Meraih Passive Income dari Bisnis Edukasi

Bisnis edukasi termasuk salah satu bisnis yang punya potensi besar untuk tumbuh di waktu mendatang. Tak hanya itu, bisnis edukasi juga bisa menjadi salah satu bisnis sumber passive income.

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis edukasi mulai menggeliat dan kian ramai. Sejak 10 tahun terakhir, semakin banyak orang yang menjadikan bidang edukasi sebagai sebuah bisnis. Sebut saja seperti adanya training, seminar motivasi, workshop dalam berbagai bidang, pelatihan bisnis, dan masih banyak lagi.

Tak heran, kian hari kian banyak nama-nama baru bermunculan dalam bisnis edukasi ini. Entah itu mereka yang berprofesi sebagai penulis, pembicara publik, motivator, trainer, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana cara menyambut peluang bisnis edukasi ini?

Bagaimana cara menjadikan edukasi sebagai sebuah bisnis sumber passive income?

Bagaimana pula cara menghadapi peralihan tren bisnis edukasi dari yang semula konvensional ke era internet?

Mari kita ulas pembahasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini.

Beragam Bentuk Bisnis Edukasi

Bisnis edukasi adalah bisnis yang kegiatannya ada di bidang edukasi. Contoh bisnis edukasi misalnya sebagai berikut.

  1. Bisnis bimbingan belajar (bimbel). Sudah sering kita jumpai berbagai bimbingan belajar dengan beragam merek. Biasanya, bimbel hadir untuk memudahkan siswa mendapatkan pelajaran tambahan supaya bisa punya prestasi akademik yang lebih baik di sekolah. Bisnis bimbel akan semakin tumbuh subur. Mengapa? Karena jumlah generasi muda Indonesia (khususnya mereka yang masih ada di bangku sekolah) terus bertambah. Bisnis bimbel bisa semakin cerah karena semakin banyak orang tua yang punya kesadaran untuk memberikan tambahan pembelajaran akademik bagi buah hati mereka.
  2. Bisnis seminar dan workshop. Selain bimbel, bentuk/contoh lain dari bisnis edukasi misalnya  bisnis seminar dan workshop. Semakin hari semakin semakin banyak orang yang menyelenggarakan seminar ataupun workshop. Tentunya hal ini bagus sebab bisa memudahkan banyak orang untuk belajar. Model bisnis dari bisnis seminar/workshop adalah penyelenggara akan mendapatkan income (pendapatan) dari uang pendaftaran peserta. Adakalanya seminar disatukan dengan workshop. Dalam arti, seminar digunakan sebagai sarana promosi dari sebuah workshop. Jadi, si penyelenggara akan mengadakan workshop/pelatihan. Hanya saja, untuk mendapatkan peserta, mereka biasanya akan mengadakan seminar. Nah di seminar ini, calon peserta bisa coba-coba ikut belajar. Jika mereka (calon peserta) tadi ingin belajar lebih mendalam, mereka dapat mengikuti pelatihan (workshop)/kelas yang diselenggarakan oleh panitia.
  3. Bisnis buku. Bisnis edukasi juga dapat dilakukan melalui bisnis buku. Model bisnis dari bisnis buku adalah penulis/penerbit akan mendapatkan income dari uang penjualan buku. Ada tiga pemain utama dalam bisnis buku, yakni penulis, penerbit, dan penjual buku (toko buku). Penulis akan memperoleh pendapatan dalam bentuk royalti. Sedangkan penerbit akan memperoleh pendapatan dari uang penjualan buku. Semakin hari semakin banyak yang menjadikan kegiatan penulisan buku sebagai sebuah bisnis. Umumnya, penulis yang menjadikan kegiatan menulis buku sebagai sebuah bisnis akan gencar dan rutin mempromosikan buku-bukunya. Entah itu promosi lewat blog pribadi, lewat sosial media, ataupun melalui penyelenggaraan seminar.
  4. Bisnis kursus online. Dengan perkembangan teknologi, proses belajar mengajar tidak harus selalu dilakukan secara tatap muka. Kini, kegiatan mengajar juga dapat dilakukan melalui media internet. Hal inilah yang mendorong munculnya model bisnis baru yakni bisnis kursus online. Melalui model bisnis ini, seorang guru/mentor dapat membuka kelas/melakukan edukasi melalui internet. Bisnis kursus online memiliki potensi yang besar. Mengapa? Karena semakin hari jumlah pengguna internet semakin bertambah. Tak hanya itu, seiring berjalannya waktu, lambat laun akan mulai tumbuh kebiasaan belajar lewat internet. Daya tarik bisnis kursus online adalah Anda bisa memulai bisnis ini dengan modal relatif rendah. Tak hanya itu, profit (keuntungan) dari bisnis kursus online juga tinggi, sebab ongkos produksi dan biaya operasional bisnis kursus online relatif rendah. Contoh sebuah bisnis kursus online misalnya : www.KeajaibanMenulis.com.
  5. Bisnis ebook. Tren penerbitan buku mulai bergeser ke digital publishing. Salah satu bentuk digital publishing adalah menerbitkan tulisan dalam bentuk ebook. Berdasarkan data Association of American Publisher (AAP), total penjualan ebook di Amerika pada Februari 2011 lalu sudah mencapai angka $90,3 juta. Dengan jumlah sebesar itu jelas bisnis ebook tidak bisa dipandang sebelah mata. Alih-alih mengabaikan tren buku digital dan bisnis ebook, pemain-pemain di industri buku harus tanggap terhadap hal ini. Untuk bisa berbisnis ebook, kita tidak harus mengandalkan kerja sama dengan penerbit mayor (seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, atau lainnya). Dengan kemudahan mengakses sumber daya (entah itu teknologi, konten, ataupun sumber daya lainnya), individu-invidu dapat menjadi publisher (penerbit) atas karya-karya mereka sendiri. Bahkan, saya sudah mulai terjun secara serius ke bisnis ebook sejak tahun 2014 lalu.
Kindle Direct Publishing dari Amazon, salah satu platform yang memudahkan seseorang menjadi pebisnis ebook.

Kindle Direct Publishing dari Amazon, salah satu platform yang memudahkan seseorang menjadi pebisnis ebook.

Berikut beberapa tambahan referensi jika Anda tertarik mempelajari model bisnis edukasi secara lebih mendalam.

Beralih ke Digital

Dalam beberapa tahun mendatang, bisnis edukasi akan beralih ke era digital. Dalam arti, kegiatan edukasi akan banyak dilakukan lewat internet. Kursus ataupun kelas offline akan tetap ada. Hanya saja, kelas atau kursus online akan semakin banyak dan lazim kita jumpai. Untuk itu, mau tidak mau, para pelaku bisnis edukasi juga harus beradaptasi terhadap hal ini.

Bagaimana cara beradaptasi terhadap perubahan tren ini?

Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan mulai melakukan edukasi via internet. Salah satunya dengan melakukan edukasi lewat blog. Ambil contoh Anda adalah seorang penulis dan trainer. Nah, Anda dapat mulai membuat sebuah blog dengan topik bidang penulisan Anda. Kalau Anda menulis tentang properti maka Anda bisa membuat blog tentang properti. Melalui blog tersebut Anda dapat berbagi edukasi melalui media internet.

Saya kerap berbagi seputar passive income dan entrepreneurship melalui blog JagoanPassiveIncome.com.

Saya kerap berbagi seputar passive income dan entrepreneurship melalui blog JagoanPassiveIncome.com.

Tak jadi soal meski kita memulai dengan sebuah blog.

Yang paling penting adalah kita adaptif terhadap perubahan tren. Ketika Anda sudah memiliki blog yang dibaca banyak orang, maka Anda sudah punya modal yang bagus untuk memenangkan persaingan di internet.

Selain menggunakan blog Anda juga bisa mulai membuat materi edukasi dalam bentuk digital. Entah itu dalam bentuk video tutorial, ebook, ataupun berupa apps (aplikasi mobile). Tak hanya itu, Anda juga bisa membuat situs membership, yang mana melalui situs inilah Anda dapat menyelenggarakan seminar ataupun kelas online.

Memulai Bisnis Edukasi Melalui Media Internet

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis edukasi tetapi terkendala modal, Anda dapat memulai bisnis edukasi melalui internet. Tidak diperlukan modal yang besar untuk memulai bisnis edukasi di internet. Anda dapat menentukan bidang bisnis apa yang ingin Anda masuki. Ambil contoh, kalau Anda mau melakukan edukasi lewat menulis, maka Anda bisa membuat ebook. Anda bisa terjun ke bisnis ebook.

Kalau Anda mau mengajarkan keterampilan, maka Anda bisa juga membuat sebuah kursus online. Contoh, kalau Anda mau membuka kursus bahasa Inggris, maka Anda dapat membuat sebuah kursus online tentang pembelajaran bahasa Inggris. Dalam kursus online tersebut, Anda dapat memberikan materi pembelajaran dalam bentuk video tutorial ataupun ebook. Tak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan fasilitas tanya jawab dan webinar (seminar via internet) di website Anda. Dengan adanya fasilitas pendukung seperti ini, peserta kursus bisa berinteraksi langsung dengan Anda.

Modal untuk memulai bisnis edukasi via internet relatif kecil. Anda hanya perlu biaya untuk pembuatan dan pengembangan website kursus online Anda. Selain itu, untuk kemudahan interaksi dengan peserta kursus, Anda dapat menggunakan fasilitas grup yang sudah tersedia di Facebook. Yang pasti, biaya yang Anda keluarga jauh lebih murah dibanding harus membuka kursus di dunia nyata. Kalau di dunia nyata, maka Anda perlu bayar guru, sewa tempat, dan membayar biaya operasional lainnya.

Bagi Anda yang mau mendapatkan panduan lengkap berbisnis kursus online, silakan kunjungi : www.BisnisKursusOnline.com.

Rekan pembaca sekalian, itulah pembahasan mengenai peluang dan cara meraih passive income dari bisnis edukasi. Melalui bisnis edukasi, seorang guru bisa melakukan edukasi sekaligus berbisnis. Dengan demikian, ketika bisnis edukasi dijalankan, seorang guru bisa melayani publik sekaligus memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

Menulis dan menerbitkan 28 buku internet marketing di usia 18 tahun, founder KeajaibanMenulis.com.

4 Comments

  1. berkarya dengan imagenasi

    makasih atas pencerahan anda dengan buku anda saya bisa berimagenasi .

  2. franky honda

    sungguh tulisan yang layak dibaca bagi semua marketing online di internet tentang ulasan Pak Jef ini, setiap pelaku usaha memang harus terus melakukan berbagai cara inovasi (perubahan cara) yang bisa diterima oleh customer/pembaca blog kita..

  3. eko sarwono

    saya suka idenya jeff, memang kemajuan di bidang teknologi internet tidak bisa membendung rakyat untuk melek teknologi. Walaupun untuk mendapatkan akses internet yang bagus harus merogoh kocek lebih.. Tantangannya ada pada bagaimana mencari titik temu antara skill yang kita miliki untuk di jadikan bisnis edukasi, melakukan diferensiasi dari kompetitor, dan base knowledge dalam bidang internet marketing.

  4. Robbie Ismail

    Saya suka dengan artikel yang ini dengan poin 4 dan 5 sangat inspiratif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *