Inspiratif : Muda, Berkarya, dan Mandiri

Ada sebuah fenomena menarik yang akhir-akhir ini terjadi. Fenomena tersebut adalah makin banyak muda kreatif yang punya karya dan bisa dibilang sukses di usia muda. Usia mereka masih di kisaran 16 – 20-an tahun, namun mereka sudah mampu melakukan sesuatu yang produktif.

Beberapa dari mereka ada yang jadi penulis, ada yang jadi pelaku internet marketing, artis Instagram, Youtuber, blogger, dan sebagainya. Bermodalkan internet dan teknologi mereka mampu memproduksi karya-karya yang layak diacungi jempol. Dari sana mereka mampu menghasilkan uang sendiri, bahkan mereka bisa mandiri di usia muda. Contoh-contoh anak muda kreatif tadi misalnya seperti berikut ini.

Devina Aureel, salah satu artis Instagram. Dia pernah jadi teman sekelas saya saat kuliah semester III.

Devina Aureel, salah satu artis Instagram, punya ratusan ribu pengikut di Instagram. Dia pernah jadi teman sekelas saya saat kuliah semester III.

Yasa Singgih. Salah satu entrepreneur dan penulis muda.

Yasa Singgih. Salah satu entrepreneur dan penulis muda.

Deren Firdaus, YouTuber yang rutin membuat video seputar game.

Deren Firdaus, YouTuber yang rutin membuat video seputar game.

Tertarik untuk jadi seperti mereka?

Nah dalam tulisan ini saya akan bagikan beberapa kiat untuk Anda yang tertarik menjadi muda, punya banyak follower, dan mandiri.

1. Miliki Passion/Kegemaran

Semua anak muda yang produktif pasti memiliki suatu kegemaran/passion. Passion inilah yang memotivasi mereka untuk terus berkarya. Saya bisa menulis lebih dari 30 buku seputar internet marketing karena saya punya kecintaan terhadap internet marketing dan dunia menulis. Setiap hari saya pasti menulis dan menekuni bidang internet marketing.

Demikian pula dengan mereka yang menjadi YouTuber, artis Instagram, pengusaha muda, dan lain sebagainya. Mereka pasti punya motivasi besar untuk terus maju. Dari mana datangnya motivasi tersebut? Motivasi tersebut datang dari kecintaan terhadap apa yang mereka kerjakan.

Passion inilah yang menjadikan kita terus belajar tanpa perlu disuruh. Orang tua saya tidak pernah memaksa saya belajar internet marketing, orang tua saya tidak pernah mengharuskan saya menulis, namun saya dengan sukarela berlatih tiap hari. Di sekolah/kampus tidak ada pelajaran internet marketing, tetapi saya memilih belajar secara otodidak.

Howard Gardner menyatakan bahwa ada tujuh tipe kecerdasan seorang manusia. Tipe-tipe kecerdasan ini dapat membantu Anda mengenali di manakah potensi Anda. Tujuh kecerdasan tersebut antara lain :

  • kecerdasan linguistik,
  • kecerdasan logika matematika,
  • kecerdasan interpersonal,
  • kecerdasan intrapersonal,
  • kecerdasan musik,
  • kecerdasan visual,
  • kecerdasan kinestetik,

Seiring perkembangan, Howard pun menambahkan satu kecerdasan lagi, yakni kecerdasan alam. Yakni kecerdasan untuk mampu mengenali dan mengklasifikasi aneka spesies flora, fauna, dan lingkungan.

Nah setiap manusia pasti punya kecerdasan-kecerdasan di atas. Hanya saja, seiring mendewasanya seorang manusia, beberapa kecerdasan menjadi dominan dan kecerdasan lain menjadi “terpinggirkan”. Contoh, kecerdasan dominan saya ada pada bidang linguistik. Saya suka menulis, menekuni bidang jurnalistik, dan senang menjadi pembicara publik.

Nah, jika Anda meminta saya untuk menyanyi atau menggambar, maka Anda sukses membuat saya berkeringat dingin. Kenapa? Karena kecerdasan musik dan visual saya bisa dibilang tidak terasah.

Jika Anda ingin beprestasi, Anda perlu tahu di mana potensi utama Anda. Selanjutnya Anda mengasah dan mengembangkan potensi tersebut. Beberapa orang tidak pandai di matematika, tapi mereka jago banget main basket. Beberapa orang tidak pandai dalam hal bahasa, namun mereka ahli bermain musik.

Nah yang perlu Anda lakukan adalah kembangkan potensi kecerdasan Anda. Kalau Anda suka musik maka kembangikan potensi Anda di sana. Kalau Anda suka menggambar, maka latihlah kemampuan tersebut.

Sayangnya sekolah-sekolah di Indonesia cenderung berfokus pada kecerdasan linguistik dan logika matematika. Alhasil label orang pintar biasanya hanya diberikan kepada orang yang pandai berbicara atau nilai ujian matematika dan fisikanya tinggi. 🙁

2. Manfaatkan Media Sosial Untuk Membagikan Karya Anda

Media sosial ini keren banget. Media sosial dapat menjadi sarana publikasi diri Anda ke dunia luar. Ribuan orang di luar sana bisa menikmati karya Anda lewat media sosial. Media sosial ini bisa berupa Facebook, Twitter, blog, Instagram, YouTube ataupun yang lainnya. Anda dapat memilih media sosial yang paling sesuai dengan karya-karya yang Anda hasilkan.

Kalau Anda sukanya menulis, maka Anda dapat memanfaatkan blog. Kalau Anda suka membuat video-video tutorial atau cover lagu, maka Anda dapat memakai YouTube. Kalau Anda sukanya membuat klip-klip pendek atau Anda penyuka fotografi maka Anda bisa pakai Instagram. Di era media sosial, content creator yang kreatif pasti akan mendapatkan banyak pengikut.

Anda dapat membuat karya-karya yang sesuai dengan passion Anda. Misalkan kalau Anda suka bermain musik, Anda dapat membuat cover lagu-lagu seperti layaknya Kurt Hugo Schneider. Atau bagi Anda yang suka bermain drum, Anda dapat membuat drum cover dari lagu-lagu populer. Bagi Anda penggemar buku, Anda dapat membuat video-video review buku. Selanjutnya video karya Anda tadi diunggah ke YouTube.

Channel Kurt Hugo Schneider. YouTuber yang sering memproduksi video-video cover lagu.

Channel Kurt Hugo Schneider. YouTuber yang sering memproduksi video-video cover lagu.

Tak perlu malu, percaya dirilah, jadikan karya Anda dilihat oleh ribuan atau jutaan orang di luar sana. Sudah saatnya kita menjadikan media sosial untuk kegiatan yang produktif.

3. Tingkatkan Jumlah Follower

Semenjak era media sosial, terjadi perubahan perilaku dalam marketing. Jika dahulu marketing hanya melalui iklan di media mainstream (seperti iklan di TV, radio, majalah, dsb) dan cara-cara promosi offline (seperti pameran, event, dsb), maka kini muncul satu jalur marketing yang baru. Jalur tersebut adalah dengan bekerja sama dengan orang-orang yang punya banyak follower di media sosial.

Orang-orang yang punya banyak follower dapat menjadi influencer yang bagus. Mereka dapat mempengaruhi followernya agar melakukan sesuatu (misal : membeli suatu produk). Ketika kita punya banyak pengikut, maka kita dapat bekerja sama dengan suatu brand/perusahaan. Selanjutnya kita dapat membantu meng-endorse brand tadi dan kita akan mendapatkan bayaran.

Oleh karena itu, selain aktif berkarya, pastikan Anda juga terus meningkatkan jumlah follower yang Anda miliki. (Baca juga : 5 Cara Ampuh Tingkatkan Jumlah Follower.)

Peluang Bisnis yang Tercipta

Jika Anda kreatif, produktif, dan punya banyak follower, maka sudah pasti banyak peluang bisnis yang tercipta. Beberapa contoh peluang bisnis misalnya seperti berikut ini.

  • Menjadi buzzer/influencer. Orang yang punya banyak follower dapat menjadi seorang buzzer. Anda bisa dibayar oleh suatu brand untuk membantu meng-endorse atau mempromosikan brand tadi. Barangkali Anda pernah melihat YouTuber yang menampilkan produk suatu brand dalam video buatannya. Atau Anda pernah melihat akun Instagram yang dipakai untuk mempromosikan suatu produk. Mereka yang punya banyak pengikut dapat dipakai sebagai endorser suatu produk/brand.
  • Jadi penulis sampai jadi pemain film. Banyak juga YouTuber yang kemudian jadi pemain film. Contohnya YouTuber dari SkinnyIndonesian24, Chandra Liow, dan Kevin Anggara. Karena popularitas mereka, mereka diajak untuk membintangi sebuah film. Selain jadi pemain film, Anda juga bisa jadi penulis. Kalau Anda punya banyak pengikut, sudah tentu akan ada banyak orang yang penasaran dan ingin beli buku Anda.
  • Menyediakan ruang iklan di website. Bagi Anda yang berkarya lewat blog, maka Anda dapat menyediakan ruang iklan di blog Anda. Selanjutnya Anda dapat mengikuti program periklanan seperti Google AdSense atau program iklan lainnya. Nantinya Anda tinggal menampilkan iklan seperti Google AdSense tadi blog. Ketika iklan tersebut diklik oleh pembaca blog, Anda akan mendapatkan bayaran. Atau Anda juga bisa menyewakan ruang iklan di web Anda untuk para pelaku bisnis/pengiklan di luar sana.
  • Bikin produk dengan brand Anda sendiri. Anda juga bisa membuat produk Anda sendiri. Misalkan Anda membangun usaha snack dengan brand Anda sendiri. Atau Anda bisa buka usaha toko online dengan merek Anda sendiri. Ingat, ketika Anda punya banyak pengikut, Anda dapat memanfaatkan jaringan pengikut tadi sebagai target pasar dan sarana promosi produk Anda.

Nah teman-teman, tertarik untuk memulai? Yuk jadi anak muda yang kreatif, produktif, dan mandiri. Ayo kita tekuni passion kita masing-masing.

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *