Memasarkan Produk Afiliasi Melalui Grup Facebook

Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas langkah-langkah memasarkan produk melalui akun Facebook yang Anda miliki. Dalam tulisan ini, saya akan kembali membahas cara memasarkan produk melalui Facebook. Namun, kali ini kita khusus akan membahas pemasaran produk melalui grup Facebook.

Seperti yang kita ketahui, ada tiga media pemasaran di Facbeook. Tiga media tersebut antara lain : akun personal, grup, dan halaman Facebook. Nah keberadaan grup Facebook juga dapat kita gunakan untuk memasarkan produk afiliasi. Berikut langkah-langkah dan kiat memasarkan produk afiliasi melalui grup Facebook.

Ketahui Siapa Target Pasar Produk Anda

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui siapa target pasar produk Anda. Dalam memasarkan produk afiliasi, kita juga harus tahu siapa target pasar kita. Apakah target pasar kita adalah kalangan ibu-ibu muda ataukah mereka yang masih single?

Dengan memahami target pasar, kita akan tahu media yang tepat untuk pemasaran nantinya. Ambil contoh Anda memasarkan produk afiliasi panduan mendidik anak. Sudah tentu target pasar dari produk ini adalah mereka yang akan berkeluarga. Selain itu, produk ini juga bisa ditujukan untuk orang tua yang masih muda (misal : ibu-ibu muda).

Setelah kita memahami target pasar, barulah kita dapat memikirkan cara untuk menjangkau mereka.

Buat Grup Facebook Anda

Langkah kedua adalah buatlah grup Facebook yang topiknya relevan dengan target pasar Anda. Kalau target pasar Anda adalah ibu-ibu muda maka buatlah grup Facebook yang topiknya relevan untuk ibu-ibu muda. Untuk mengetahui topik-topik yang relevan bagi ibu-ibu muda, Anda dapat melakukan riset. Bagaimana cara risetnya? Berikut beberapa cara riset yang dapat digunakan.

  • Bacalah media online yang audiensnya adalah ibu-ibu muda. Anda bisa baca Kompas Female. Dengan cara ini, Anda akan tahu topik-topik apa saja yang jadi perhatian ibu-ibu muda.
  • Bacalah buku-buku psikologi yang berkaitan dengan dunia wanita. Misalnya Anda bisa baca buku Men From Mars Women From Venus.

Selain mendapatkan informasi dari media, Anda juga bisa riset dengan mengamati langsung kehidupan ibu-ibu muda. Hanya saja, memanfaatkan media termasuk salah satu cara yang praktis.

Mengamati media termasuk salah satu cara yang efektif. Mengapa? Karena media akan mempengaruhi bagaimana cara seseorang hidup. Media jugalah yang membentuk apa yang kita pikirkan, apa yang kita bicarakan, dan apa yang kita lakukan.

Poin yang ingin saya sampaikan adalah buatlah grup Facebook yang topiknya relevan dengan target pasar Anda. Kalau target pasar Anda adalah pria-pria single, maka buatlah grup yang topiknya relevan dengan pria-pria single. Untuk membuat grup di Facebook, Anda tinggal klik create group. Tombol create group ini dapat Anda jumpai di sisi kiri beranda Facebook Anda.

Link untuk membuat grup di Facebook.

Link untuk membuat grup di Facebook.

Isi dengan Konten yang Bermanfaat

Usai membuat grup, berikutnya adalah isi grup tersebut dengan konten yang bermanfaat. Konten yang bermanfaat inilah yang akan menjadi daya tarik agar orang-orang mau bergabung di grup Anda. Konten bermanfaat artinya konten tersebut harus mampu memberi sesuatu kepada member grup. Sesuatu yang saya maksud bisa berupa informasi, edukasi, ataupun hiburan.

Konten yang Anda bagikan di grup bisa berupa posting, ebook, gambar, ataupun video. Berikut contoh-contoh konten yang kerap saya bagikan di grup.

Contoh konten yang saya bagikan di grup.

Contoh konten yang saya bagikan di grup.

Contoh konten yang dibagikan di grup.

Contoh konten yang dibagikan di grup.

Lantas, dari mana mendapatkan konten untuk dibagikan di grup? Berikut cara-cara mendapatkan konten untuk grup.

  • Anda bisa membuat sendiri konten yang akan Anda bagikan di grup. Misalnya dengan Anda membuat ebook, video, ataupun artikel di blog. Selanjutnya konten tadilah yang Anda bagikan di grup.
  • Anda bisa mengutip konten dari media online/website lain. Misalkan Anda membaca satu artikel bagus di salah satu media online. Nah Anda dapat membuat ringkasan dari konten tersebut. Selanjutnya ringkasan tadi yang Anda bagikan di grup. Selagi konten yang Anda bagikan bermanfaat, orang-orang tentu akan menyukai konten Anda.

Ide untuk membuat konten juga bisa datang dari berbagai sumber. Entah itu dari pengalaman pribadi Anda, dari buku yang Anda baca, dari pengalaman teman Anda, dan lain sebagainya.

Selain membagikan konten, tugas Anda sebagai pengelola grup juga akan bertambah. Seiring bertambahnya member grup Anda, akan ada orang-orang yang mengirimkan pertanyaan ke grup. Nah, ketika ada yang bertanya, jawablah pertanyaan tersebut. Menjawab pertanyaan ini akan menimbulkan diskusi. Diskusi ini tentu akan bagus. Grup Anda akan semakin hidup.

Contoh pertanyaan yang ada di grup.

Contoh pertanyaan yang ada di grup.

Promosikan Grup Anda

Setelah grup Anda berisi konten yang bermanfaat, berikutnya adalah promosikan grup Anda. Promosi grup dapat Anda lakukan lewat berbagai media, bisa melalui blog, Facebook, Twitter, ataupun media-media lain yang dapat Anda gunakan. Berikut sejumlah cara yang kerap saya gunakan untuk promosi grup.

Promosi grup melalui banner promosi di blog.

Promosi grup melalui banner promosi di blog.

Promosi grup yang dilakukan lewat status Facebook.

Promosi grup yang dilakukan lewat status Facebook.

Selain menggunakan blog dan status Facebook, saya juga kerap mempromosikan grup melalui buku yang saya tulis, Twitter, ebook, video, dan tentunya email.

Lakukan Soft/Hard Selling

Dari tadi kita sudah membahas kiat memulai dan mengembangkan grup. Sebagian dari Anda mungkin bertanya, lantas, kapan dan bagaimana jualannya?

Untuk menawarkan sesuatu melalui grup, saya cenderung lebih menyukai pendekatan soft selling. Artinya, saya jarang menawarkan produk secara langsung dan terang-terangan. Seperti apa cara-cara soft selling? Berikut cara-cara soft selling yang dapat Anda coba.

  • Buatlah status/posting/tulisan yang bermanfaat. Selipkan cerita tentang produk/website Anda di dalam tulisan tersebut.Selain itu, promosi tentang website/produk Anda juga dapat diselipkan di akhir tulisan.
  • Tampilkan identitas brand Anda (misal : logo, alamat web, dsb) di dalam konten Anda. Misalkan Anda membagikan gambar/infografik di grup, maka pastikan alamat web/identitas brand Anda ada di gambar tersebut.
Mencantukan alamat website di gambar, termasuk bagian dari soft selling.

Mencantukan alamat website/media sosial di gambar, termasuk bagian dari soft selling.

  • Gunakan cerita. Dalam buku Contagious : Rahasia Dibalik Produk dan Gagasan yang Populer, disebutkan bahwa cerita merupakan salah satu “senjata ampuh” untuk menciptakan viral marketing. Cerita dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Nah, kita juga bisa memanfaatkan cerita untuk soft selling. Ketika Anda sedang ngobrol/berinteraksi dengan teman, Anda dapat menyelipkan cerita tentang bisnis Anda. Dari cerita itu, kenalkanlah produk/bisnis Anda. Dengan cara ini, kita sudah memberi tahu orang lain bahwa kita berjualan. Jika mereka butuh sesuatu, mereka bisa menghubungi kita. 🙂

Apakah boleh melakukan hard selling? Sudah tentu boleh. Bahkan ada kalanya hard selling lebih diperlukan dibanding soft selling. Hard selling kerap kali saya gunakan saat saya menawarkan produk yang sedang diskon. Contohnya sewaktu ada diskon spesial di KeajaibanMenulis.com.

Selain itu, hard selling juga kerap saya gunakan saat saya baru mengeluarkan website/produk/buku baru. Contohnya saat saya baru melaunching website www.BelajarBlogMarketing.com. Usai launching web tersebut, saya langsung mempromosikan web BelajarBlogMarketing.com secara hard selling.

Bagaimana hasilnya?

Hasilnya orang-orang tetap beli. Selagi hard selling kita lakukan dengan cara yang sewajarnya, orang-orang pasti akan memaklumi. Esensi dari hard selling adalah memberi tahu orang lain bahwa kita berjualan. Berjualan bukanlah pekerjaan rendahan, berjualan justru merupakan kegiatan menolong orang lain. Kita menolong orang yang membutuhkan. Bayangkan kalau kita sedang sakit kepala, lalu tidak ada produsen obat sakit kepala. Bayangkan ketika kita butuh kopi yang nikmat tetapi para pedagang tidak mau menjual kopi. Sayang sekali, bukan?

Intinya, apapun pekerjaan yang Anda jalani, tekunilah hal tersebut. Awali dengan niat yang baik untuk membantu orang lain. Selanjutnya gunakan cara-cara yang santun agar orang-orang semakin menyukai kita. Semakin kita disukai, orang-orang akan lebih tertarik untuk beli dari kita. Ingat, yang disukailah yang dibeli. Produk yang oke, plus didukung dengan penjual yang disukai merupakan kombinasi maut untuk meningkatkan penjualan.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

2 Comments

  1. bayu win

    simple tapi lengkap.. nice postingan..

  2. Fery Hendrawan

    Terima kasih banyak atas penjelasannya, sangat membantu bagi saya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *