Mau Memulai Bisnis Toko Buku Online? Ini Panduannya

Jika Anda sedang mencari ide bisnis, maka posting ini akan bermanfaat untuk Anda.

Dari sekian banyak ide bisnis online, ada satu ide bisnis yang cukup menarik, yakni bisnis toko buku online. Melalui bisnis ini, kita akan menjual buku-buku secara online. Bagaimana cara memulai bisnis toko buku online? Apa saja yang harus disiapkan? Seperti apa strategi mengembangkan bisnis toko buku online? Berikut ulasan lengkapnya.

Konsep Bisnis Toko Buku Online

Ide bisnis ini cocok untuk Anda yang gemar berjualan dan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam bisnis ini, Anda akan bertugas sebagai penjual dan pemasar dari buku-buku. Contoh bisnis toko buku online ini misalnya  Gramedia.com, Bukukita.com, dan masih banyak lagi.

Gramedia.com. Toko online miliki toko Gramedia. Mereka tak hanya menjual buku, tapi juga barang retail lain (seperti : komputer, gadget, peralatan rumah tangga, dsb).

Tugas Anda adalah menghadirkan sebuah website toko online. Selanjutnya, di web tadi Anda dapat memajang produk-produk yang Anda tawarkan. Ketika customer ingin membeli buku, mereka tinggal memilih produk yang akan dipesan. Selanjutnya mereka bisa memesan produk tersebut.

Berapa Modal yang Dibutuhkan?

Bisnis online merupakan bisnis yang dapat dimulai dengan modal uang yang relatif kecil. Termasuk dalam hal bisnis toko buku online. Secara umum, ada empat komponen terkait modal yang Anda butuhkan. Empat hal tersebut antara lain :

  • Modal untuk pembuatan dan pengembangan website.
  • Modal untuk stok buku.
  • Modal untuk promosi toko Anda.
  • Modal untuk membayar gaji karyawan Anda.

Mari kita bahas satu per satu.

Modal untuk pembuatan dan pengembangan website. Berapa dana yang dibutuhkan untuk membuat website? Jika kita menyewa jasa web designer, maka tentu kita perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk pembuatan website. Namun jika ingin lebih murah, maka Anda bisa membuat senditi toko buku online Anda. Yang dibutuhkan tentunya keterampilan membuat website.

Saran saya, Anda bisa menggunakan software WordPress untuk pembuatan toko online Anda. Kenapa? Sebab software ini gratis dan powerful. Dengan bantuan plugin eCommerce di WordPress, Anda sudah bisa mengkreasikan sendiri toko online Anda.

Jika Anda membuat website sendiri, maka dana yang perlu Anda keluarkan antara lain untuk sewa hosting (server web) dan domain (alamat website). Harga sewa domain .com biasanya sekitar 100 – 130 ribu Rupiah per tahun. Sedangkan untuk biaya sewa hosting, ini tergantung paket yang Anda gunakan. Untuk tahap awal, Anda bisa menyiapkan anggaran sekitar 500 ribu – 1 juta Rupiah per tahun untuk sewa hosting.

Belum punya keterampilan membuat website? Tak perlu kuatir.

Anda bisa belajar dari buku, kelas, ataupun workshop yang ada. Salah satunya, Anda bisa belajar membuat website dan toko online di kursus online saya ini : www.PanduanMembuatWebsite.com.

Jadi, jika Anda membuat web sendiri, maka modal yang Anda butuhkan sekitar 1 – 1,5 juta per tahun.

Panduan Membuat WebsiteModal untuk stok buku. Besarnya modal ini tergantung dari seberapa banyak buku yang ingin Anda stok. Untuk para penjual, biasanya pihak distributor/penerbit bisa memberikan diskon. Besarnya diskon bisa berkisar antara 20 – 45 %, tergantung seberapa besar daya tawar Anda. Contoh, jika Anda ingin menyetok buku sebnyak 100 judul, dengan masing-masing judul 5 buku, maka total Anda akan membeli 500 buku. Jika harga  rata-rata per buku (yang sudah didiskon) adalah 35 ribu Rupiah, maka total Anda harus menyiapkan uang 17,5 juta Rupiah.

Untuk meminimalkan modal, maka Anda bisa bekerja sama dengan sistem konsinyasi. Jadi, Anda pesan dulu bukunya dari penerbit. Lalu, Anda baru melakukan pembayaran ketika buku tersebut sudah terjual. Untuk bisa menerapkan sistem ini, tentu Anda harus bertemu dan negosiasi dulu dengan penerbit/distributor buku yang Anda ajak kerja sama.

Cara lain adalah Anda baru pesan bukunya ke penerbit ketika customer memesan ke Anda. Saya menyebut cara ini dengan istilah “pesan nanti”. Jadi, Anda memajang penawaran buku di toko online. Ketika customer memesan ke Anda, barulah Anda lakukan pemesanan ke penerbit.

Jika Anda bisa menerapkan cara konsinyasi atau cara pesan nanti, maka Anda tidak butuh modal awal untuk menyetok buku.

Modal untuk promosi toko online Anda. Ada banyak cara promosi yang dapat digunakan, misalkan dengan promosi lewat akun media sosial Anda, lewat blog, lewat iklan di internet, email marketing, dan banyak lagi. Guna meminimalkan biaya promosi, Anda bisa gunakan cara-cara gratis, seperti misal : promosi lewat Instagram, LINE, Facebook, promosi lewat blog Anda sendiri, dan lain sebagainya.

Namun, jika Anda ingin tetap beriklan, untuk tahap awal, Anda bisa menganggarkan 1 juta – 2 juta Rupiah per bulan untuk biaya promosi.

Modal untuk gaji karyawan. Guna menghemat anggaran, di tahap awal Anda bisa mengerjakan semua hal sendiri (mulai dari pembuatan website, pemesanan produk, pengemasan produk, hingga pengiriman produk). Namun jika Anda ingin lebih fokus pada hal tertentu, Anda bisa menggaji karyawan. Mereka bisa bertugas untuk mengurusi pengemasan produk, pemesanan produk, promosi toko, dan lain sebagainya. Besarnya gaji karyawan dapat disesuaikan dengan upah minimum regional di daerah Anda. Anda juga bisa tambahkan insentif lain jika memang kinerja karyawan Anda memuaskan.

Bagaimana dengan ongkos kirim? Dalam bisnis toko buku online, biasanya customer yang akan menanggung ongkos kirim. Besarnya ongkos kirim tentu tergantung berat kiriman dan jarak pengiriman buku.

Sedangkan untuk tempat penyimpanan barang, maka Anda bisa gunakan rumah Anda. Di tahap awal, tentu barang yang Anda stok tidak akan sangat banyak.

Jika semuanya dirangkum, maka kita bisa memulai bisnis toko buku online dengan modal awal sekitar 2 – 5 juta Rupiah.

Cara Memulai Bisnis Toko Buku Online

Lantas, bagaimana langkah-langkah memulai bisnis toko buku online?

  • Langkah pertama adalah : riset pasar untuk menentukan produk yang akan Anda tawarkan. Cari tahu dulu kira-kira buku seperti apa yang gampang laris dan dibutuhkan pasar. Tentukan pula siapa target pasar Anda. Biasanya, orang-orang membeli buku di toko online ketika mereka kesulitan mendapatkan buku di toko buku offline. Nah, Anda bisa targetkan orang-orang ini. Untuk riset pasar, Anda bisa melakukan survei/ngobrol dengan target pasar Anda, menggunakan intuisi/berdasarkan pengalaman Anda, cek ke toko buku, dan lain sebagainya.
  • Langkah kedua : menghubungi penerbit/distributor, menjalin kerjasama. Setelah tahu siapa target pasar Anda, maka Anda akan tahu kira-kira buku seperti apa saja yang akan Anda jual. Nah, Anda bisa mulai menghubungi penerbit/distributor yang ingin Anda ajak kerjasama. Anda bisa ajukan penawaran kerja sama. Sebisa mungkin, Anda mendapatkan pasokan buku yang cukup dari penerbit/distributor tersebut.
  • Langkah ketiga : mendapatkan katalog produk. Jika Anda sudah bekerja sama dengan penerbit/distributor, maka Anda akan mendapatkan katalog produk mereka. Anda bisa memilih mana produk-produk yang akan Anda pasarkan. Yang pasti, Anda harus mendapatkan foto/cover bukunya + informasi lengkap seputar buku tersebut. Informasi ini misalnya harga buku, penulis, penerbit, ISBN, judul, sinopsis, dan lain sebagainya.
  • Langkah keempat : membuat website dan mengisi produk. Selanjutnya, Anda bisa buat toko online Anda. Berikutnya, isi toko online tersebut dengan buku-buku yang akan Anda tawarkan.
  • Langkah kelima : mempromosikan toko Anda, mendatangkan pembeli. Jika toko Anda sudah jadi, produknya sudah cukup banyak, maka promosikan toko tersebut.

Setelah melalui tahap di atas, maka pembeli akan mulai berdatangan. Jika mereka sudah memesan, maka penuhi pesanan mereka. Berikutnya fokuslah pada pengembangan bisnis Anda. Tingkatkan jumlah produk yang Anda jual, tingkatkan jumlah pembeli dan omzet bisnis Anda.

Strategi Promosi dan Pengembangan Bisnis

Untuk promosi toko online, Anda bisa menggunakan cara-cara offline ataupun online.

Contoh pemasaran dengan cara offline misalnya dengan mengadakan pameran/membuka stan penjualan di sekolah, kampus, atau tempat-tempat lainnya. Selain itu, jika misalkan Anda punya ruko/rumah, maka Anda bisa jadikan ruko tadi sebagai toko offline Anda. Tampilkan banner promosi di depan ruko tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan toko online Anda.

Cara promosi lain yang dapat diandalkan adalah dengan masuk ke komunitas pecinta buku. Anda bisa bergabung di komunitas fans penulis/penggemar buku tertentu. Aktiflah di komunitas tersebut, dan perlahan-lahan promosikan juga toko online Anda.

Untuk promosi online, Anda bisa manfaatkan medai sosial, blog, iklan di internet, ataupun sarana-sarana pemasaran lainnya.

Misalkan Anda bisa membuat blog dengan topik buku. Di blog tersebut, Anda menulis berbagai hal seputar buku, review buku, tips buku, dan sebagainya. Nah, Anda bisa selipkan promosi toko Anda di blog tersebut. Anda bisa taruh banner promosi di artikel ataupun di sidebar blog Anda.

Filobuku.com. Contoh blog yang fokus pada topik buku.

Berikut ini video panduan menambahkan banner promosi di blog/website.


Jika ingin belajar blog marketing secara lebih mendalam, Anda bisa baca ebook ini : Ebook Dapat Jutaan dari Blog Gratisan.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, ataupun Instagram. Anda bisa buat akun di Instagram. Gunakan akun tersebut untuk memajang buku-buku yang Anda tawarkan. Setiap kali Anda mengunggah foto produk, maka cantumkan hashtag yang tepat. Misalkan hashtag yang mengandung kata kunci topik buku Anda. Anda juga bisa gunakan media sosial tadi untuk mem-follow akun-akun si penulis buku.

Sesekali, jangan lupa untuk berinteraksi dengan si penulis tadi. Siapa tahu mereka akan melike, meretweet, atau bahkan share konten Anda. Dengan demikian, tentu promosi Anda bisa menjangkau lebih banyak audiens.

Contoh kegiatan promosi buku lewat Instagram.

Tips dari saya : bermainlah di niche market.

Di luar sana, ada banyak sekali toko buku online. Bahkan distributor dan pemain-pemain besar pun (seperti Gramedia) punya toko online mereka sendiri. Agar bisnis kita bertahan lama, maka tentu harus ada strategi diferensiasi. Kita harus tahu apa yang membedakan toko buku kita dengan toko buku online yang lain.

Salah satu cara melakukan diferensiasi adalah dengan fokus di niche market tertentu. Jadi, kita tidak menggarap segmen mass market. Kita fokus pada ceruk-ceruk pasar yang tidak tersentuh oleh pemain-pemain besar. Contoh ceruk pasar ini misalkan Anda memasarkan buku-buku sastra yang sudah sulit ditemukan di toko buku. Contoh lain, misalkan Anda fokus memasarkan buku-buku sejarah, buku fiksi ilmiah, buku bisnis untuk anak muda, dan lain sebagainya.

Dengan menerapkan strategi ini, calon pembeli akan punya alasan kuat kenapa mereka harus membeli dari Anda. Sebab jika buku yang Anda tawarkan mudah didapat di toko buku, tentu akan sulit untuk bersaing. Apalagi jika si toko buku/toko online lain memberikan diskon besar-besaran.

Contoh penjual buku yang fokus pada niche sastra.

Setelah bisnis Anda stabil, maka Anda bisa mulai ekspansi. Anda bisa mulai menggarap niche-niche/bidang lain. Misalkan jika semula Anda hanya fokus pada memasarkan buku-buku fiksi ilmiah, maka Anda bisa mencoba menjual DVD film/serial fiksi ilmiah, menjual merchandise film/buku tertentu, dsb. Dalam bisnis online, adaptasi dan peningkatan harus terus menerus dilakukan, sebab persaingan dalam bisnis online amat ketat. Anda hanya berjarak satu klik/sentuhan jari dari kompetitor Anda.

Tips lain : Anda tertarik menggarap segmen buku obral?

Tips lainnya adalah Anda bisa menggarap segmen buku obral. Keunggulan dari strategi ini adalah toko online Anda akan terfokus dan modal stok buku yang relatif murah. Terfokus maksudnya adalah toko online Anda hanya memasarkan buku-buku yang telah diobral. Biasanya, buku-buku yang diobral ini adalah buku-buku yang sudah tak dijual di toko buku offline.

Jangan memandang sebelah mata buku obral. Meski namanya “obral”, ternyata ada banyak buku-buku berkualitas yang justru tak laku dan diobral. Contoh, saya pernah mendapatkan buku kiat dan panduan fotografi (full color) yang ditulis oleh salah satu fotografer ternama Indonesia. Bukunya terbitan Elex Media. Saking lengkapnya buku ini, saya merasa bahwa ilmu buku tersebut lebih banyak dibanding saya ikut kuliah fotografi satu semester. Anda tahu berapa harga buku tadi? Saya dapat buku tersebut hanya dengan harga 10 ribu Rupiah.

Dengan harga beli 10 ribu Rupiah, saya bisa jual buku tadi seharga 50 ribu. Harga asli buku tadi di toko buku sekitar 100 ribu-an. Bahkan, jika saya jual 50 ribu Rupiah pun, harga tersebut jauh lebih murah dibanding di toko buku.

Tak hanya itu, kadang saya juga menemukan buku-buku manajemen, bisnis, novel, ataupun topik lain yang diobral. Jika Anda tertarik, yang perlu Anda lakukan adalah datang ke pameran buku obral. Borong buku-buku yang menurut Anda akan laik dan laris jika dijual ulang. Setelah Anda dapat bukunya, Anda tinggal menawarkan buku tersebut melalui toko Anda.

Dengan menerapkan cara ini, Anda bisa mendapatkan margin keuntungan yang jauh lebih besar.

Buku-buku obral di Gramedia.

Nah pembaca, Anda tertarik untuk berbisnis toko buku online? Intinya, jika Anda menjalankan bisnis online (bisnis apapun), lakukanlah diferensiasi untuk meningkatkan daya saing Anda. Jadikan bisnis/produk Anda unik, sebab jika produk/service Anda unik, maka konsumen pasti akan tertarik dan kemudian berdatangan membeli produk Anda.

Semoga tulisan ini menginspirasi Anda. 🙂

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *