Lima Tahapan Menulis Posting Blog yang Disukai Pembaca

menulis posting blog

Dalam membuat sebuah karya tulis, ada lima tahapan yang perlu dilalui.

Lima tahap tersebut antara lain : prewriting, drafting, revising, editing, dan publishing.

Lima tahapan ini dapat diterapkan untuk pembuatan berbagai karya tulis. Bahkan, dalam proses penulisan buku, saya selalu menerapkan lima tahap ini.

Dalam membuat posting blog pun kita juga bisa menerapkan lima tahapan ini. Inilah lima tahapan dalam menulis posting blog.

Tahap 1 : Prewriting

Tahap prewriting merupakan tahap di mana kita akan mengumpulkan ide posting. Yang dilakukan saat prewriting :

  • menentukan topik tulisan yang akan dibuat,
  • membuat kerangka karangan (outline) tulisan.

Untuk mendapatkan ide blog, maka berikut sejumlah kiat yang saya gunakan.

  • Membaca buku-buku yang topiknya relevan dengan topik blog saya. Contoh, dalam mendapatkan ide-ide posting blog JagoanPassiveIncome, saya banyak membaca buku-buku tentang kekayaan, bisnis, dan pengembangan diri. (Baca juga : Buku-Buku Bagus yang Saya Rekomendasikan). Dengan membaca banyak buku, ada banyak manfaat yang kita dapat. Tak hanya pengetahuan yang bertambah, membaca banyak buku juga menjadikan kita punya banyak sudut pandang baru.
  • Membaca media-media online yang relevan. Agar bisa membuat tulisan-tulisan yang aktual, kita juga harus mengikuti perkembangan terkini dalam bidang blog kita. Contoh, jika blog Anda topiknya tentang marketing, maka Anda perlu mengikuti isu-isu terkini dalam bidang marketing. Mengikuti dan rutin membaca media-media online yang relevan menjadikan Anda punya lebih banyak ide menulis.
  • Mengunjungi blog-blog milik para ahli. Secara berkala saya juga menyempatkan untuk mengunjungi blog-blog yang dikelola oleh expert di suatu bidang. Contohnya saya kerap membaca blog Mas Yuswohady. Tak hanya sekadar mencari ide menulis, mengunjungi blog para expert juga bagus untuk kegiatan membangun relasi dengan para expert. Siapa tahu, di waktu mendatang kita bisa bekerja sama dengan expert yang blognya kita kunjungi.

Usai mendapatkan ide menulis, saya menyimpan ide tersebut dalam Notepad.

Biasanya, usai mendapatkan ide, saya langsung memikirkan judul apa yang akan saya pakai sebagai judul posting. Setelah menuliskan judul posting, saya mulai menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam posting tersebut.

Contoh outline sederhana.

Contoh outline sederhana.

Selain datang dari kegiatan membaca, ide posting juga bisa kita dapatkan dari riset kata kunci. Riset kata kunci merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan para blogger. Dengan riset kata kunci, kita bisa tahu kata kunci apa yang dicari oleh pengguna internnet. Cara melakukan riset kata kunci dapat Anda pelajari di video berikut.

Tahap 2 : Drafting (Tahap Penulisan Posting)

Usai menyusun outline, berikutnya kita bisa langsung menuliskan posting di blog. Dalam proses penulisan posting, prinsip penting yang harus dipegang teguh adalah kita harus menulis dengan bebas. Saat menulis draft pertama Anda, jangan memusingkan apakah tulisan Anda sudah bagus atau belum. Menulis dengan bebas diperlukan agar kita bisa lancar menuliskan draft. Apapun yang terlintas di kepala, bisa Anda tuliskan.

Berikut beberapa tips membuat posting yang disukai pembaca blog.

  • Bagaikan informasi yang bermanfaat (mampu menyelesaikan masalah pembaca). Antara isi dan judul posting Anda harus sesuai. Contoh, jika judul posting Anda menyebutkan tentang “cara mengatasi jerawat” maka tulisan Anda harus berisi solusi dalam mengatasi jerawat.
  • Gunakan kata-kata dan kalimat yang mudah dipahami. Menulislah sejelas mungkin. Gunakan istilah yang mudah dipahami. Jika tulisan Anda mudah dipahami, pembaca akan menyukai tulisan Anda.
  • Gunakan poin-poin/sub judul. Anda juga bisa memanfaatkan bullet point dalam posting yang Anda buat. Penggunaan bullet point menjadikan posting Anda lebih nyaman untuk dibaca. Tak hanya itu, jika posting Anda cukup panjang, Anda bisa membuat sub judul.
Penggunaan sub judul dan bullet point bertujuan untuk memudahkan pembaca menangkap poin penting dalam tulisan kita.

Penggunaan sub judul dan bullet point bertujuan untuk memudahkan pembaca menangkap poin penting dalam tulisan kita.

  • Usahakan agar satu paragraf hanya terdiri dari 2 – 4 kalimat. Pastikan paragraf tidak terlalu panjang. Ada perbedaan antara membaca di layar dengan membaca di kertas. Paragraf yang singkat cenderung lebih nyaman untuk dibaca.
  • Lengkapi posting Anda dengan gambar ilustrasi yang relevan. Menambahkan gambar dalam posting menjadikan posting Anda semakin menarik dan nyaman untuk dibaca. Tak hanya dari segi estetika, menambahkan gambar juga akan menjadikan pembaca lebih lama membaca tulisan Anda. Hadirnya gambar menjadikan pembaca lebih betah untuk berlama-lama membaca tulisan Anda. Selain menambahkan gambar ilustrasi, Anda juga bisa menambahkan infografik. Untuk mendapatkan gambar ilustrasi, Anda bisa memanfaatkan situs seperti Flickr ataupun Pexels.com.
Pexels.com.

Pexels.com.

Berdasarkan pengalaman saya, proses drafting biasanya berlangsung antara 1 – 2 jam.

Ketika menulis posting, saya menulis keseluruhan posting sampai selesai. Setelah posting selesai ditulis, barulah saya menambahkan gambar-gambar yang diperlukan.

Tahap 3 : Revisi

Tahap ketiga adalah tahap revisi. Di tahap revisi, kita akan membaca kembali draft posting yang sudah kita hasilkan.

Di tahap revisi juga saya mulai menambahkan gambar-gambar ke dalam posting.

Saat revisi, kita bisa membaca kembali posting yang sudah ditulis. Kita harus menilai apakah tulisan kita sudah sesuai untuk pembaca atau belum. Di tahap revisi inilah kita akan memperbaiki sejumlah kesalahan. Contoh, jika ada data yang sudah tidak aktual, maka data tersebut bisa kita ganti dengan data yang lebih aktual. Jika ada hal yang dirasa kurang pas, maka kita bisa memperbaikinya di tahap revisi.

Jika diperlukan, kita juga bisa melakukan proses penulisan ulang untuk sejumlah paragraf. Intinya, di tahap revisi inilah kita memoles tulisan kita agar semakin baik.

Tahap 4 : Editing

Setelah kita melakukan revisi, maka ada satu proses lagi yang harus kita lalui sebelum menekan tombol publish. Tahap tersebut adalah tahap editing. Berbeda dengan tahap revisi, di tahap editing kita fokus pada aspek kebahasaan tulisan kita. Di tahap editing inilah kita akan mengecek apakah ada kesalahan penulisan atau tidak.

Kesalahan penulisan ini bisa berupa kesalahan penggunaan tanda baca, kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan ejaan, dan lain sebagainya. Agar bisa melakukan editing dengan baik, diperlukan penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ketika editing, saya membaca seluruh isi posting saya. Saya membaca setiap kata. Jika ada kata yang salah penulisannya, maka saya segera memperbaiki penulisan kata tersebut. Proses editing ini sangat penting guna mencegah timbulnya typo (kesalahan penulisan) dalam posting.

Jika semua sudah oke, semua sudah benar, baru saya memublikasikan posting.

Tahap 5 : Publishing

Tibalah saat di mana kita akan memublikasikan posting. Di tahap publishing ini, kita akan mengklik tombol publish untuk memublikasikan tulisan yang sudah kita buat.

Usai tulisan Anda terbit, maka ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Berikut sejumlah hal yang perlu dilakukan usai memublikasikan posting di blog.

  • Bagikan tulisan Anda di media sosial. Jika Anda punya akun Twitter/akun Facebook, Anda bisa membagikan posting Anda di akun media sosial tersebut. Dengan demikian, teman-teman/pengikut Anda di media sosial juga bisa berkunjung ke blog Anda. Atau, jika Anda punya halaman Facebook, maka Anda bisa membagikan posting Anda di halaman tersebut. Membagikan posting di media sosial termasuk salah satu upaya mendatangkan pengunjung ke blog Anda.
  • Bagikan tulisan Anda kepada audiens yang tepat. Selain membagikan posting ke media sosial, Anda juga bisa membagikan posting tadi ke audiens yang tepat. Intinya, Anda dapat membagikan posting Anda untuk orang-orang yang butuh solusi dalam tulisan Anda. Contoh, jika Anda menulis posting tentang cara mengatasi jerawat, maka Anda bisa membagikan posting tersebut terhadap komunitas (orang-orang) yang butuh solusi jerawat. Anda bisa membagikan tulisan Anda di forum ataupun di list email yang Anda miliki.
Membagikan posting blog di grup Facebook yang relevan.

Membagikan posting blog di grup Facebook yang relevan.

  • Kirimkan konten Anda ke social bookmark. Anda juga bisa mengirimkan tulisan-tulisan Anda ke situs social bookmark. Mengirimkan posting ke social bookmark bagus untuk mendukung promosi blog Anda. (Baca juga : Cara Mengirimkan Konten ke Social Bookmark Lintas.me).

Rekan pembaca, itulah lima tahapan yang perlu kita lalui dalam membuat sebuah tulisan yang menarik dan disukai pembaca. Jika lima tahap tadi dijalankan secara konsisten dan rutin, perlahan namun pasti, blog Anda pasti akan ramai dan punya banyak pembaca.

Semoga tulisan ini dapat menjadi panduan bagi Anda yang baru memulai sebagai seorang blogger.

Salam Super Sukses

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

4 Comments

  1. lahiya

    Okeh siap laksanakan, untung saya bisa dapet tulisan bapak lewat email

  2. franky honda

    terima kasih Pak Jeff, kadang untuk memulai menulis ini kadang berat sekali dan kadang seperti blank tidak bisa berpikir, saya banyak membaca tulisan pak Jeff sebagai refrensi saya dalam menulis blog saya, saya merasa banyak kebantu dengan membaca tulisan pak Jefferly

  3. Toto

    Terima kasih Mas Jepri, tulisannya sedehana tapi mudah dicerna dan sangat menginspirasi.
    Mas Jepri ini memang luar biasa…

  4. prambudi

    segera saya praktekkan pak..
    memang prosesnya gak semudah yang dibayangkan.. hehe
    trima kasih pak tipsnya..
    nunggu artikel berlangganan selanjutnya nih..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *