seorang penulis bisa dibilang cukup unik.

Mengapa? Sebab seorang penulis bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja.

Jika Anda menjadi seorang guru, tentu Anda perlu mengajar hampir setiap hari. Namun, kalau Anda menjadi seorang penulis, Anda bisa tetap berkarya tanpa harus meninggalkan profesi utama Anda.

Lantas, bagaimana cara supaya kita bisa mendapatkan passive income dalam bentuk royalti?

Gurihnya Pendapatan Pasif dari Royalti

Penulis termasuk salah satu profesi dengan risiko yang cukup kecil.

Mengapa? Sebab profesi ini dapat dijalankan tanpa perlu modal besar. Apalagi bagi Anda yang menerbitkan buku melalui penerbit mayor (seperti Gramedia Pustaka Utama, Bentang Pustaka, dsb). Ketika kita menerbitkan buku lewat penerbit mayor, kita sama sekali tidak perlu mengeluarkan modal untuk produksi dan distribusi buku. Ketika kita bekerja sama dengan penerbit mayor, tugas kita adalah menulis naskah untuk selanjutnya diterbitkan di penerbit tersebut.

Usai buku kita terbit, buku tersebut akan dipasarkan dan didistribusikan ke toko-toko buku. Ketika buku kita terjual, barulah kita akan mendapatkan royalti.

Pendapatan pasif dalam bentuk royalti termasuk passive income yang “gurih”.

Mengapa?

Alasan pertama karena ini berupa pendapatan pasif. Royalti akan kita dapatkan secara terus menerus selagi buku kita laku dan dibeli orang. Sementara itu, kita tidak perlu repot-repot untuk bekerja di toko buku, kita tidak perlu bekerja, selagi buku kita laku, kita tetap dapat royalti.

Lantas, berapa besar royalti seorang penulis?

Umumnya, royalti yang didapat seorang penulis adalah 10 %. Jadi, ketika harga buku kita 50.000, kita akan mendapatkan royalti sebesar 5.000 per eksemplar.

Alasan kedua yang menjadikan pendapatan royalti “gurih” karena profesi penulis merupakan profesi yang fleksibel. Dalam arti, kegiatan menulis dapat kita kerjakan tanpa perlu meninggalkan profesi utama kita. Selain itu, seorang penulis juga bisa bekerja secara fleksibel. Ia bisa bekerja dari rumah, dari cafe, ataupun dari tempat-tempat lainnya yang memungkinkan.

Kunci Sukses Ada Pada Faktor Kali

Untuk memperbesar pendapatan dari royalti, maka kita harus bisa menciptakan faktor kali. Faktor kali yang dimaksud adalah kita harus menjadikan buku kita laku dalam jumlah yang sangat banyak. Makin banyak buku kita yang laku makin besar pula royalti yang kita dapatkan. Lantas, bagaimana cara menjadikan buku laris?

Untuk menjadikan buku laris ada dua komponen yang sangat penting.Banner 3 KeajaibanMenulis.com

  • Komponen pertama adalah adanya kebutuhan di pasar. Dalam arti, permintaan (demand) terhadap buku kita haruslah tinggi. Topik-topik tertentu cenderung lebih dibutuhkan masyarakat. Contoh topik buku yang permintaannya tinggi misalnya topik kekayaan dan kesehatan. Buku-buku dengan topik kesehatan atau kekayaan sangat dibutuhkan masyarakat. Mengapa? Sebab semua orang pasti ingin menjadi lebih kaya, plus ingin menjadi lebih sehat. Selain tentang kekayaan dan kesehatan, topik keagamaan juga termasuk laris dan dibutuhkan orang-orang. Nah, apabila ingin buku terjual dalam jumlah yang besar, salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan terjun ke bidang penulisan yang topiknya laris dan dibutuhkan sebagian besar orang.
  • Komponen kedua adalah marketing yang dahsyat dan jitu. Kendati kita menulis buku yang topiknya laris, hal itu tidak menjamin buku kita akan pasti laris. Mengapa? Sebab makin tinggi permintaan biasanya diikuti dengan makin banyak pesaing. Jika Anda perhatikan, buku-buku dengan topik kekayaan sangatlah banyak di toko buku. Untuk menjadikan buku kita lebih dipilih maka kita perlu melakukan upaya marketing yang lebih gencar dan dahsyat. Sebuah buku bisa menjadi best seller karena upaya marketing yang dahsyat. Contohnya seperti Laskar Pelangi. Laskar Pelangi menjadi semakin populer setelah buku tersebut difilmkan dan diberitakan secara luas. Akibatnya, Laskar Pelangi menjadi best seller.

Perpaduan dua komponen di atas yang menjadikan sebuah buku bisa laris manis dan menghasilkan passive income yang sangat gurih untuk sang penulis.

Langkah Awal Seperti Apa yang Perlu Dilakukan?

Jika ingin menghasilkan passive income dari royalti, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri agar bisa menjadi seorang penulis. Dalam arti, kita harus bisa menulis sebuah buku. Selanjutnya, buku tersebut akan dijual. Entah itu dijual dalam bentuk buku fisik ataupun e-book (electronic book).

Untuk bisa menulis sebuah buku/ebook, jelas diperlukan keterampilan menulis. Oleh sebab itu, sangat disarankan agar Anda mulai melatih diri dalam bidag tulis menulis. Semakin Anda terlatih dalam bidang menulis, maka akan semakin mudah bagi Anda untuk menghasilkan buku. Untuk melatih kemampuan menulis dapat dimulai dengan membiasakan diri aktif menulis di blog.

Kompasiana, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk berlatih menulis.

Kompasiana, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk berlatih menulis.

Setelah Anda terlatih dalam menulis, maka barulah Anda membuat sebuah buku. Entah itu buku fisik atuapun ebook.

Tren Penerbitan yang Beralih ke Digital Publishing

Kedepannya, tren penerbitan akan berlaih ke era digital publishing. Akan semakin banyak buku yang terbit dalam bentuk ebook. Apabila Anda ingin memasuki bisnis buku, maka sudah tentu Anda juga harus bersiap dengan penerbitan dalam bentuk digital. Fenomena ini terlihat dari makin banyaknya penerbit yang menerbitkan buku mereka dalam bentuk ebook.

Kelompok Kompas Gramedia pun sudah bersiap dengan hal ini. Salah satu buktinya adalah dengan dihadirkannya Gramediana.com. Gramediana.com merupakan situs yang digunakan oleh Gramedia untuk menjual buku-buku dalam bentuk ebook. Tak sekadar jadi tempat jualan buku, Gramediana juga dibentuk untuk menjadi platform publishing online. Sama seperti Kindle Direct Amazon, Gramediana.com juga bisa dimanfaatkan untuk menerbitkan karya dalam bentuk ebook.

Situs Gramediana.com

Situs Gramediana.com

Menulis buku dalam bentuk ebook termasuk salah satu pilihan yang dapat diambil. Ketika kita menerbitkan karya dalam bentuk ebook, ada sejumlah keunggulan yang bisa kita dapatkan. Keunggulan menerbitkan karya dalam bentuk ebook antara lain :

  • biaya produksi yang lebih rendah;
  • distribusi buku yang lebih mudah;
  • profit yang lebih tinggi.

Dibanding menerbitkan buku dalam bentuk cetak, menerbitkan buku dalam bentuk ebook jauh lebih murah. Sama sekali tidak diperlukan biaya cetak. Dengan demikian, ketika naskah Anda jadi, naskah tersebut tinggal diedit, diatur tata letaknya, dibuatkan ilustrasinya, dan selanjutnya bisa dipublikasikan.

Karena biaya produksinya yang rendah, maka profit dalam bisnis ebook pun jauh lebih tinggi. Jika di penerbitan konvensional kita hanya mendapatkan royalti sebesar 10 %, maka dalam bisnis ebook kita bisa mendapatkan lebih dari 10 %. Apalagi jika kita menjual sendiri ebook tersebut, pendapatan kita perpenjualan bisa sampai 100 % dari harga ebook.

Apabila Anda tertarik untuk terjun ke bisnis ebook, Anda dapat belajar di kursus Sekolah Bisnis Ebook.

Pada intinya, apapun model bisnis passive income yang Anda pilih, Anda harus konsisten dan total dalam bisnis tersebut. Tidak akan ada sukses tanpa kerja keras dan perjuangan. Jika Anda memilih untuk menjadi seorang penulis, maka berikan totalitas dalam menulis. Upayakan yang terbaik dan Anda pasti bisa mendapatkan plus merasakan gurihnya passive income dari royalti.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

Menulis dan menerbitkan 28 buku internet marketing di usia 18 tahun, founder KeajaibanMenulis.com

2 Comments

  1. For Guides

    mantap gan sharingnya

  2. franky honda

    Selamat Malam Pak Jeff, sungguh menggiurkan cerita pak Jeff. saya merasakan bahwa jadi penulis itu tentunya bukan materi saja yang di harapkan, tetapi ketika ide kita yang dalam tulisan itu bisa diterima oleh sebagian orang maka disitulah kepuasan nilainya sebuah bah karya ide tersebut. tentukan uang atau materi dalam bentuk apapun itu pastilah akan menguntungkan dan membuat penulisnya kaya…hhehehehhee, salam sukses selalu pak Jeff

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *