Inilah 3 Cara Baru Untuk Belajar di Era Internet

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami bosan sekolah.

Tak bisa dipungkiri, sekolah memang melelahkan. Contohnya seperti yang saya alami sewaktu SMA. 4 dari 7 hari seminggu, saya harus berada di sekolah mulai pukul tujuh hingga pukul setengah dua siang. Hampir 7 jam dihabiskan di sekolah.

Lantas, apa yang saya dapat usai 7 jam di sekolah?

Ada beberapa hal yang saya dapat. Misalnya interaksi dengan teman dan beberapa ilmu yang saya dapat dari kelas. Kendati demikian, sebagian besar ilmu yang saya dapat akhirnya terlupakan. Ketika saya kuliah, tak banyak pelajaran masa SMA yang kembali terpakai. Sebab ketika SMA saya berada di jurusan IPA (nilai ujian nasional Kimia saya 2,5 lho πŸ™‚ ), sedangkan ketika kuliah, saya belajar ilmu komunikasi dan jurnalistik.

Kadang terbesit pikiran, bahwa sebenarnya ada yang salah dengan cara belajar di sekolah. Ada yang hilang dari sistem pendidikan kita.

Lantas, bagaimana menyikapi hal tersebut? Inilah solusi yang saya tawarkan di artikel berikut.

Ada Banyak Hal Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Harus diakui, ada banyak hal yang harus ditingkatkan dari sistem pendidikan kita. Data statistik pun membuktikan hal ini. Berdasarkan data OECD, Indonesia menempati peringkat 69 dari 76 negara dalam hal pendidikan. Peringkat ini dususun berdasarkan keterampilan matematika danΒ science.

Kalaupun data tadi terasa kurang “menggigit”, cobalah dilakukan survei terhadap siswa di Indonesia. Cek apakah siswa puas saat belajar di sekolah?

Saya berani jamin mayoritas siswa mengatakan mereka tidak nyaman dengan sistem pendidikan kita.

Ada banyak keterampilan penting yang hingga kini tak diajarkan di sekolah. Beberapa contoh keterampilan tersebut misalnya : keterampilan finansial, keterampilan kewirausahaan, soft skill (seperti misal kemampuan membangun networking dengan orang lain), dan banyak lagi.

Tak hanya itu, pelajaran seperti olahraga dan seni pun mendapatkan porsi/perhatian yang lebih kecil. Standar seorang siswa dikatakan pintar jika ia jago matematika, sains, atau bahasa Indonesia.

Padahal setiap orang punya bakat masing-masing. Tiap siswa punya hobi atau passion yang berbeda-beda.

Solusi atas problem ini adalah belajar secara mandiri. Kita (entah sebagai orang tua atau sebagai siswa), perlu membiasakan diri untuk belajar secara mandiri.

Hal ini sudah saya alami sendiri. Ketika SMA kelas 1, saya sudah cukup ahli dan terbiasa membuat website sendiri. Padahal, pelajaran dasar untuk membuat website baru diajarkan di kelas 2 SMA. Saya bisa mendapatkan keterampilan tadi dengan belajar secara otodidak. Saya termotivasi untuk belajar berbagai keterampilan baru tanpa harus diajarkan di sekolah.

Sikap belajar secara mandiri ini penting untuk dibiasakan agar kita tetap berkembang, tanpa harus selalu bergantung pada guru/dosen di kelas. Inilah tiga cara belajar secara mandiri yang bisa Anda coba.

1. Cari Tahu Hal yang Anda Sukai

Langkah pertama adalah cari tahu apa yang ingin Anda pelajari. Biasanya, Anda bisa memulai dari hal yang Anda sukai. Misalkan Anda ingin menjadi pengusaha, maka tentu kesukaan Anda adalah bisnis. Anda tertarik belajar keterampilan marketing dan selling, pengembangan produk, manajemen, finansial, dan sebagainya.

Atau barangkali Anda tertarik dengan bahasa, seperti bahasa Inggris, bahasa Korea, Jerman, Prancis, dan sebagainya. Atau justru Anda suka dengan dunia musik, Anda ingin menjadi musisi.

Setelah tahu apa yang Anda sukai/apa yang hendak Anda pelajari, maka Anda tinggal mempelajari bidang tersebut.

2. Belajar Otodidak Melalui Berbagai Sumber

Jangan bergantung pada guru/dosen di kelas. Belajarlah secara mandiri dan otodidak.

Berikut contoh-contoh kegiatan belajar secara otodidak.

  • Baca buku terkait bidang yang ingin Anda pelajari. Anda bisa belajar dari buku. Bacalah buku yang berkaitan dengan bidang yang ingin Anda pelajari. Luangkan waktu untuk belajar. Anda bisa dapat buku dari mana saja. Kalau belum punya uang untuk beli buku di toko, maka rajin-rajinlah belajar ke perpustakaan. Anda bisa ke perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, atau tempat-tempat yang menyediakan buku. Tak hanya itu, di internet juga sudah banyak tersedia ebook yang akan memandu Anda belajar.
  • Tonton video YouTube terkait bidang yang ingin Anda pelajari. Saya termasuk orang yang suka belajar melalui YouTube. YouTube isinya bukan cuma Younglex (makan bang?), Awkarin, atau daily vlog. Jauh lebih luas, ada banyak ilmu di YouTube. Mulai dari ilmu tentang investasi properti, ilmu membangun bisnis, ilmu bahasa asing (Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, ada kok..), ilmu tentang make up, ilmu tentang public speaking, dan banyak lagi. Yang perlu Anda lakukan adalah buka YouTube, cari video yang berkaitan dengan keterampilan yang mau Anda pelajari. Mulailah belajar, nanti algoritme YouTube akan membantu Anda. Kelak YouTube dapat memberikan video-video yang memang sesuai keinginan Anda.

Contoh cara belajar bahasa Jerman melalui YouTube.

  • Pelajari tutorial di internet terkait bidang yang ingin Anda pelajari. Ketika pertama kali belajar internet marketing, saya tak punya banyak modal. Modal saya cuma kokensi internet, notebook kecil, dan kemauan. Saya tak punya uang (saat SMP). Bahkan untuk sekadar beli ebook/tutorial web design seharga 100 ribu pun saya tak mampu. Waktu itu sumber uang saya hanya dari uang jajan sekolah. Bayangkan nih, sehari uang jajan saya sekitar 8 ribu Rupiah (4 ribu Rupiah untuk ongkos ojek dan 4 ribu Rupiah untuk jajan). Jadi kalaupun saya menabung, butuh waktu satu bulan untuk mengumpulkan 100 ribu Rupiah. Mau minta ke orang tua, saat itu orang tua tidak yakin dan tidak memberi. Untuk mengatasi hal tadi, saya pun mencari cara lain untuk belajar. Hampir tiap malam saya rajin browsing dan mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya. Kalaupun boleh dibanggakan, saya kagum dengan semangat belajar saya waktu itu. Hal yang sama juga bisa Anda lakukan, Anda bisa belajar lewat tutorial di internet. Ada banyak sekali tutorial yang bisa Anda pelajari. Mungkin tidak mudah, namun jika Anda berjuang, apapun bisa dicapai.

Selain cara-cara di atas, cara lain yang penting adalah dapatkan mentor/guru. Mentor/guru ini bisa memandu Anda untuk tahu apa saja hal-hal yang harus dilakukan. Mentor/guru ini tak harus Anda jumpai secara langsung. Anda bisa belajar dari figur hebat di luar sana. Anda bisa belajar melalui buku yang mereka tulis, melalui video yang mereka buat, tulisan di blog mereka, dan lain sebagainya.

3. Praktikkan Ilmu yang Sudah Anda Pelajari

Membaca buku, ikut seminar, belajar dari video tutorial, barulah separuh langkah untuk belajar. Ada yang jauh lebih penting, yakni praktik langsung. Dalam proses belajar, praktik langsung adalah cara paling ampuh untuk belajar.

Ketika membaca, mendengarkan ceramah, nonton video tutorial, kita bersifat cenderung pasif. Kita hanya menerima informasi dari sumber-sumber. Kita belum menerapkan langsung, kita baru jadi penonton, belum jadi pemain.

Supaya ilmunya betul-betul meresap, Anda harus mempraktikkan apa yang sudah Anda pelajari. Bagaimana caranya?

Caranya dengan terjun langsung ke lapangan.

Mau menjadi pengusaha? Terjunlah ke lapangan, mulailah menjual.

Kalau Anda ingin jadi pebisnis, maka bukalah bisnis Anda. Mulailah dari sesuatu yang kecil. Cobalah untuk memulai jualan, entah itu melalui toko online Anda, melalui akun media sosial, melalui penjualan di stan pameran, dan lain sebagainya.

Kalau Anda ingin jadi penulis, maka mulailah menulis buku Anda. Anda bisa memilih untuk menerbitkan buku lewat penerbit mayor ataupun self publishing. (Baca juga : Cara Menerbitkan Buku yang Perlu Anda Ketahui.)

Kalau Anda ingin jadi musisi, maka berkaryalah. Ciptakan lagu Anda, publikasikan karya Anda. Anda bisa pakai YouTube ataupun SoundCloud untuk memamerkan karya Anda. Dapatkan feedback dari audiens di luar sana. Ikuti festival musik. Perbanyak jam tampil Anda.

Bagaimana kalau belum berhasil?

Justru di situlah letak proses belajarnya. Tidak mungkin seseorang bisa terus-terus berhasil tanpa pernah gagal. Bahkan tim sepak bola hebat seperti Barcelona, Real Madrid, atau Bayern Munchen pun pernah berkali-kali kalah.

Tak perlu risau dengan kegagalan, sebab itu memang bagian dari proses. Yang paling penting adalah Anda tidak menyerah, terus mencoba (dengan cara yang lebih baik), dan terus belajar.

Tiga hal yang tadi dibahas memang sederhana. Namun jika terapkan dengan konsisten, kita pasti bisa menguasai keterampilan apapun yang ingin kita kuasai. Jadi, yuk belajar mandiri, tetap belajar. Jangan hanya bergantung pada pelajaran di sekolah/kuliah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *