Kenapa Orang Pintar Sulit Untuk Sukses?

Kenapa orang pintar sulit untuk sukses?

Ketika masih SMP, pertanyaan ini sempat mengganjal dibenak saya. Di sekolah (SD – SMP) saya termasuk siswa yang pintar. Menjadi juara 1 – 3 di sekolah adalah perkara biasa bagi saya. Tiap pembagian rapor, hampir dapat dipastikan nama saya menghiasi peringkat 1 – 3.

Ibaratkan persaingan di liga Spanyol, saya diibaratkan seperti Barcelona/Real Madrid. Tak peduli itu musim apapun, hampir pasti saya menempati peringkat teratas di persaingan.

Saking khawatirnya, waktu itu saya merasa bahwa ketika dewasa saya tidak bisa sukses. Saya justru merasa bahwa teman-teman saya yang nilainya biasa saja  justru akan lebih mudah sukses.

Pikiran tadi muncul karena saya sering mendengar cerita bahwa orang-orang yang tak pandai di sekolah justru lebih sukses (dalam bisnis). Bill Gates, Mark Zuckerberg, merupakan sederet nama orang yang drop out tapi justru berhasil masuk jajaran orang terkaya di dunia. Bahkan Bob Sadino (salah satu orang kaya Indonesia) pun juga hanya tamat SMA.

Tak cukup sampai di situ, orang-orang berhasil di sekitar saya pun banyak yang hanya tamatan SMA. Beberapa saudara maupun orang tua teman saya sukses membangun bisnis, meski mereka tak kuliah. Saya kian meyakini bahwa orang pintar di sekolah tak bisa sukses di dunia nyata.

Akhirnya pertanyaan saya terjawab. Kini saya sudah memahami makna sebenarnya dibalik kenapa orang pintar sulit untuk sukses.

Orang Pintar Tak Bisa Sukses, Itu Hanya Mitos

mitos

Bagi saya, justru orang pintarlah yang akan sukses. Pintar di sini tidak harus berarti pintar matematika atau bahasa Indonesia. Pintar yang saya maksud adalah orang yang tahu caranya (punya ilmu). Semenjak SMA, saya mengetahui bahwa setidaknya ada tujuh tipe kecerdasan manusia. Beberapa contoh kecerdasan tersebut misalnya : kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan musikal, dan beberapa lainnya.

Artinya apa?

Artinya tiap orang punya potensi untuk jadi ahli (pintar). Setiap dari kita menyimpan potensi kecerdasan masing-masing. Beberapa dari kita mungkin tak pandai matematika, tapi kalau disuruh main basket, justru sangat jago. Beberapa lainnya tak bisa main musik, tak pintar bahasa, tapi kalau diminta membangun relasi dengan orang lain, justru sangat ahli.

Sayangnya sistem pendidikan kita masih berfokus pada kecerdasan matematika dan bahasa. Alhasil label pintar hanya disematkan pada anak-anak yang pintar matematika, jago menghafal, dan pintar berbicara. Mereka yang pandai bermain basket, ahli menciptakan lagu, petualang di alam bebas, tak disebut pintar.

Saya juga kerap membaca buku dan ikut seminar yang menyatakan bahwa orang pintar cenderung sulit untuk sukses dalam bisnis karena hal-hal berikut :

  • takut mengambil risiko,
  • takut untuk mencoba,
  • terlalu banyak mikir,
  • takut mendelagasikan pekerjaan pada orang lain,
  • sulit berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Bagi saya, pandangan bahwa orang pintar sulit sukses hanyalah pandangan sempit. Seperti yang sudah saya katakan, pintar tak harus berbarti jago matematika. Pintar bisa juga berarti punya kemampuan interpersonal yang baik, jago main musik, ataupun ahli dalam bermain sepak bola.

Untuk Sukses Butuh Ilmu

Sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut, mari kita definisikan apa itu sukses.

Apakah sukses itu punya bisnis 100 cabang dengan total omzet 20 miliar per bulan? Apakah sukses itu punya album musik yang laris dan dibeli 20 juta orang? Apakah sukses itu menjadi peraih ballon d’or (penghargaan tertinggi untuk individu dalam dunia sepak bola)?

Jika semuanya tadi sukses, maka jelas sukses butuh ilmu. Untuk bisa sukses kita harus tahu cara melakukan sesuatu. Tahu cara membangun bisnis yang sukses, tahu cara menjadi musisi yang berhasil, ataupun tahu bagaimana cara menjadi atlet yang berhasil.

Oleh karena itu, sukses butuh ilmu.

Dari mana ilmu didapatkan?

Ilmu didapatkan dari pendidikan.

Tunggu dulu, pendidikan itu tidak hanya yang kita dapatkan di sekolah/bangku kuliah. Belajar dari jalanan, belajar dari jalan-jalan ke daerah orang lain, belajar dari bergaul dengan orang-orang, itu juga pendidikan. Esensi dari pendidikan adalah Anda mempelajari sesuatu. Dengan pengetahuan baru tersebut, Anda melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Bahkan, pendidikan juga bisa kita dapatkan dari pengalaman bekerja.

Anda mungkin sering mendengar bahwa banyak pebisnis suskes yang dulunya adalah karyawan. Ketika menjadi karyawan, mereka juga sambil belajar. Belajar bisnis dari perusahaan tempatnya bekerja. Mereka belajar bagaimana cara produksi yang efisien, bagaimana sistem pemasaran yang ampuh, ataupun belajar manajemen yang baik. Nah ilmu yang didapat tadilah yang dijadikan modal untuk membangun bisnis sukses.

Lantas, Apa Selanjutnya?

Entah Anda pintar atau tidak di sekolah, Anda tak perlu risau. Jika Anda pintar di sekolah, maka bersyukurlah. Kalaupun toh Anda tidak pandai di sekolah, tak perlu cemas. Semua orang bisa sukses. Sebab sukses ada di tangan pribadi. Tergantung kerja keras dan cerdas yang kita lakukan.

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah cari tahu di mana potensi kecerdasan Anda. Atau bisa juga dengan cara menemukan passion Anda. Kenapa harus ini?

Sebab dengan mengetahui potensi kecerdasan Anda, Anda dapat mengoptimalkan bidang kecerdasan tersebut. Atau jika Anda mulai tahu apa passion Anda, maka Anda bisa mulai mengembangkan karir di passion tersebut.

Contohnya passion saya ada di bidang edukasi dan dunia menulis. Oleh karena itu, saya membangun karir di bidang edukasi dan menulis. Yang saya lakukan antara lain saya menjadi seorang penulis, content creator (menjadi blogger, YouTuber), dan membangun bisnis di bidang edukasi (saya punya beberapa usaha kursus online). Salah satunya saya mendirikan website www.PanduanMembuatWebsite.com. Melalui web ini saya menghadirkan kursus online di bidang pembuatan website. Saya memandu orang-orang dari seluruh Indonesia untuk belajar membuat website dan toko online.

web panduan membuat website

Website PanduanMembuatWebsite.com.

Hal yang sama juga dapat Anda lakukan. Setelah Anda mengetahui di mana kegemaran dan potensi Anda, maka terus tingkatkan kemampuan Anda. Perbanyak berlatih, mencoba, dan teruslah belajar. Jika itu dilakukan, maka sudah pasti Anda akan menjadi orang sukses.

Jadi, jangan kuatir. Orang pintar tak bisa sukses itu hanyalah mitos. Yang paling penting adalah terus belajar, bekerja, dan berkarya.

Salam,

Jefferly Helianthusonfri

banner horiziontal panduan blogging

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *