Menjadi Penulis : Mengapa Saya Senang Menjadi Penulis?

menjadi penulis

Sewaktu SMA dulu saya pernah mendapatkan pertanyaan begini :

Jeff, kamu ndak bosen nulis buku terus?

Tak hanya sekali dua kali, setiap kali bertemu teman lama (misal teman SMA) saya juga selalu ditanya.

Gimana Jeff, kamu masih nulis buku?

Untuk menjawab dua pertanyaan ini saya selalu tersenyum dan menjawab “masih”. Terkadang orang bertanya mengapa saya senang menjadi penulis.

Dalam tulisan ini saya akan berbagi sejumlah alasan mengapa saya senang menjadi seorang penulis. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menginspirasi Anda yang juga berkeinginan menjadi seorang penulis.

1. Menyenangkan Ketika Bisa Berbagi

Alasan utama saya suka menulis adalah melalui menulis saya bisa berbagi pengetahuan yang saya dapatkan.

Siapapun Anda dan apapun bidang pekerjaan Anda, Anda punya potensi untuk menjadi seorang penulis. Ingat, menulis tidak harus melalui buku. Anda juga bisa menulis lewat berbagai media lain, lewat blog, forum, ataupun berbagai media sosial lainnya. Misalkan Anda adalah seorang praktisi di bidang perbankan, Anda dapat menulis melalui blog. Melalui blog tersebut Anda dapat mengedukasi orang-orang tentang pendidikan finansial.

Hal demikian juga saya alami saat menulis. Saya senang karena bisa berbagi kepada banyak orang. Apalagi dalam menulis buku, tulisan saya dapat dibaca oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Selama ini ada ketimpangan informasi antara kota besar (seperti Jakarta) dengan kota kecil. Orang-orang Jakarta dengan mudah mendapatkan pengetahuan karena di Jakarta ada banyak forum komunitas, ada banyak seminar, workshop, dan berbagai event yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Belum lagi kampus-kampus top pun banyak yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Nah, melalui kegiatan menulis buku, kita semua bisa membantu menyalurkan pengetahuan dan informasi ke daerah-daerah. Ketika buku kita didistribusikan ke seluruh Indonesia, maka jelas kita juga membantu upaya mencerdasakan kehidupan bangsa.

Sungguh membahagiakan ketika saya membaca testimoni pembaca buku dari berbagai daerah. Ada pembaca yang berasal dari Indonesia timur, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan sebagainya. Ketika mereka memetik manfaat dan inspriasi, ketika itu pula saya merasa begitu bahagia sebagai seorang penulis.

2. Menyenangkan Ketika Bisa Meraih Passive Income

Selain menyalurkan hobi, kegiatan menulis juga merupakan bisnis yang saya tekuni. Karena ditekuni sebagai sebuah bisnis, maka kegiatan menulis pun jelas menghasilkan income. Bukan hanya sekadar income, penghasilan dari kegiatan menulis juga bisa berupa passive income. Sudah tentu, mendapatkan passive income menjadikan saya semakin menyukai kegiatan menulis.

Rasa suka yang berpadu dengan passion ini akhirnya mentenagai saya untuk semakin mengembangkan bisnis di bidang menulis. Kolaborasi antara passion dan ketekunan menjadikan karir kepenulisan bisa semakin gemilang.

3. Untuk Personal Branding

Alasan ketiga mengapa saya suka menulis adalah personal branding.

Pertanyaan sederhananya : Anda ingin dikenal sebagai apa?

Apakah Anda ingin dikenal sebagai motivator bisnis untuk anak muda? Apakah Anda ingin dikenal sebagai  praktisi andal dalam bidang kecantikan? Anda ingin dikenal sebagai pakar diet?

Banner 3 KeajaibanMenulis.comNah, kegiatan menulis (menulis buku fisik/cetak) merupakan cara membangun personal branding yang sangat ampuh. Meskipun ebook mulai banyak dibaca orang, namun branding lewat buku fisik masih tetap lebih ampuh dan berkesan.

Melalui tulisan-tulisan, kita bisa membentuk citra sebagai seorang yang punya kompetensi dalam suatu bidang. Jika Anda sering menulis buku marketing, buku Anda bagus, maka Anda akan dikenal sebagai pakar marketing. Jika Anda sering menulis buku investasi, buku Anda disukai, Anda akan dikenal sebagai pakar investasi.

Personal branding sudah pasti sangat dibutuhkan oleh mereka yang berkarir, baik itu berkarir di perusahaan ataupun di bisnis sendiri.

Karena alasan personal branding inilah, saya justru semakin tekun menulis. Entah itu menulis buku, blog, ataupun menulis di media-media lainnya. Kegiatan menulis juga sekaligus investasi yang saya lakukan terhadap personal brand saya. Dengan personal brand yang baik, mudah-mudahan karir kita ke depannya juga akan semakin baik.

4. Media Publikasi dan Demi Menjaga Eksistensi

Menulis juga merupakan cara berkomunikasi. Melalui tulisan-tulisan yang kita buat, kita berkomunikasi dengan publik (dengan banyak orang). Nah, menulis buku merupakan salah satu cara memublikasikan profil Anda.

Ketika Anda menulis buku, Anda sudah melakukan langkah publikasi. Ketika publik membaca karya Anda, maka Anda kian dikenal.

Karena alasan publikasi inilah saya juga tetap menekuni kegiatan menulis. Hal ini bukan sekadar agar dikenal dan diingat orang. Lebih dari itu, menulis buku menjadikan nama saya tetap eksis di toko buku. Saya menjadikan buku layaknya kartu nama. Buku-buku yang dipajang di Gramedia, saya ibaratkan sebagai “kartu nama”. Ketika buku Anda dipajang di Gramedia, orang-orang dapat dengan mudah mengambil “kartu nama” tersebut dan mengenali Anda.

Mengibaratkan buku sebagai sebuah kartu nama. Menuis buku menjadikan Anda eksis dan dikenal orang-orang.

Mengibaratkan buku sebagai sebuah kartu nama. Menulis buku menjadikan Anda eksis dan dikenal orang-orang.

Jika “kartu nama” Anda tidak ada di toko buku, artinya Anda tidak eksis. Jika Anda tidak eksis, bisa jadi orang lupa dengan Anda. Karena itulah, saya tetap menjalankan kegiatan menulis. Selain untuk personal branding, menulis menjadikan kita bisa tetap eksis dan dikenal lebih banyak orang. Mudah-mudahan dengannya semakin banyak peluang bisnis/peningkatan karir yang tersedia untuk kita.

Itulah beberapa alasan mengapa saya menyukai profesi sebagai penulis. Apapun yang memotivasi Anda untuk menulis, pastikan Anda tekun menulis. Karena dengan menulis, Anda sekaligus telah berbuat baik bagi sesama. Lewat tulisan-tulisan, Anda dapat mengedukasi dan berbagi inspirasi. Dari sana jelas Anda sudah menebar manfaat.

Bukankah seindah-indahnya pribadi adalah yang berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama?

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

Menulis dan menerbitkan 28 buku internet marketing di usia 18 tahun, founder KeajaibanMenulis.com.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *