Langkah-Langkah Menghasilkan Passive Income dari Produk Digital

Artikel ini adalah seri panduan yang membahas langkah-langkah menghasilkan passive income dari produk digital. Pembahasan dalam artikel ini akan panjang dan menyeluruh. Jadi, pastikan Anda antusias membaca artikel ini. 🙂

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis online, atau ingin menekuni bidang baru dalam bisnis, maka artikel ini dapat menjadi referensi awal yang membantu Anda.

Saya akan uraikan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan jika Anda hendak meraih passive income dari produk digital.

Apa Itu Produk Digital? Mengapa Memilih Produk Ini?

Produk digital adalah produk-produk yang sifatnya non fisik dan berupa barang digital. Contoh produk digital ini misalnya : template website, template desain banner, ebook, video tutorial, membership website, software/aplikasi, dan lain sebagainya.

Contoh nyata dari bisnis produk digital dapat Anda lihat di situs ini : Themeforest.net. Di situs tadi, para pencipta template website dapat menjual karya mereka. Selanjutnya, ketika template tadi terjual, maka si pencipta template akan mendapatkan income.

Template website, contoh produk digital yang kerap djual di internet.

Template website, contoh produk digital yang kerap djual di internet.

Contoh lain misal seperti yang saya lakukan di situs website : BelajarListBuilding.com. Produk yang ditawarkan di BelajarListBuilding.com adalah paket video tutorial panduan email marketing. Lewat panduan tadi, pembeli akan dipandu untuk belajar melakukan email marketing untuk meningkatkan penjualan produk mereka.

Video tutorial yang dijual di situs BelajarListBuilding.com.

Video tutorial yang dijual di situs BelajarListBuilding.com.

Mengapa memilih berbisnis produk digital? Berikut dua alasan utamanya.

  • Relatif fleksibel untuk dipasarkan. Karena berupa produk digital, tentu kita tidak harus memikirkan ketersediaan stok. Contoh, jika seseorang menjual template website, maka mau sebanyak apapun pembeli template tersebut, template tersebut tetap bisa didownload oleh pembeli lainnya. Hal ini berbeda jika kita memasarkan produk fisik (misal : buku). Jika buku tersebut sudah laris manis, maka stoknya akan habis. Mau tidak mau si produsen harus menyediakan stok lagi (produksi lagi). Tentu itu akan memakan waktu. Nah keunggulan produk digital adalah produk ini sangat fleksibel dalam pemasarannya. Tak harus memikirkan bagaimana pengiriman, ketersediaan stok, dan lain sebagainya. Alhasil, bagi yang ingin bekerja secara fleksibel, maka bisnis produk digital layak untuk ditekuni.
  • Biaya produksi yang lebih murah dibanding produk fisik. Untuk memproduksi sebuah buku, butuh biaya cetak, ongkos kirim, dan biaya distribusi ke toko-toko. Lain halnya dengan ebook yang tidak butuh ongkos cetak dan distribusi. Distribusi tinggal dilakukan lewat sebuah website di internet. Biaya produksi produk digital relatif lebih murah jika dibanding produk fisik. Apalagi kita cukup satu kali memuat produk digital, lalu produk tersebut dapat dijual berulang-ulang.

2 Cara Menghasilkan Passive Income Melalui Produk Digital

Ada dua cara menghasilkan passive income lewat produk digital. Dua cara tersebut anatara lain :

  • Menjadi produsen. Dengan kata lain, Anda akan berperan sebagai pembuat produk digital yang akan dipasarkan. Contohnya seperti yang saya lakukan di situs BelajarListBuilding.com. Saya berperan sebagai pencipta produk tersebut. Jika Anda seorang desainer, maka Anda akan membuat template website. Template web itulah yang akan Anda jual. Jika Anda seorang penulis maka Anda akan membuat ebook. Lalu ebook tadilah yang akan Anda jual di internet.
  • Menjadi affiliate marketer. Jika menjalankan peran ini, maka tugas Anda adalah memasarkan produk dari para produsen produk digital. Contoh, saya punya produk video tutorial di BelajarListBuilding.com. Nah, Anda bisa turut membantu memasarkan produk tadi. Ketika produk video tutorial tadi terjual (berkat promosi Anda), maka Anda akan mendapatkan komisi. Menariknya, di bisnis produk digital, persentase komisi yang ditawarkan relatif besar dibandingkan produk fisik. Merupakan hal lumrah ketika persentase komisi produk digital mampu mencapai angka 25 – 70 %.

Dalam bisnis produk digital, kita bisa mejalankan dua fungsi sekaligus. Kita bisa berperan sebagai produsen dan di sisi lain kita juga bisa jadi seorang affilate marketer yang memasarkan produk digital.

Saya pun menjalankan kedua fungsi ini. Di beberapa bisnis online, saya berperan sebagai pencipta produk digital. Lihat produk-produk saya di menu atas web ini.

Menu untuk mengakses produk-produk Jefferly.

Menu untuk mengakses produk-produk Jefferly.

Di sisi lain, saya pun memasarkan produk-produk digital lain. Saya turut membantu memasarkan produk kursus online, template website, dan berbagai produk digital lainnya.

Lantas, langkah apa yang harus dilakukan jika kita ingin masuk ke bisnis produk digital?

Langkah-Langkah Menjadi Affiliate Marketer Produk Digital

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan jika hendak menjadi seorang affiliate marketer.

1. Miliki Sarana Pemasaran

Dengan menjadi seorang affiliate marketer berarti Anda akan menjadi seorang pemasar.

Alhasil, Anda butuh yang namanya media pemasaran. Apa saja media pemasaran ini? Ada banyak ragamnya, secara umum berikut beberapa media pemasaran untuk seorang affiliate.

  • Akun media sosial yang punya teman/pengikut. Jika Anda punya banyak pengikut di Twitter, Instagram, atau Facebook, maka Anda bisa manfaatkan akun media sosial tadi sebagai sarana pemasaran produk afiliasi. Anda bisa promosikan produknya lewat tweet-tweet Anda, posting Facebook, dan lain sebagainya.
  • Website/blog miliknya sendiri. Banyak pula affiliate marketer yang memanfaatkan blog/website sebagai sarana pemasaran produk afiliasi. Saya termasuk affiliate marketer yang amat mengandalkan website. Di website/blog inilah si affiliate marketer dapat menawarkan produk. Entah itu lewat posting yang ia buat secara khusus ataupun lewat banner promosi yang ia tampilkan.
Promosi produk afiliasi yang dilakukan melalui posting di blog.

Mempromosikan produk afiliasi lewat banner di blog.

  • Jaringan iklan di internet. Tak sedikit affiliate marketer yang beriklan di internet. Mereka menggunakan iklan seperti Google AdWords, Facebook Ads, ataupun jaringan iklan PPC lain untuk mendatangkan trafik ke landing page/web mereka. Selanjutnya trafik yang masuk ke landing page/web tadi akan diarahkan ke website si pemilik produk digital.
  • E-mail list yang mereka miliki. Media pemasaran lainnya adalah list email yang dimiliki oleh si affiliate marketer. Biasanya, si affiliate akan membuat list yang berisi ribuan, puluhan ribu, atau jutaan email target pasarnya. Nah ketika si affiliate hendak memasarkan suatu produk, maka ia tinggal mempromosikan produk tadi ke ribuan orang yang ada dalam list-nya. Inilah yang dinamakan dengan metode email marketing, yakni pemasaran yang dilakukan melalui email.

Apakah harus punya sebagian besar/semua jaringan pemasar di atas jika ingin sukses sebagai affilaite? Sayangnya, ya. Akan sangat baik jika kita sudah punya jaringan pemasaran yang kuat. Sebab jaringan pemasaran inilah yang akan membantu kita menciptakan penjualan. Yang mana penjualan ini akan berimbas pada pendapatan kita.

Kendati demikian, bukan berarti tidak ada peluang bagi mereka yang baru memulai. Saya pun memulai bisnis online dengan modal yang amat minim. Boro-boro punya email list yang besar, boro-boro punya website dengan ribuan pengunjung, waktu itu pun, masih minim sekali pengetahuan saya tentang internet marketing.

Kuncinya ada proses belajar dan kemauan untuk memulai. Waktu itu saya memutuskan untuk memulai dari apa yang bisa saya lakukan.

2. Tentukan Produk yang Akan Dipasarkan

Jika misalkan kita sudah punya jaringan/media pemasaran, maka kedepannya akan lebih mudah. Kita tinggal menentukan produk apa yang akan kita pasarkan.

Salah satu saran yang sering diberikan adalah pasarkan produk yang relevan dengan bidang yang Anda tekuni. Misalkan jika Anda punya website dengan topik fotografi, maka Anda bisa memasarkan produk-produk yang relevan dengan bidang fotografi (misal : video tutorial tentang fotografi, kursus online fotografi, dsb).

Dengan kata lain, pilihlah produk-produk yang relevan dengan segmen audiens yang Anda miliki. Kalau Anda punya website/akun media sosial yang segmennya anak muda usia 18 – 30 tahun, maka pasarkanlah produk-produk yang relevan dengan segmen usia tersebut.

3. Dapatkan Akses ke Produk yang Akan Dipasarkan

Setelah Anda tahu produk apa yang akan dipasarkan, maka dapatkan akses ke vendor produk tersebut. Misalkan Anda hendak memasarkan video tutorial fotografi, maka dapatkan akses ke penyedia video tutorial fotografi. Jika Anda hendak memasarkan template website, maka dapatkan akses ke para pembuat template website.

Untuk mendapatkan akses produk, dua cara ini dapat Anda lakukan :

  • Bergabung di situs resmi si vendor. Misalkan Anda hendak memasarkan produk panduan email marketing dari BelajarListBuilding.com, maka Anda bisa bergabung di website BelajarListBuilding.com. Intinya, Anda kunjungi lalu mendaftar di situs si vendor. Biasanya, si vendor sudah menyediakan sistem afiliasi. Dengan sistem ini Anda bisa turut mempromosikan produk si vendor.
  • Bergabung di situs affiliate network. Cara ini cenderung lebih disarankan. Sebab ketika Anda tergabung dalam suatu affiliate network, Anda akan dapat akses ke banyak produk secara sekaligus. Contoh situs jaringan afiliasi produk digital ini misalnya : Clickbank.com, Ratakan.com, Idaff.com, Themeforest.net (khusus untuk template web), dan lain sebagainya.
Situs themeforest.net

Situs themeforest.net

Ketika Anda sudah terdaftar di situs vendor/situs affiliate network, Anda akan mendapatkan akses untuk memasarkan produk. Anda akan mendapatkan akses untuk mendapatkan link afilasi dan banner afiliasi. Nah link dan banner inilah yang dapat Anda pakai untuk memasarkan produk afiliasi.

4. Promosikan Produk di Jaringan Pemasaran yang Anda Miliki

Langkah berikutnya adalah promosikan produk afiliasi tadi di jaringan pemasaran yang Anda miliki. Jika Anda memanfaatkan website, maka Anda bisa tampilkan link ataupun banner promo produk di web Anda.

Bagi Anda yang menggunakan email marketing, maka Anda tinggal membagikan link afiliasi di email yang Anda kirimkan ke member list Anda. Bagi Anda yang menggunakan media sosial (seperti Facebook), maka Anda bisa membuat posting penawaran di Facebook. Selanjutnya arahkan pembaca posting tadi ke website vendor yang produknya Anda pasarkan.

Itulah langkah-langkah yang perlu dilakukan jika hendak menjadis seorang pemasar afiliiasi. Jika Anda ingin panduan rinci, langkah demi langkah, untuk menjadi seorang pemasar afiliasi, Anda bisa baca buku saya yang berjudul : Affiliate Marketing Modal Dengkul.

Langkah-Langkah Menjadi Produsen Produk Digital

Berikut langkah-langkah untuk menjadi seorang produsen produk digital.

1. Dapatkan Ide Produk Digital

Langkah pertama adalah temukan ide produk digital Anda. Untuk mendapatkan ide produk digital, ada berbagai cara yang dapat digunakan. Misalnya dengan mengamati produk yang diminati pasar, mencari ide produk berdasarkan keahlian Anda, atau mungkin dengan mencari solusi atas masalah yang dihadapi oleh orang-orang.

Misalkan, kita bisa mencari ide berdasarkan keahlian kita. Jika kita ahli dalam bidang blog marketing mengapa tidak kita membuat tutorial di bidang blog marketing. Misalkan kita bisa membuat ebook/video tutorial seputar tutorial pemasaran di blog.

Jika kita ahli dalam mendesain banner promosi, mengapa tidak kita menghadirkan produk yang berupa template banner. Jadi, orang-orang yang hendak membuat banner promosi, tinggal memakai template yang sudah jadi. Dengan demikian, mereka bisa membuat banner dengan mudah dan praktis.

2. Lakukan Validasi Ide Produk Anda

Dalam mmbangun bisnis online, saya selalu diajarkan untuk melakukan validasi ide. Validasi ide ini diperlukan agar kita lebih siap saat hendak masuk ke pasar. Validasi ide akan memberikan kita inspirasi-inspirasi yang bermanfaat dalam mengembangkan sebuah bisnis online.

Cara validasi ide bisnis online dapat Anda baca di artikel ini : 4 Cara Riset Pasar Untuk Validasi Ide Bisnis Anda.

3. Mulailah Menciptakan Produk Anda

Setelah validasi ide, maka mulailah menciptakan produk Anda. Jika Anda hendak membuat produk yang berupa video tutorial, maka mulailah membuat video tutorial Anda. Jika Anda hendak membuat produk yang berupa ebook, maka mulailah menulis ebook Anda.

Jika Anda membuat produk template website, template banner, software/aplikasi, maka mulailah membuat produk tersebut. Dalam membuat produk, kadang kita tidak harus menggunakan tenaga kita sendiri. Kita bisa melakukan outsourcing. Kita  siapkan konsep produknya, lalu kita bayar orang untuk mengerjakan produk tersebut. Kita dapat menggunakan jasa-jasa freelancer yang banyak bertebaran di internet.

Projects.co.id, salah satu situs yang dapat dimanfaatkan jika Anda mencari freelancer.

Projects.co.id, salah satu situs yang dapat dimanfaatkan jika Anda mencari freelancer.

4. Bangun Sistem dan Jaringan Pemasaran

Setelah produknya jadi, langkah berikutnya adalah menyiapkan sistem dan jaringan pemasaran. Sistem yang saya maksud ini adalah sistem penjualan, distribusi, dan pemasaran produk Anda.

  • Sistem penjualan : pikirkan bagaimana cara Anda menjual produk digital. Apakah dengan menggunakan website Anda sendiri? Atau justru dengan menjual produk Anda lewat marketplace produk digital (misal berjualan di Clickbank, Ratakan, dsb)?
  • Cara pemasaran. Pikirkan bagaimana cara pemasaran yang akan digunakan? Bekerja sama dengan affiliate marketer? Mengandalkan jaringan yang Anda miliki? Beriklan di Facebook? Beriklan di situs-situs populer? Atau seperti apa?
  • Distribusi produk. Tentukan bagaimana produk Anda akan didistribusikan. Biasanya, produk digital akan didistribusikan melalui website. Nantinya, pembeli tinggal mendownload produk digital yang Anda jual.

Di langkah ke-4 ini, yang biasanya saya lakukan adalah membuat website penjualan. Saya membuat halaman penawaran di website dan mempersiapkan member area tempat pembeli bisa mendownload produk. Setelah web penjualan siap, barulah kegiatan pemasaran dilakukan.

Contoh website penjualan produk digital. Ini adalah tampilan situs BelajarListBuilding.com.

Contoh website penjualan produk digital. Ini adalah tampilan situs BelajarListBuilding.com.

5. Pasarkan Produk Anda

Langkah ke-5 adalah mulai memasarkan produk Anda. Pemasaran dapat dilakukan melalui berbagai media, bisa melalui email list yang Anda miliki, dengan beriklan di website lain, pemasaran lewat blog,  media sosial, dan lain sebagainya. Selain itu, kita juga bisa menyediakan program afiliasi untuk menggandeng para affiliate marketer di internet. Tentu, kita akan menawarkan komisi penjualan untuk setiap penjualan yang berhasil dilakukan oleh affiliate marketer.

Secara umum, itulah langkah-langkah yang perlu dilakukan jika hendak menjadi seorang produsen produk digital di internet. Memang ada cukup banyak hal yang harus kita pahami. Kendati demikian, pekerjaan besar tadi tidak harus kita lakukan semuanya sendiri. Kita bisa berfokus pada hal-hal yang menjadi kekuatan kita. Misalkan kita bisa berfokus pada pembuatan produk, lalu untuk urusan penjualan, pemasaran, dan distribusi kita serahkan ke situs marketplace di internet.

Gumroad.com, salah satu situs yang memudahkan orang-orang untuk menjual produk digital mereka.

Gumroad.com, salah satu situs yang memudahkan orang-orang untuk menjual produk digital mereka.

Kesimpulan

Ada banyak sekali hal yang dibahas dalam artikel ini. Saya yakin sebagian dari Anda mungkin akan bingung dengan apa yang harus dilakukan. Sebagai rangkuman, inilah tiga langkah yang perlu Anda lakukan.

  • Tentukan model bisnis yang Anda pilih. Anda bisa memilih hendak menjadi affiliate marketer atau produsen produk digital. Bisa pilih satu ataupun menjalankan keduanya secara sekaligus.
  • Lakukan langkah-langkah yang sudah dibahas. Setelah menentukan model bisnis yang Anda pilih, maka lakukanlah langkah-langkah seperti yang sudah dibahas di artikel ini. Anda bisa ikuti alurnya setahap demi setahap.
  • Pelajari kembali panduan ini. Memang butuh waktu untuk menguasai semua langkah di atas. Kendati demikian bukan berarti tak bisa dilakukan. Yang perlu Anda lakukan adalah lakukan langkah-langkahnya dengan konsisten. Jika menemui kebingungan, pelajari kembali panduan ini. Atau Anda bisa berdiskusi dengan mereka yang sudah lebih dulu terjun ke bisnis produk digital. Baik itu sebagai affiliate marketer ataupun sebagai product creator.

Kalaupun toh Anda tak berminat pada bisnis produk digital, tak perlu kuatir. Ada banyak jalan meraih passive income di luar sana. Barangkali Anda lebih tertarik untuk berbisnis di properti (mungkin berbisnis kos-kosan, sewa ruko, dsb)? Atau justru Anda lebih tertarik untuk membangun bisnis kuliner yang sukses?

Seperti kata ungkapan banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan pula untuk meraih passive income. Anda dapat menempuh jalan yang memang Anda sukai dan cocok untuk Anda. 🙂

Semoga menginspirasi.

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *