Menambang Rezeki dari Tren Gerhana Matahari 2016

Terakhir kali saya menulis di blog ini adalah pada akhir Desember 2015. Hingga tulisan ini dibuat, sudah lebih dari dua bulan saya tidak menulis di JagoanPassiveIncome. Nah, terhitung mulai Maret 2016, saya kembali aktif ngeblog di JagoanPassiveIncome.com. Untuk mengawali comeback, saya ingin membahas berbagai peluang bisnis yang muncul seiring adanya tren gerhana matahari di tahun 2016.

Indonesia wajib bersyukur. Di tengah karut-marut persoalan politik di negeri ini, negeri Anda yang namanya Indonesia itu kembali kejatuhan berkah. Tidak lain tidak bukan berkah tersebut hadir dalam wujud fenomena alam, gerhana matahari. Tak kurang 12 provinsi akan dilalui gerhana matahari. (Saya sering menyebut Indonesia sebagai negeri Anda/kalian, karena saya mulai jenuh dengan Indonesia. Berbagai karut-marut dan bobroknya birokasi membuat saya dan sebagian teman-teman jurnalis mulai lelah menyebut Indonesia sebagai negeri kami.)

Jika gerhana matahari terjadi 300 tahun yang lalu, mungkin itu tak lebih dari sekadar fenomena alam. Namun jika gerhana matahari terjadi di tahun 2016, maka jelas itu bukan lagi sekadar fenomena alam. Gerhana bisa menjadi peluang bisnis bagi mereka yang jeli dan kreatif. Jauh sebelum tanggal 9 Maret 2016, aroma bisnis sudah tercium di mana-mana. Salah satunya seperti yang saya alami sendiri.

Dalam tulisan ini saya akan membahas beberapa potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan jelang momen gerhana matahari di Indonesia. Momen tersebut akan terjadi pada 9 Maret 2016.

Susahnya Mencari Tempat Menginap di Belitung

Bangka Belitung termasuk salah satu provinsi yang dilalui gerhana. Berita baiknya kita bisa menyaksikan gerhana matahari total dari pronvinsi ini. Sebagai salah satu provinsi yang cukup dekat dari Jakarta, tak heran Bangka Belitung (khususnya Belitung) menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata gerhana 2016.

Saya pun tak mau ketinggalan dengan momen ini. Jauh-jauh hari saya langsung mempersiapkan tiket dan penginapan guna berlibur di Belitung. Namun perjuangan untuk mendapatkan tiket dan tempat menginap di Belitung tidaklah mudah. 3 – 4 minggu sebelum tanggal 9 Maret 2016, ternyata hotel dan penginapan di Belitung sudah mulai penuh. (Sumber berita : di sini.). Saya pun harus berulang kali menelfon beberapa penginapan guna mengamankan tempat untuk menginap.

Singkat kata, terlihat bahwa permintaan akan tempat menginap menjadi naik drastis. Semakin tinggi permintaan, tentu para pebisnis akan semakin senang. Artinya ada banyak orang yang siap membeli produk/jasa mereka.

Tak hanya tempat menginap, tiket pesawat pun sekana menjadi rebutan para wisatawan. Jika biasanya harga tiket ke Belitung hanya berkisar di antara 300 – 500 ribu Rupiah, maka kini harganya bisa melambung hingga 700 – 900 ribu Rupiah. Sejalan dengan hukum permintaan, maka semakin tinggi permintaan harga bisa semakin mahal.

Ada banyak sektor bisnis yang akan diuntungkan dengan adanya momen gerhana. Hotel, jasa penerbangan, jasa transportasi darat, kuliner, adalah sederet ladang bisnis yang dipastikan akan meraup rezeki besar dengan adanya momen gerhana matahari ini. Berita baiknya berkah ini tidak hanya dirasakan di provinsi Bangka Belitung. Daerah lain macam Bengkulu, Sumatra Selatan, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku juga dapat merasakan hal ini. Akan ada banyak sekali potensi bisnis yang tercipa berkat membludaknya kunjungan wisatawan.

Promosi dan Marketing Menjadi Penting

Saya punya asumsi. Saya belum bisa memastikan asumsi ini benar atau tidak. Namun saya berani memperdiksi bahwa Bangka Belitung akan menjadi salah satu provinsi juara dalam momen gerhana matahari total kali ini. Alasan ini cukup logis sebab provinsi Bangka Belitung memang sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Plus, jarak Belitung dengan Jakarta juga relatif dekat. Dengan demikian, ribuan wisatawan pasti akan menuju ke daerah ini. Apalagi bagi mereka yang ingin melepas penat dari Jakarta, maka Belitung bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Namun poin penting yang ingin saya sampaikan adalah Belitung termasuk salah satu provinsi yang punya daya marketing yang bagus. Hal ini tidak terlepas dari adanya karya fenomenal bernama Laskar Pelangi. Entah itu dalam bentuk film ataupun tetralogi novelnya. Andrea Hirata bisa dibilang sebagai salah satu sosok yang berjasa dalam mengenalkan Belitung pada dunia. Berkat Laskar Pelangi pula lah saya jadi kian berminat untuk menjelajah tanah Belitung.

Tetralogi Laskar Pelangi. (Sumber gambar : Penulispro.net).

Tetralogi Laskar Pelangi. (Sumber gambar : Penulispro.net).

Setidaknya hal ini bisa menjadi inspirasi bagi putra-putri daerah lainnya. Barangkali mereka bisa berkarya lewat tulisan, lagu, film, ataupun karya lainnya guna mempromosikan potensi daerah mereka. Saya sangat mendambakan muncul Andrea Hirata lainnya yang mampu mengangkat daerah mereka ke pentas nasional, bahkan dunia.

Jika belum mampu membuat karya sekaliber novel atau film fenomenal, setidaknya kita bisa memulai dengan sebuah blog. Kita dapat memanfaatkan blog sebagai salah satu sarana promosi daerah. Saya pernah mengulas cara-cara sederhana untuk promosi wisata daerah melalui blog. (Baca tulisan ini : Cara Mempromosikan Pariwisata Daerah Melalui Blog).

Ada yang namanya marketing mix (4P, Product, Place, Price, and Promotion). Nah selain mengandalkan promosi, tiga P lain juga harus mampu diandalkan. Dalam konteks product, pemerintah dan masyarkat daerah harus mampu membuat produk (pariwisata daerah) mereka menjadi menjual dan ngangenin. Jogjakarta termasuk salah satu daerah yang produk pariwisatanya patut diacungi jempol. (Baca juga : Inspiratif : Pelajaran Bisnis dari Masyarakat Jogjakarta.)

Keraton Yogyakarta. Yogyakarta termasuk salah satu daerah pariwisata yang ngangenin.

Keraton Yogyakarta. Yogyakarta termasuk salah satu daerah pariwisata yang ngangenin.

Tentu P lain juga harus dipenuhi. Untuk aspek Place, sebuah daerah harus mampu menyajikan dirinya dengan elok dan menawan. Tak hanya itu, daerah tersebut harus mudah untuk dijangkau. Jika infrastruktur dan sarana transportasi menuju daerah tersebut sulit, tentu wisatawan akan berpikir dua kali untuk menyambangi daerah tersebut. Sedangkan untuk aspek price, pemda dan masyarkat harus jeli. Mereka harus mampu menyusun price yang benar-benar sesuai dengan target pasarnya. Apakah mau membidik segmen dengan harga tinggi atau membidik segmen dengan harga yang terjangkau.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik.

Pelajaran pertama adalah tentang bersyukur. Harusnya (saya dan) Anda bersyukur karena punya negeri yang kaya bernama Indonesia. Negeri Anda yang namanya Indonesia itu kembali kejatuhan berkah. Fenomena gerhana matahari dapat dimanfaatkan sebagai lfbermadang rezeki bagi masyarakat. Tidak semua negara bisa dilalui fenomena alam yang menarik, bersyukurlah sebab kali ini Indonesia kejatuhan berkah.

Pelajaran kedua adalah tentang persiapan yang matang. Akan sangat disayangkan kalau gerhana matahari hanya jadi momen yang sekadar lalu. Keindahan gerhana matahari bukan hanya tentang indahnya matahari yang tertutup oleh bulan. Lebih dari itu, akan sangat indah ketika masyarakat daerah bisa menampung rezeki yang “kebetulan” dibawa oleh para wisatawan. Para penjual cindera mata, kuliner, penyedia jasa angkutan, mereka adalah sederet masyarakat yang akan bahagia kalau momen ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Sudah seharusnya momentum gerhana matahari (ataupun fenomena lainnya) dijadikan sebagai awal kebangkitan industri pariwisata Indonesia.

Pelajaran ketiga adalah jeli melihat peluang bisnis. Ada banyak peluang bisnis yang muncul seiring momen gerhana matahari. Peluang bisnis kuliner, jasa transportasi, penginapan, merupakan sederet contohnya. Ribuan wisawatan yang datang pasti membutuhkan makanan, penginapan, jasa transportasi, dan lain sebagainya. Kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai ide bisnis untuk yang ingin menambang rezeki dari tren gerhana matahari 2016. Sudah seharusnya kita para pebisnis lebih peka dan jeli dalam membaca peluang yang muncul di sekitar kita.

Dukungan semua pihak juga amat diperlukan. Saya mengapresiasi sejumlah media yang dengan gencar memberitakan tentang momen gerhana matahari ini. Bahkan Kompas.com sampai membuat liputan khusus untuk peristiwa ini. Besarnya perhatian yang diberikan oleh media juga turut mempromosikan pariwisata dari daerah-daerah yang dilalui gerhana.

Liputan khusus (lipsus) Kompas.com tentang gerhana matahari 2016.

Liputan khusus (lipsus) Kompas.com tentang gerhana matahari 2016.

Nah teman-teman, selamat menikmati gerhana matahari. Entah kita sebagai penikmat, atau pelaku industri, yang jelas momen gerhana matahari ini dapat menjadi tambang rezeki bagi mereka yang berminat mengeksplorasinya.

Salam,

 

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *