Kapan Sebaiknya Sebuah Blog Mulai Dimonetisasi?

Ketika memulai sebuah blog, sebagian orang sangat ingin blognya bisa menjadi sumber income (bahkan sumber passive income). Ada satu pertanyaan yang kerap kali ditanyakan. Pertanyaan tersebut adalah “Kapan sebaiknya sebuah blog mulai dimonetisasi?” Bagi Anda yang masih bingung kapan sebaiknya blog Anda dimonetisasi maka silakan baca tulisan ini.

Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan berbagai indikator yang apabila indikator ini terpenuhi, Anda siap untuk segera memonetisasi blog Anda. Inilah 3 indikator yang dapat menjadi tanda bahwa blog Anda siap untuk dimonetisasi.

1. Tentukan Dulu Model Bisnis Blog Anda

Agar bisa segera memonetisasi blog, Anda harus tahu seperti apa model bisnis blog Anda. Anda perlu tahu bagaimana cara blog Anda akan dimonetisasi nantinya. Apakah dengan menggunakan iklan? Dengan model bisnis affiliate marketing? Atau justru model lainnya?

Berbeda model bisnis maka bisa jadi berbeda pula kapan waktu monetisasinya. Blog-blog yang dimonetisasi melalui iklan biasanya perlu memiliki banyak trafik dulu agar bisa dimonetisasi. Bahkan, pada sejumlah layanan periklanan PPC, mereka mensyarakatkan jumlah trafik tertentu agar Anda bisa berpartisipasi.

Lain halnya apabila Anda memilih model bisnis affiliate marketing. Andaikan Anda memilih model bisnis affiliate marketing, Anda dapat langsung menawarkan produk afiliasi bahkan ketika trafik Anda belum begitu tinggi. Anda dapat membuat penawaran produk afiliasi lewat banner ataupun tulisan yang Anda buat di blog. Seiring berjalannya waktu, trafik Anda akan semakin tinggi dan pengunjung-pengunjung blog Anda dapat menjadi calon pembeli produk afiliasi Anda.

2. Trafik Blog Anda Sudah Mencukupi

Indikator kedua yang menandakan bahwa blog Anda siap dimonetisasi adalah ketika trafik blog Anda sudah mencukupi. Berapa trafik blog yang ideal?

Antara satu blog dengan blog lain bisa jadi punya ukuran trafik yang berbeda. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan trafik yang ideal adalah dengan mengetahui berapa target pendapatan yang Anda inginkan. Selanjutnya target pendapatan tadi disesuaikan dengan tingkat konversi website Anda. Supaya lebih jelas, berikut penjelasannya.

Ambil contoh Anda menargetkan pendapatan sebesar 500 ribu Rupiah per hari. Ambil contoh di blog Anda menawarkan sebuah produk afiliasi. Harga produk afiliasi tadi adalah 500 ribu dengan komisi sebesar 250 ribu Rupiah. Artinya untuk setiap produk afiliasi yang berhasil Anda jual, Anda akan mendapatkan komisi sebesar 50 % (250 ribu Rupiah). Dengan demikian, apabila Anda ingin mendapatkan 500 ribu Rupiah dalam sehari maka Anda perlu menjual dua produk afiliasi.

Sekarang mari kita perkirakan berapa tingkat konversi blog kita. Tingkat konversi adalah jumlah orang yang beli produk Anda dibagi trafik blog Anda, lalu dikalikan 100 %. Katakanlah tingkat konversi di website Anda adalah 1 %. Maka untuk bisa mendapatkan 2 pembeli produk afiliasi, Anda perlu mendatangkan setidaknya 200 orang ke website Anda. Dengan demikian, setiap harinya Anda harus mendapatkan 200 pengunjung yang tertarik membeli produk afiliasi Anda.

Nah, dari sini, Anda bisa menentukan berapa besar trafik yang harus dimiliki oleh blog Anda agar bisa dimonetiasi dengan optimal.

3. Anda Sudah Memiliki Komunitas Pembaca Setia

Indikator ketiga yang menandakan bahwa blog Anda siap dimonetisasi adalah blog Anda sudah memiliki komunitas pembaca setia. Komunitas pembaca setia ini berisi orang-orang yang senantiasa rutin membaca blog Anda. Komunitas pembaca setia ini bisa dilihat dari seberapa banyak pelanggan artikel di blog Anda.

Pastikan di blog Anda sudah tersedia fasilitas berlangganan artikel. Dengan adanya fasilitas ini, mereka yang suka membaca blog Anda dapat menjadi pelanggan artikel. Setiap kali ada tulisan terbaru di blog Anda, orang-orang ini akan mendapatkan pemberitahuan via email. Bagi Anda pengguna WordPress, Anda dapat menggunakan fitur blog subscriptions yang sudah tersedia di plugin Jetpack.

Berapa jumlah subscriber yang ideal agar blog Anda bisa disebut punya banyak pembaca setia?

100 adalah angka psikologis yang cocok. Ketika blog Anda sudah punya setidaknya 100 pelanggan artikel (subscriber) maka hal itu sudah lumayan banyak. Untuk itu, upayakan blog Anda segera punya banyak subscriber.

Selain berdasarkan jumlah subscriber, besarnya komunitas pembaca setia juga bisa dilihat dari besarnya jumlah fans blog Anda di Facebook. Semakin banyak fans yang Anda miliki di Facebook maka hal tersebut bisa menjadi nilai jual tersendiri jika Anda bermaksud menawarkan iklan kepada calon pemasang iklan. Besarnya pengikuti di media sosial termasuk salah satu nilai jual blog Anda.

Nah rekan pembaca sekalian, itulah 3 indikator yang dapat menjadi tanda bahwa blog Anda siap dimonetisasi. Selamat memonetisasi blog Anda.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

 

Panduan Membuat Website

3 Comments

  1. Daniel Lim

    Tapi yang paling penting minatnya.
    Kalau minatnya gak kesitu ya sampai kapan bisa berhasil?
    hehe 😀
    Nice post bossss

  2. aplikasi kwitansi

    Trims artikelnya, sangat bermanfaat

  3. Syafri Soewarto

    Mas Jefferly, content tulisannya bagus banget untuk kami yang masih pemula belajar membuat blog. Semangat terus Mas, dan sukses selalu untuk Mas Jefferly disini.

    Salam,
    Syafri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *