Perlukah Ikut Seminar/Workshop Bisnis? Ini Dia Jawabannya

Posting ini saya tulis pukul 11 malam.

Saya tidak bisa menunda menulis posting ini. Mengapa? Karena saya sedang begitu bersemangat.

Lho..lho kok bisa? Apa yang membuat saya begitu semangat ? Apakah saya baru dapat project jutaan dollar?

He..he..he bukan, bukan itu. Saya menjadi begitu bersemangat usai bertemu dengan Mas Italo Gani (co-founder Adskom). Sungguh sangat beruntung saya dapat bertemu beliau. Saya banyak belajar dari digital marketing expert ini.

Bagaimana saya bisa bertemu dengan beliau?

Jadi ceritanya begini.

Sore 9 April 2015 saya baru saja selesai mengikuti salah satu ujian tengah semester di kampus. Berhubung jam empatnya saya ada jadwal untuk berdiskusi dengan jurnalis dari Tech in Asia, maka sehabis ujian saya langsung menuju Skystar Ventures. Sayangnya sore itu saya tidak jadi bertemu dengan jurnalis Tech in Asia. Namun, beruntungnya saya, saya malah berjumpa dengan Mas Italo Gani. Saat itu mas Italo sedang mempersiapkan workshop yang akan ia bawakan pada pukul 6 sore di Skystar Ventures. Akhirnya setelah bertemu dan saling sapa, kami pun saling ngobrol.

Saya sangat beruntung bisa ngobrol langsung dengan mas Italo, ada banyak insights yang saya dapatkan setelah ngobrol dengan co-founder Adskom ini. Meskipun apa yang kami obrolkan merupakan hal-hal sederhana dalam digital marketing, tetapi saya tetap mendapatkan banyak manfaat dari obroloan tersebut. Bahkan, keramahan mas Italo justru membuat saya bersemangat. Semangat saya bertambah, saya menjadi makin terinspirasi. Intinya saya memetik banyak manfaat dari bertemu, ngobrol, dan ikut workshop mas Italo.

Nah berawal dari kejadian tersebut maka saya pun menyimpulkan bahwa ikut workshop/seminar bisnis itu tetap penting.

Banyak orang yang mengatakan bahwa seminar/workshop itu tidak terlalu penting untuk seseorang yang mau memulai bisnis. Hal tersebut mungkin ada benarnya (walau hanya sedikit). Hanya saja, tidak seluruh workshop/seminar bisnis itu jelek dan tidak perlu diikuti. Saya justru meyakini bahwa workshop/seminar itu bagus untuk orang-orang yang mau memulai bisnis. Bahkan seminar/workshop juga bagus untuk orang-orang yang sudah senior sekalipun. Mengapa? Karena seminar/workshop memungkinkan kita untuk bertemu dan kenal lebih banyak orang. Hal tersebut bagus untuk membangun networking. Ya salah satunya seperti yang terjadi pada saya tadi, saya jadi kenal sama mas Italo Gani. He..he.

Stigma Negatif Tentang Seminar/Workshop Bisnis

Ada sebagian orang yang “alergi” dengan hal-hal yang berbau seminar atau workshop. Mengapa?

Hal ini biasa terjadi karena mereka pernah bertemu dengan orang-orang yang menjadikan workshop/seminar sebagai ajang cari duit.

Saya pun pernah mengalami hal ini. Saat saya masih kelas X, saya mengikuti sebuah seminar bisnis di Lubuklinggau (Sumatera Selatan). Seminar tersebut berlangsung cukup menarik, peserta antusias. Hanya saja, di ujung seminar, si pembicara menawarkan agar peserta ikut kelas berupa workshop yang akan diadakan. Jadi ibaratnya, peserta seminar tadi hanya diberi “kulit luar” saja dari ilmu yang dibawakan oleh si pembicara. Nah, kalau peserta seminar mau dapat ilmu lengkapnya mereka harus daftar workshop seharga jutaan rupiah.

Waktu itu saya ingat betul bahwa harga workshopnya sekitar 2 jutaan. Waktu itu (tahun 2012) uang 2 juta Rupiah cukup lumayan, apalagi untuk daerah seperti Lubuklinggau yang UMR nya jelas kalah jauh dibanding Jakarta.

Saya yakin tidak hanya sekali itu saja ada orang-orang yang menawarkan kelas untuk para peserta seminar. Hal tersebut lazim dijumpai.

Lantas, apakah para pembicara tadi salah?

Jelas tidak. Mereka tidak salah. Mereka menawarkan kelas karena memang tidak mungkin kita bisa tahu rahasia sukses dan teknik ampuh untuk membangun bisnis hanya dari mengikuti sebuah seminar. Seminar itu waktunya singkat, paling-paling hanya 2 jam.

Untuk bisa berhasil dan sukses, kita perlu praktik, kita perlu mentoring yang lebih dalam. Nah kelas yang ditawarkan oleh si pembicara itu merupakan sebuah bentuk mentoring yang lebih mendalam. Hanya saja, memang biaya untuk ikut mentoring semacam itu belum tentu terjangkau untuk semua orang. Dan, belum tentu mentoring semacam itu cocok untuk semua orang.

Tidak ada yang salah dengan orang-orang yang menawarkan kelas/mentoring dalam bentuk workshop.

Manfaat Kalau Kita Ikut Seminar/Workshop Bisnis

Ada banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari mengikuti seminar/workshop bisnis. Berikut beberapa manfaatnya.

  1. Pertama, tentu saja kita akan mendapatkan informasi dari seminar/workshop tersebut. Meskipun kita ikut seminar/workshop yang topiknya kita sudah tahu dan sudah pernah kita pelajari, kita akan tetap mendapatkan manfaat dari ikut seminar/workshop tersebut. Apa manfaatnya? Ketika kita mengulangi belajar/mendengar tentang suatu hal biasanya kita bisa belajar dengan sudut pandang yang baru. Contohnya begini. Misalkan saya sudah bisa menulis. Apakah saya masih perlu ikut seminar menulis? Tentu saja masih perlu. Mengapa? Karena kalau saya ikut seminar menulis, saya bisa dapat pengetahuan, wawasan, ataupun sudut pandang baru terhadap dunia menulis. Bahkan dari ikut seminar menulis bisa saja saya justru punya ide-ide yang dapat saya jadikan sebagai bahan menulis. Hanya saja, akan lebih baik jika kita ikut seminar/workshop dari mentor yang kita sukai/mentor yang punya pengalaman yang berbeda dengan kita. Misal saya bisa ikut seminar/workshopnya Dewi Lestari. 🙂
  2. Kedua, kita mendapatkan networking. Networking ini bisa dengan si pembicara ataupun dengan peserta yang lain. Biasanya yang ikut seminar/workshop bisnis adalah orang-orang yang punya ketertarikan terhadap bisnis. Tak jarang, di antara peserta seminar bisnis yang Anda ikuti, pasti ada orang-orang yang juga sudah punya bisnis atau orang-orang yang suatu saat bisa Anda ajak bekerja sama. Dengan demikian, usai mengikuti sebuah seminar bisnis, Anda dapat membangun networking dengan sesama peserta. Atau setidaknya, dari ikut seminar bisnis Anda bisa membangun networking dengan si pembicara. Nah aspek networking inilah yang menjadi poin keunggulan kalau kita ikut seminar/workshop. Baca buku memang bagus untuk menambah pengetahuan, tetapi ikut seminar ada poin lebihnya, yakni kita bisa mendapatkan networking.
Ngobrol dan mendengarkan sesama peserta seminar bagus untuk menambah wawasan dan menambah networking.

Ngobrol dan mendengarkan sesama peserta seminar bagus untuk menambah wawasan dan menambah networking.

Menurut saya, networking inilah yang harusnya lebih kita kejar dalam mengikuti sebuah workshop/seminar.

Kapan Kita Perlu Ikut Seminar/Workshop?

Kalau saya, saya biasanya akan ikut sebuah seminar/workshop ketika :

  1. Topik seminar tersebut relevan dan sesuai untuk bisnis/project yang sedang saya kembangkan. Contoh, saat saya sedang mengembangkan project website tentu saya perlu pengetahuan dan nasihat dalam hal web desain. Nah untuk menambah pengetahuan tentang web desain maka saya biasanya akan ikut seminar tentang web desain. Tidak semua seminar harus Anda ikuti, tetapi pilihlah seminar yang topiknya relevan dengan project yang Anda kerjakan.
  2. Pembicaranya menarik. Faktor pembicara juga punya peranan penting dalam sebuah seminar. Siapa pembicaranya kadang bisa lebih penting dari apa yang yang dibahas dalam seminar tersebut. Ambil contoh seminar motivasi. Lebih menarik mana ikut seminar motivasi dari Mario Teguh atau ikut seminar dari motivator lokal yang belum dikenal? Jelas lebih menarik ikut seminar Mario Teguh. Mengapa? Karena yang datang kemungkinan lebih banyak, alhasil networking bisa lebih bagus.
  3. Gratis. Tak bisa dipungkiri faktor gratis juga dapat berperan dalam menentukan apakah ikut seminar atau tidak. Kendati demikian, gratis bukanlah sebuah tolak ukur dan hal yang sangat mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan mengikuti sebuah seminar. Seminar gratis cenderung lebih menarik karena kita tidak harus keluar biaya untuk seminar tersebut. Toh kalau isi seminarnya biasa-biasa saja kita juga ndak rugi uang. Ndak juga rugi waktu kok, sebab bisa saja kita membangun networking usai seminar tersebut.
  4. Ketika saya sedang butuh inspirasi. Ketika saya sedang stuck dan jenuh, tak ada salahnya saya mencoba ikut seminar. Bertemu orang baru kadang kala bagus untuk memulihkan semangat dan membantu kita keluar dari kejenuhan.

Bagaimana Cara Supaya Dapat Info Seminar/Workshop yang Bagus?

Kalau Anda mau mendapatkan informasi seminar-seminar yang bagus dan cocok untuk Anda, Anda harus rajin mencari informasi. Biasanya event-event seperti seminar ataupun workshop kerap kali dipromosikan/dipublikasikan lewat media. Misalkan Anda suka bisnis internet dan mencari info seminar bisnis internet maka Anda dapat rajin-rajin membaca StartupBisnis.com ataupun media bisnis online lainnya.

Selain dari media, Anda juga bisa dapat info seminar dari komunitas yang Anda ikuti. Untuk itu bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang relevan dengan project atau minat Anda. Kalau minat Anda pada bidang web desain maka bergabunglah dengan komunitas-komunitas desainer. Nah dalam komunitas itulah Anda bisa mendapatkan info seminar dari sesama anggota komunitas lainnya.

Kendati demikian, bukan workshop/seminarnya yang penting. Yang jauh lebih penting adalah :

  • apa yang Anda pelajari dari seminar/workshop tersebut dan
  • apa yang Anda lakukan setelah ikut seminar/workshop tersebut.

Kalau kita banyak ikut seminar, tetapi kita tidak belajar apa-apa atau tidak melakukan apa-apa sehabis seminar, maka percuma saja kita ikut seminar/workshop. Sudah rugi uang, rugi waktu pula.

Jadi, jika ditanya perlukah ikut seminar/workshop bisnis  maka saya akan menjawab “perlu”. Ingat, fokus pada 3 hal :

  • Apa yang Anda pelajari dari ikut seminar/workshop tersebut.
  • Networking yang dapat Anda bangun usai ikut seminar/workshop tersebut.
  • Apa yang Anda lakukan usai ikut seminar/workshop tersebut (apa ACTION Anda).

Salam Super Sukses!

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

3 Comments

  1. Pakdhe Nung

    Saya sering ikut seminar seperti yang mas Jeff tulis diatas, memang ada positifnya dan ada negatifnya. Positifnya menambah ide, wawasan, tehnik dan strategi yang tadinya tidak tahu menjadi tahu atau mungkin kita sdh tahu tapi tidak kita sadari bahwa itu tehnik dan startegi bisnis. Negatifnya ikut seminar? banyak juga lho! antara lain, pembicara seminar hanya memburu duit/materi, pembicara seminar ternyata cuma teori aja sedang praktek bisnisnya ada tapi mungkin baru kecil2-an cuma karen bahasa promosinya yg bombastis jadi banyak yg kepencut, pembicara tidak memenuhi janji konsultasi setelah ikut seminar/workshop abis dia sendiri tidak master banget, cuma teori dan tidak praktek bisnis dia tidak besar dan hebat seperti seminarnya, dia lebih senang jd pembicara cuma modal omong lebih mudah dapat duit. Karena melakukan bisnis tidak semudah membalikkan tangan, tidak semudah teori yang dibicarakan diseminar, perlu bimbingan dari mentor terus menerus karena diperjalanan bisnis banyak rintangan2 kecil dan besar yg setiap orang sama kasusnya tapi beda penanganannya. Itu cuma pendapat saya berdasarkan pengalaman saya, mungkin yang lain berbeda pengalamannya. Tapi menurut saya, kalau mas Jeff tidak seperti itu ya? karena memang menulis buku berdasarkan praktek ya.

  2. honda bogor

    saya juga beberapa kali mengikuti seminar seperti yang disebutkan di artikel. bermacam2 tipe pembicara, ada yang memang mau memberi ilmu tetapi tidak jarang mau menjual barang dagangan saja. saran saya teliti dahulu sebelum membeli, lihat isinya apakah sesuai dengan yang di iklan kan sebelumnya.. semoga bermanfaat

  3. oetji

    Ada yang perlu dicermati lagi dalam mengikuti seminar yaitu :
    1. Sebelum mendaftar teliti benar apa materinya, karena banyak yang materinya itu cuman bagus di uudul saja, isinya tidak sehebat judulnya.
    2. Ini yang perlu lebih dicermati lagi, kalau kita mendaftar berarti kita telah terdaftar di lembaga atau pemateri, nah inilah masalahnya, kita dijadikan pasar oleh pemateri untuk selalu di tawari seminar selanjtnya, bahkan tidak jarang konsultasi yang ditawarkan sebelumnya, jawaban dari konsultasi tersebut adalah penawaran seminar juga.
    3. Seminar diadakan dengan tidak memberikan materi untuk dipelajari selanjutnya, setelah diteliti ternyata materinya juga banyak dijumpai di youtube, bahkan lebih lengkap dan lebih pakar.
    4. Kalau seminat itu menambah relasi itu betul, tapi lebih banyak menguntungkan si pemateri, kita peserta kebanyakan hanya menambah teman di sebelah kita, sedangkan kontak seluruh peserta tidak diberikan, atau hannya dikantongi si pemateri, sebagai asset dia tentunya.
    Semoga menambah informasi, terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *