Tips Menabung : Menabung Dalam Bentuk Emas

Ketika kecil, saya sering mendengar peribahasa begini.

“Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.”

Saya setuju bahwa hidup hemat dan sederhana termasuk gaya hidup yang menarik dan baik untuk dijalani. Hidup tidak untuk neko-neko dan bukan untuk pamer, gaya-gayaan.

Namun jangan mentah-mentah menerima peribahasa tadi. Sehemat-hematnya hidupmu, kalau kamu tidak punya penghasilan ya bakal susah untuk jadi kaya.

Lantas, bagaimana cara yang baik? Adakah yang salah dengan cara menabung yang selama ini diajarkan oleh orang tua?

Dalam tulisan ini saya akan bagikan satu inspirasi seputar cara menabung. Tulisan ini akan sangat bermanfaat bagi teman-teman yang ingin menambah pengetahuan dalam hal investasi dan pengelolaan keuangan. Saya akan bahas bagaimana cara menabung dalam bentuk emas. Dari sana kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dalam menabung.

Inflasi, Peggerus Nilai Uang Kita

Inflasi, si monster penggerus kekayaan kita.

Inflasi, si monster penggerus nilai uang kita.

Ketika saya masih SD (kira-kira periode tahun 2004 – 2006), harga gorengan di warung masih sekitar 300 – 500 Rupiah. Namun kini setelah saya kuliah, dengan uang dua ribu kadang saya hanya bisa mendapatkan satu buah gorengan.

Kenapa ini terjadi?

Apakah karena gorengan semakin langka? Atau apa?

Jawabannya adalah inflasi.

Inflasi bisa diartikan sebagai kondisi di mana harga barang terus menerus naik dan mengakibatkan menurunnya nilai uang kita. Contoh, dua puluhan tahun yang lalu mungkin dengan uang beberapa juta kita sudah mampu membeli sepeda motor. Namun sekarang dengan uang hanya 2 – 3 juta, kita hanya bisa beli sepeda, tanpa motor.

Nah itulah inflasi. Jika dulu uang 1 juta Rupiah terasa begitu besar nilainya, maka kini nilai uang 1 Juta Rupiah sudah tidak sebesar 10 tahun yang lalu.

Artinya apa? Artinya adalah jika kita terus menerus menyimpan uang dalam bentuk uang kertas, maka sudah pasti uang tersebut akan tergerus oleh inflasi. Misalkan Anda punya uang 10 juta Rupiah. Sekarang dengan uang 10 juta Anda bisa beli satu sepeda motor yang paling murah. Nah, kalau uang 10 juta tadi Anda simpan di rumah selama 5 tahun, belum tentu 5 tahun mendatang Anda bisa membeli sepda motor. Kenapa? Karena nilai uang Anda tergerus inflasi.

Lantas, bagaimana dengan uang yang disimpan di bank?

Ketika kita menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga atas simpanan kita. Persoalannya adalah apakah tingkat bunga ini sebanding dengan tingkat inflasi yang terjadi. Jika bunga yang kita dapat tidak sesuai dengan tingkat inflasi, maka sudah tentu kekayaan uang kita akan tergerus.

Bahkan untuk simpanan deposito sekalipun, adakalanya bunganya tidak setinggi tingkat inflasi. Ambil contoh di bulan Mei 2016, tingkat suku bunga deposito di BCA adalah 4,75 %. Bayangkan kalau inflasi yang terjadi adalah 5 %. Jika kondisinya demikian, maka tentu secara hitungan sederhana, uang kita tergerus oleh inflasi.

Tentu kondisi di lapangan tidak mutlak sesederhana itu, namun gambaran sederhananya seperti itu.

Mulai Menabung Dalam Bentuk Emas

Orang zaman dulu (kakek nenek kita) terbiasa menabung dalam bentuk emas. Saya ingat betul kebiasaan orang-orang tua. Setiap kali ada uang bulanan sisa, orang tua kita (ibu biasanya) kerap mampir ke toko emas. Sedikit demi sedikit ibu kita membeli emas. Ya walaupun sebulan cuma bisa beli 1 atau 2 gram, ya ndak apa-apa. Toh menabung bisa diawali dengan hal-hal kecil dan sederhana.

Lain halnya nenek, lain pula kakek. Kakek-kakek kita dulu terbiasa untuk berinvestasi dalam bentuk tanah. Dengan gagahnya kakek kita mencoba membeli tanah, mengelola tanah, lalu tanah tadi menjadi aset yang diwarisikan untuk anak cucunya. Sungguh luar biasa kearifan kakek-nenek kita dalam berinvestasi. Untuk itu, saya pun sangat menganjurkan kita meniru cara orang tua dalam berinvestasi, khususnya dalam hal tanah dan emas.

Emas dapat menjadi salah satu pilihan metode menabung. Apa saja keuntungan kalau menabung dalam bentuk emas?

Keuntungan utama adalah nilai kekayaan kita tidak akan tergerus oleh inflasi. Gambarannya seperti berikut ini.

Berdasarkan berita Kompas.com tanggal 26 Januari 2010, harga emas pada 26 Januari itu adalah USD 1.101,75 per troy ounce. Tanggal 26 Januari 2010, kurs dollar Amerika waktu itu adalah 9.362 Rupiah per dollar. Singkatnya, harga emas per gram pada 26 Januari 2016 itu sekitar 331 ribu Rupiah sekian. Bayangkan kalau waktu itu kita membeli 10 gram emas. Dengan mengeluarkan uang sekitar 3.331.000-an kita sudah dapat 10 gram emas.

Lalu mari 10 gram emas itu kita jual hari ini. Saat tulisan ini dibuat (30 Mei 2016), harga emas Antamย  adalah 530.000 Rupiah per gram. Jika 10 gram tadi kita jual, kita akan dapat uang 5.300.000 Rupiah. See? ๐Ÿ™‚

Ya betul, ada selisih uang hampir 2 juta Rupiah. Cukup besar kan selisihnya?

Nah inilah manfaat utama menabung dalam bentuk emas. Nilai uang kita tidak akan tergerus inflasi. Inilah fungsi utama emas dalam investasi, yakni sebagai sarana untuk melindungi nilai kekayaan.

Namun jangan senang dulu. Sebab selisih 2 juta Rupiah tadi bukanlah pertambahan nilai emas kita, melainkan itu adalah nilai uang yang tergerus sejak 2010 hingga hari ini.

Menurut saya, emas lebih cocok disebut sebagai sarana menabung. Bukan investasi.

Dalam tulisan lain saya akan jelaskan mengapa emas lebih cocok disebut sebagai bentuk menabung bukan investasi.

Tapi inti yang mau saya sampaikan adalah dengan menabung emas, nilai kekayaan kita tidak akan tergerus seperti kalau kita menabung uang kertas. Ingat, inflasi menggerus nilai uang kertas kita.

Bagaimana Cara Mulai Menabung Emas?

Untuk menabung emas caranya mudah sekali. Bagi Anda yang sudah terbiasa menabung emas, maka bagus. Namun bagi yang belum terbiasa, yuk mari kita biasakan. Yang perlu Anda lakukan adalah belilah emas setiap kali Anda punya sisa uang. Atau kalau mau lebih serius lagi, pastikan setiap bulannya Anda menyisihkan uang untuk beli emas.

Contoh jika penghasilan bulanan Anda adalah 5 juta Rupiah, maka Anda bisa anggarkan 500 ribu Rupiah per bulan untuk menabung emas. Dengan uang 500 ribuan Anda bisa mendapatkan hampir 1 gram emas. Jika dilakukan secara rutin, dalam setahun Anda bisa dapat 12 gram emas lho. Kan lumayan untuk awal. ๐Ÿ™‚

Emas yang Anda beli sebaiknya adalah emas dalam bentuk batangan. Mengapa? Sebab kalau emas perhiasan biasanya mengandung lebih banyak logam tambahan. Selain itu, ketika dijual nanti harga emas perhiasan cenderung lebih murah dari emas batangan (karena lebih sedikit kandungan emasnya).

Emas batangan. Ini hanya ilustrasi lho ya. He..he..he.

Ilustrasi emas batangan. Mudah-mudahan nanti kita bisa punya emas sebanyak ini.

Anda dapat membeli emas di berbagai tempat, bisa di toko emas terpercaya, di Pegadaian, atau di Antam langsung. Intinya, pastikan Anda secara rutin membeli emas. Tujuannya supaya uang Anda ditabung dalam bentuk emas. Jadi, nantinya nilai uang Anda tidak habis tergerus inflasi.

Hanya saja, perlu Anda perhatikan bahwa harga emas pasti selalu naik dan turun. Dalam kurun waktu satu atau dua tahun bisa jadi harga emas menjadi turun. Namun untuk jangka menengah dan panjang, harga emas selalu naik pesat. Contohnya seperti yang tadi sudah saya jelaskan.

Nah teman-teman, sekian dulu artikel pertama dalam seri panduan investasi emas kali ini. Di tulisan berikutnya saya akan menjelaskan berbagai cara membeli emas agar memudahkan Anda. Dan di seri-seri tulisan berikutnya saya juga akan bahas bagaimana cara “memainkan” emas agar membantu pengembangan bisnis dan finansial Anda.

Sampai jumpa.

Jefferly Helianthusonfri

banner Kursus Bisnis Online Terlengkap

1 Comment

  1. franky honda bogor

    Malam Pak Jeff,setuju menabung memenang sesuatu yang penting dalam hidup ini, dan harus dimulai sedini mungkin dan yang paling penting juga harus konsisten menabungnya, saya tertarik dengan pengalaman orang tua kita dulu2,dimana selalu menyisihkan uangnya untung ditabung,sehingga ada ada moment tertentu tabungan di buka, dan hasilnya pasti bisa beli sesuatu… thanks sharingnya pak Jeff

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *