Penting : Inilah 5 Cara Validasi Ide Blog Anda

Blogger termasuk salah satu profesi yang menarik untuk dijalani. Mengapa? Sebab selain dapat dikerjakan secara fleksibel, profesi blogger juga memungkinkan seseorang mendapatkan passive income. Tak heran, semakin hari makin banyak orang yang tertarik menjadi blogger. Agar bisa menghasilkan income yang besar dan meraih keberhasilan, kita perlu memperlakukan profesi blogger sebagai sebuah pekerjaan. Kita perlu menjadi profesional blogger. Bagaimana cara menjadi seorang blogger profesional? Bagaimana cara memulai sebuah blog?

Tahap pertama dalam memulai sebuah blog adalah menemukan ide. Sama seperti saat memulai bisnis, ide adalah hal pertama yang perlu ditemukan.  Ada banyak ide blog di sekitar kita. Bagi Anda yang masih bingung mencari ide blog, Anda dapat membaca artikel Topik-Topik yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga yang Ingin NgeBlog.

Setelah kita memiliki sebuah ide, kita cenderung merasa bahwa ide ini adalah ide terbaik. Kita punya asumsi bahwa :

  • kita sudah tahu betul apa yang orang-orang butuhkan,
  • kita sangat optimisi dengan ide kita, alhasil kita ingin segera action dan menciptakan produk/web kita.

Padahal, tidak semua ide cocok untuk langsung di-actionkan. Ketika kita begitu terburu-buru, maka bisa jadi ide tersebut berujung pada kegagalan. Saya pernah punya beberapa pengalaman gagal dalam membangun sebuah blog. Pola yang saya lakukan dulu adalah begitu dapat ide, langsung memulai. Alhasil saya menjadi tidak fokus. Bukan hanya tidak fokus, ketika di tengah jalan saya bingung apa lagi yang harus saya lakukan sementara blog saya belum menunjukkan tanda-tanda sukses. Akhirnya banyak ide blog saya yang berakhir dengan label gagal.

Nah untuk mencegah terjadinya kegagalan, ada baiknya kita melakukan validasi ide sebelum memulai sebuah bisnis. Termasuk dalam memulai sebuah blog, kita perlu melakukan validasi ide. Bagaimana cara validasi ide blog? Ini dia beberapa caranya.

1. Ceritakan Ide Anda pada Orang Lain

Sebagian orang merasa bahwa ide sebaiknya disimpan sendiri, dikerjakan sendiri. Hal ini belum tentu salah. Hanya saja, saya cenderung lebih yakin bahwa akan lebih baik apabila ide tersebut diceritakan kepada orang lain. Saya sangat meyakini bahwa siapapun bisa punya ide yang sangat cemerlang. Hanya saja, ide tetaplah ide. Ide tidak lebih penting daripada realisasi ide tersebut. Orang lain bisa saja punya ide yang sama dengan kita, tetapi orang lain belum tentu bisa mengerjakan ide tersebut.

Menceritakan ide pada orang lain memungkinkan kita mendapatkan tambahan ide, tambahan wawasan, yang mana semua itu bermanfaat untuk pengembangan ide kita nantinya. Saat memulai sebuah website, saya biasa menceritakan ide tersebut kepada orang-orang yang lebih senior dan lebih ahli dari saya. Dengan sharing bersama mereka, saya bisa tahu di mana kekurangan ide saya. Saya jadi tahu strategi apa yang tampaknya akan mengarah pada kegagalan. Alhasil semua potensi gagal tadi dapat diminimalisasi. Saya tidak harus membuang waktu, tenaga, dan uang untuk mengerjakan sesuatu yang besar kemungkinan akan gagal.

Mintalah pendapat orang lain terhadap ide Anda. Ceritakan ide tersebut pada mereka. Barangkali mereka justru menjadi figur yang siap mendukung keberhasilan ide Anda.

2. Apakah Sudah Ada Blog Sejenis di Luar Sana?

Cara kedua yang dapat Anda gunakan untuk melakukan validasi ide adalah dengan mencari tahu apakah sudah ada blog lain yang topiknya sama atau mirip dengan blog Anda. Ambil contoh, Anda mau membuat blog tentang fotografi. Nah Anda bisa mencari tahu apakah di luar sana sudah ada blog-blog yang membahas tentang fotografi. Kalau perlu Anda bisa mencari tanda aras (benchmark) untuk website Anda nantinya. Jika Anda menemukan adanya blog sejenis dengan blog Anda, maka kemungkinan besar ide Anda valid dan layak dikembangkan.

Adanya benchmark memungkinkan Anda memiliki model yang dapat Anda pelajari. Contoh, apabila Anda ingin membangun sebuah toko online yang menjual buku, Anda dapat menjadikan Bukukita.com ataupun Grazera.com sebagai role model yang Anda tiru. Anda bisa cari tahu apa saja kekurangan dari situs-situs kompetitor. Berikutnya, kekurangan tadi yang coba Anda atasi, untuk selanjutnya menjadi keunggulan website Anda.

Gunakan pencarian Google untuk memudahkan Anda mencari kompetitor/website sejenis.

3. Buat Versi Mini dari Blog/Website Anda

Sebelum melaunching sebuah website, ada baiknya kita melakukan validasi dengan membuat versi mini dari website tersebut. Versi mini ini diperlukan agar kita bisa memvalidasi bahwa orang butuh website kita. Bagaimana cara membuat versi mini dari website Anda?

Versi mini satu web dengan web lain bisa saja berbeda-beda. Salah satu cara membuat versi mini dari blog Anda adalah menulis artikel-artikel dengan topik yang sama dengan blog Anda. Contoh, Anda berencana membuat blog tentang parenting. Nah, Anda dapat menulis berbagai tulisan seputar parenting. Tulisan tentang parenting tadi dapat Anda buat di blog gratisan ataupun di platform sharing lain, seperti Kompasiana.com, forum-forum khusus, ataupun Anda publikasikan di Facebook.

Setelah Anda membuat tulisan parenting tersebut, cari tahu apakah orang-orang tertarik atau tidak dengan tulisan Anda. Jika respon mereka bagus maka ide blog Anda menarik dan valid.

Pembuatan versi mini tidak hanya dapat diterapkan untuk blog, tetapi bisa juga untuk jenis produk lain. Kalau Anda berencana menulis buku, maka Anda bisa membuat versi mini dari buku Anda. Versi mini buku Anda bisa berupa outline dan pengenalan buku Anda. Outline dan pengenalan buku tadi dapat Anda share kepada target pembaca Anda. Atau, Anda juga bisa membuat sebuah ebook yang berkaitan dengan buku Anda. Bagikan ebook tersebut, lalu lihat bagaimana orang-orang menanggapi ebook Anda.

Ada satu tool yang dapat Anda gunakan untuk memvalidasi versi mini website Anda. Tool tersebut bernama Launch Rock. Launch Rock dapat Anda gunakan untuk membuat landing page yang mana landing page ini dapat Anda gunakan untuk mendapatkan feedback dari target customer/target pembaca Anda.

Situs LaunchRock.com

Situs LaunchRock.com

4. Gunakan Javelin Board  Untuk Memudahkan Validasi Ide

Ada satu lagi tool yang dapat digunakan untuk memudahkan Anda melakukan validasi ide. Tool tersebut bernama Javelin Board. Javline Board adalah sebuah papan yang dapat kita gunakan untuk membantu validasi ide. Berikut penjelasan lengkap tentang Javelin Board.

Hadirnya Javelin Board sangat memudahkan kita melakukan validasi ide. Saya pun senantiasa menggunakan Javelin Board untuk memudahkan validasi ide dan riset awal terhadap customer produk saya.

5. Gunakan Google Keyword Planner

Satu lagi tool yang juga dapat kita gunakan untuk membantu validasi ide adalah Google Keyword Planner. Google Keyword Planner merupakan sebuah tool yang disediakan oleh Google agar kita bisa mencari tahu kata kunci apa yang banyak dipakai oleh penguna Google. Nah, di Google Keyword Planner ada data yang bernama average monthly searches. Data ini menunjukkan seberapa sering sebuah kata kunci dicari dalam satu bulan.

Anda dapat mencoba menguji ide Anda dengan memanfaatkan Google Keyword Planner. Gunakan Google Keyword Planner untuk mencari tahu seberapa besar tingkat pencarian kata kunci dari topik blog Anda. Contoh, Anda berencana membuat blog tentang fotografi, maka Anda bisa mencoba mencari tahu seberapa sering kata kunci fotografi dicari di Google. Langkah demi langkah riset kata kunci di Google Keyword Planner dapat Anda pelajari di video berikut.

Rekan pembaca sekalian, itulah 5 cara yang dapat kita gunakan untuk melakukan validasi ide blog. Sebelum mengembangkan sebuah produk/website, akan lebih baik kalau kita melakukan validasi ide terlebih dahulu. Validasi ide yang kita lakukan memungkinkan kita terhindar dari upaya sia-sia yang berujung pada kegagalan.

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *